Pemprov DKI Gandeng Petinggi YouTube Global: Perkuat Literasi & Edukasi Kesehatan Mental

Kamis, 29 Jan 2026, 17:00 WIB

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menerima kunjungan Global Head and Vice President of Government Affairs and Public Policy YouTube Leslie Miller serta Kepala Hubungan Pemerintah dan Kebijakan Publik YouTube Indonesia dan Asia Tenggara Danny Ardianto di Balai Kota Jakarta, Kamis (29/1). Pertemuan ini membahas penguatan kolaborasi strategis antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan YouTube di bidang literasi digital, pendidikan, serta kesehatan mental.

Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat ekosistem digital yang sehat, aman, dan produktif bagi anak, keluarga, serta lingkungan sekolah di Jakarta. Pemprov DKI menilai kerja sama ini sejalan dengan agenda pembangunan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Ket. Foto: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menerima kunjungan Global Head and Vice President of Government Affairs and Public Policy YouTube Leslie Miller serta Kepala Hubungan Pemerintah dan Kebijakan Publik YouTube Indonesia dan Asia Tenggara Danny Ardianto di Balai Kota Jakarta, Kamis (29/1). — Sumber: Pemprov DKI Jakarta

"Pemprov DKI Jakarta menyambut baik kolaborasi ini sebagai bentuk nyata dukungan terhadap perwujudan anak, keluarga, dan lingkungan sekolah yang sigap digital. Kami sungguh-sungguh berterima kasih atas kerja sama ini yang mencakup bidang kesehatan, pendidikan, dan literasi digital," ujar Pramono.

Pramono menjelaskan, kerja sama dengan YouTube sebenarnya telah dimulai sejak akhir 2025 melalui aktivasi kreator konten pada malam pergantian Tahun Baru. Kolaborasi tersebut kemudian diperluas dengan penyelenggaraan lomba video yang akan berlangsung hingga 31 Maret 2026.

Ia menyebut, kerja sama lintas sektor ini terus berkembang dengan melibatkan berbagai perangkat daerah di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. Sejumlah program prioritas telah disiapkan untuk menjangkau pelajar, guru, tenaga kesehatan, serta komunitas kreator konten.

Program tersebut mencakup penguatan kesehatan mental dan karakter remaja usia 13-16 tahun melalui pendampingan guru bimbingan dan konseling (BK). Selain itu, Pemprov DKI dan YouTube juga menyiapkan pelatihan khusus kesehatan mental bagi guru BK di sekolah.

Di sektor pendidikan digital, kolaborasi ini menghadirkan pelatihan pembuatan konten edukatif bagi guru. Program tersebut bertujuan mendorong pemanfaatan platform digital sebagai sarana pembelajaran yang kreatif dan relevan dengan kebutuhan generasi muda.

Sementara di sektor kesehatan, YouTube melalui program YouTube Health bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. Fokus utama program ini adalah edukasi kesehatan mental serta penguatan kapasitas tenaga kesehatan dalam memproduksi konten edukasi kesehatan berbasis digital.

"Ini merupakan tindak lanjut kerja sama antara YouTube dan Pemprov DKI Jakarta. Kolaborasi ini menjadi yang pertama di dunia pada tingkat provinsi. Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan, kesehatan, dan perkembangan digital di Indonesia," ungkap Pramono.

Lebih lanjut, Pramono memaparkan bahwa Google, YouTube Indonesia, dan Pemprov DKI Jakarta telah meluncurkan sejumlah kegiatan pembelajaran digital di SMK Negeri 27 Jakarta pada Kamis pagi. Kegiatan tersebut disinergikan dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Universitas Indonesia, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), serta Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI).

Kolaborasi lintas institusi ini difokuskan pada penguatan program kesehatan mental, pendidikan digital, serta peningkatan kapasitas guru dan tenaga kesehatan. Pemprov DKI menilai sinergi multipihak menjadi kunci keberhasilan implementasi program di lapangan.

"Kegiatan ini berkaitan dengan program kesehatan mental dan penguatan karakter, pelatihan bagi para guru, serta program YouTube Health. Yang paling penting adalah pelatihan pembuatan konten edukasi yang telah dipraktikkan langsung di SMKN 27 Jakarta," jelas Pramono.

Pramono berharap kolaborasi strategis ini mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat Jakarta. Ia menekankan pentingnya membangun generasi muda yang sehat secara mental, melek digital, serta memiliki kreativitas tinggi dalam memanfaatkan teknologi.

"Mudah-mudahan kerja sama ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan, kesehatan, dan ekosistem digital yang saat ini berkembang pesat di Indonesia," harapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Hubungan Pemerintah dan Kebijakan Publik YouTube Indonesia dan Asia Tenggara Danny Ardianto menyatakan Jakarta menjadi salah satu prioritas YouTube dalam pengembangan ekosistem digital yang aman dan sehat. YouTube menilai Jakarta memiliki potensi besar sebagai pusat pengembangan literasi digital di Indonesia.

"Kami dari YouTube, bersama Pemprov DKI Jakarta, para akademisi, serta ahli kesehatan mental, kesejahteraan digital, dan remaja, telah meluncurkan program Aksi Anak dan Keluarga Sigap Digital. Program ini bertujuan memberdayakan keluarga Indonesia agar dapat menjelajahi internet secara aman, bertanggung jawab, dan produktif," ujar Danny.

Danny berharap implementasi program di SMKN 27 Jakarta dapat menjadi model yang dapat direplikasi di wilayah lain. Ia menilai program ini mampu membekali komunitas sekolah, kreator konten, dan keluarga dengan perangkat serta pelatihan berstandar global.

"Program ini diharapkan mampu melindungi anak dan remaja, sekaligus membantu mereka berkembang secara positif di dunia digital," pungkas Danny.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.