Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG: Awan Hujan Berpotensi Selimuti NTB Imbas Tekanan Rendah di Australia

📅 Kamis, 29 Jan 2026, 12:21 WIB | Oleh: Tim Penulis
BMKG: Awan Hujan Berpotensi Selimuti NTB Imbas Tekanan Rendah di Australia Doc: ANTARA
Ket. Ilustrasi - Awan hujan menggelayut di langit diamati di Desa Serangan, Denpasar, Minggu (11/1/2026).

MATARAM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk mewaspadai potensi pertumbuhan awan hujan dalam beberapa hari ke depan akibat pengaruh tekanan rendah di bagian utara Australia.

"Jika dilihat perkembangannya untuk beberapa hari ke depan kemungkinan adanya tekanan rendah di Australia bagian utara," kata Ketua Kelompok Kerja Observasi, Data, dan Informasi Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid BMKG NTB, Ari Wibianto, di Mataram, Kamis (29/1).

Ari menjelaskan kemunculan tekanan rendah tersebut dapat membentuk daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin di wilayah selatan Indonesia, termasuk Nusa Tenggara Barat.

Awan-awan hujan yang tumbuh akibat pengaruh tekanan rendah berpotensi terjadi secara merata terutama saat siang hingga malam hari.

Pada 29 Januari sampai 4 Februari 2026, BMKG memprakirakan kondisi cuaca di wilayah Nusa Tenggara Barat umumnya cerah berawan hingga hujan sedang dengan intensitas 20-50 milimeter per hari.

BMKG mengingatkan masyarakat yang beraktivitas di sektor pelayaran, pertanian, dan perikanan agar selalu memantau informasi cuaca terkini dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.

Menurut Ari, meski pusat tekanan rendah berada di luar wilayah Indonesia dan jauh dari Nusa Tenggara Barat, namun dampak anomali cuaca tersebut bisa dirasakan langsung melalui awan-awan hujan yang terbentuk secara cepat dan pola hembusan angin permukaan.

Saat ini BMKG mendeteksi kemunculan Bibit Siklon Tropis 98S di Samudera Hindia sebelah selatan Yogyakarta. Sistem siklonik tersebut bergerak ke selatan hingga tenggara menjauhi wilayah Indonesia.

"Potensi untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 sampai 72 jam ke depan berada pada kategori rendah," pungkas Ari.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.