BBM Langka di Kabupaten Luwu Timur, Pembelian Dibatasi

Kamis, 29 Jan 2026, 08:40 WIB

MAKASSAR - Para pemilik kendaraan baik roda dua maupun roda empat dibatasi pembelian bahan bakar minyaknya (BBM) karena adanya kelangkaan menyusul terputusnya akses menuju wilayah Luwu, Sulawesi Selatan, akibat adanya unjuk rasa pembentukan provinsi baru.

Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam bersama Wakil Bupati Puspawati Husler, Kapolres Luwu Timur AKBP Ario Putranto serta jajaran  Kodim 1403/Palopo di Lutim, Rabu (28/1), meninjau langsung SPBU yang berada di Desa Puncak Indah dan Desa Ussu, Kecamatan Malili.

Ket. Foto: Aparat keamanan berjaga di sebuah SPBU akibat kelangkaan BBM di Kabupaten Luwu Timur. — Sumber: antara foto

"Semoga kondisi ini cepat teratasi sehingga tidak mengganggu aktivitas dan kebutuhan masyarakat,” ujar Bupati.

Irwan Bachri Syam dalam peninjauan itu mengatakan, peninjauan dilakukan sebagai respons atas kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Luwu Timur.

Ia pun berharap permasalahan kelangkaan itu dapat segera teratasi agar aktivitas masyarakat kembali berjalan normal.

Kelangkaan BBM ini bermula dari aksi unjuk rasa di wilayah Luwu Utara tepatnya di Jembatan Baliase dan wilayah Walenrang, Kabupaten Luwu, yang berdampak pada terhambatnya distribusi BBM dan tabung gas LPG ke Kabupaten Luwu Timur.

Saat meninjau SPBU Desa Ussu, salah satu petugas SPBU, Irham, menyampaikan bahwa untuk sementara pihak SPBU memberlakukan pembatasan pengisian BBM.

“Kendaraan roda dua dibatasi hingga Rp50.000, sementara kendaraan roda empat dibatasi hingga Rp200.000 per pengisian, kemungkinan sore ini akan tiba truk tangki selanjutnya,” ucapnya.

Pemerintah Kabupaten Luwu Timur bersama Forkopimda terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait guna memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM dan LPG, serta menjaga situasi tetap kondusif di tengah masyarakat

Sebelumnya, sejumlah massa terus mendesak agar pembentukan Provinsi Luwu Raya segera direalisasikan. Mereka memblokir sejumlah jalan trans sulawesi selama sepekan lebih sebagai bentuk penekanan, tetapi di sisi lain sangat mengganggu aktivitas pengguna jalan serta distribusi logistik serta bahan bakar ke daerah terhambat.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.