Bukan Siklon Senyar, Tapi La Nina! BPBD Pati Peringatkan Banjir dan Longsor Bisa Meningkat

Kamis, 04 Des 2025, 17:00 WIB

PATI - Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati, Jawa Tengah, Martinus Budi Prasetyo mengingatkan warga untuk tetap waspada menghadapi cuaca ekstrem, meski Siklon Tropis Senyar dipastikan tidak mengarah ke wilayah Jawa. 

Risiko meningkatnya curah hujan akibat La Nina dinilai dapat memicu banjir, longsor, hingga sambaran petir di sejumlah titik rawan.

Ket. Foto: Kepala Pelaksana Harian BPBD Pati Martinus Budi Prasetyo. — Sumber: ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif

"Menurut sumber yang ada, Siklon Tropis Senyar diperkirakan tidak sampai ke wilayah Jawa, terutama Pati. Akan tetapi masyarakat tetap harus waspada karena wilayah Pulau Jawa, Bali, dan sekitarnya berpotensi terjadi fenomena La Nina," ucap Martinus Budi Prasetyo di Pati, Kamis.

Ia mengungkapkan fenomena La Nina biasanya ditandai dengan peningkatan curah hujan, sehingga berisiko wilayah tersebut rawan banjir.

Bahkan, kata dia, diprediksi curah hujan selama La Nina bisa naik hingga beberapa persen dibandingkan kondisi normal, sehingga ketika curah hujan tinggi berlangsung lama tentu berpotensi mengakibatkan banjir, tanah longsor, dan genangan air lebih tinggi, terutama di daerah rawan bencana.

Selain waspada dengan bencana alam seperti banjir maupun tanah longsor, kata dia, masyarakat juga patut waspada dengan petir.

"Warga yang beraktivitas di luar rumah ketika curah hujan tinggi, sebaiknya segera mencari tempat yang aman dari sambaran petir," ujarnya.

Hasil pemetaan BPBD Pati sebelumnya sejumlah titik yang memiliki potensi tinggi banjir bandang, meliputi aliran Sungai Widodaren di Kecamatan Jaken dan Batangan, aliran Sungai Godo dari Desa Godo hingga Gunung Panti, wilayah Sinomwidodo, Angkatan Kidul, Angkatan Lor, Paras, dan Tanjunganom Gabus, serta Karangawen, Kecamatan Tambakromo.

Kemudian, kata dia, aliran Sungai Krawen hingga Kota Kayen, terutama di depan RSUD Kayen kerap memicu banjir genangan.

"Demikian halnya aliran Sungai Silugonggo juga berpotensi menimbulkan genangan, ketika debit air dari Sungai Wulan yang saat ini tengah dinormalisasi ternyata tetap mengalami peningkatan debit, sehingga untuk mengurangi beban airnya dialirkan ke Sungai Silugonggo. Mudah-mudahan keandalan Sungai Wulan semakin meningkat sehingga tidak menimbulkan genangan di daerah lain," ujarnya.

Untuk ancaman tanah longsor, BPBD memfokuskan kewaspadaan di Kecamatan Gembong, Klopoduwur, Cluwak, dan Gunungwungkal. Curah hujan tinggi di wilayah tersebut berpotensi memicu pergerakan tanah, terutama di lereng perbukitan.

Sebagai langkah mitigasi, kata dia, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati bekerja sama dengan BNPB dalam penguatan tanggul di aliran Sungai Widodaren, Desa Ketitang Wetan.

Melalui anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT), perbaikan juga dilakukan di aliran Sungai Kedungombo yang kerap menyebabkan limpasan air ke jalur Pantura Batangan-Rembang.

  • bpbd
  • bencana alam
  • la nina
  • banjir dan longsor
  • siklon senyar

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Alfred, Antara

Berita Terbaru

BMKG Catat 235 Gempa Susulan di Flores

Penumpang Rasakan Mobilitas Bandung-Bali Makin Praktis Berkat Reaktivasi Bandara Internasional Husein Sastranegara 

UOB Perkuat Segmen Nasabah Premium dengan Peningkatan Manfaat Kartu Visa

Maskapai Garuda Indonesia Kembali Layani Penerbangan dari Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung

DPRD Kota Bandung: Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Hadapi Berbagai Tantangan

Sungguh Mengenaskan Kabar Duka Ini! Hingga Sabtu Sore, 38 Orang Meninggal Dunia akibat Gempa M 7,7 di NTT

Terus Bertambah! Gempa Dahsyat Flores akibatkan 33 Orang Meninggal

Warga Prancis Dievakuasi dari Jalur Pendakian Gunung Rinjani

Merah Putih Sepanjang 2.026 Meter bakal Dibentangkan di Gunung Dempo

Ratusan Pendaki Bakal Rayakan HUT ke-81 RI di Puncak Gunung Kerinci

Tim SAR Evakuasi Tiga Korban Reruntuhan Bangunan Akibat Gempa NTT

HUT RI, Masuk Ancol Gratis Tanggal 17 Agustus 2026, Buruan Reservasi, Kuota Terbatas!

Penumpang KM Bukit Siguntang Ditemukan Tewas di Perairan Balikpapan

Kodam Udayana Bantu Evakuasi Warga NTT Terdampak Gempa M7,7

Gempa M7,7 Guncang Flores, Polda NTT Bentuk Command Center & Kerahkan Personel

Badan Geologi: Gempa M7,7 di Timur Laut Nagekeo Dipicu Sesar Naik Busur Belakang Flores

BTS Makin Populer di Amerika, Capai Rekor Tertinggi 46% Menurut Survei

PU Kerahkan Alat Berat, Pastikan Akses Jalan NTT Tetap Terbuka Pasca Gempa 7,7 Magnitudo

Apresiasi Puan soal RUU Perampasan Aset, Hardjuno: Partisipasi Publik Perkuat Legitimasi

BNPB: 14 Orang Meninggal Akibat Gempa M7,7 di NTT

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.