HUT ke-213 Garut, Wisata Sejarah Disulap Jadi Daya Tarik Baru

Rabu, 28 Jan 2026, 16:05 WIB

GARUT – Wisata sejarah memiliki peran strategis dalam menjaga memori kolektif bangsa sekaligus memperkuat identitas nasional. Melalui kunjungan ke situs-situs bersejarah, masyarakat tidak hanya menikmati nilai rekreasi, tetapi juga memperoleh pemahaman kontekstual mengenai perjalanan sosial, budaya, dan politik suatu daerah.

Di sisi ekonomi, wisata sejarah mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata berbasis keberlanjutan karena bertumpu pada pelestarian, bukan eksploitasi.

Ket. Foto: Sejumlah pengendara melintas di kawasan perkotaan Kabupaten Garut, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. — Sumber: ANTARA/ Feri Purnama

Oleh karena itu, pengembangan wisata sejarah perlu didukung dengan tata kelola yang baik agar nilai edukatif, budaya, dan ekonomi dapat berjalan seimbang.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut, Jawa Barat menyuguhkan sejumlah agenda wisata sejarah pada perayaan Hari Jadi Ke-213 Garut untuk mengenalkan lebih luas tentang nilai-nilai sejarah Garut kepada masyarakat.

"Kegiatan ini menjadi salah satu edukasi untuk masyarakat Kabupaten Garut," kata Kepala Disparbud Kabupaten Garut Beni Yoga Gunasantika di Garut, Rabu (28/1).

Ia menuturkan saat ini Pemkab Garut sedang menyiapkan rangkaian acara Hari Jadi Garut (HJG) yang puncaknya pada 16 Februari 2026 yang akan diisi dengan kegiatan formal, dan beragam yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

HJG tahun ini, kata dia, mengusung tema "Garut Gumiwang Tanjeur Dangiang" yang akan melibatkan semua instansi pemerintah maupun swasta, dan semua elemen masyarakat yang akan menampilkan sesuatu yang baru untuk memeriahkan HJG.

"Sekarang kita sedang berjalan, nanti ada hal baru, yang akan mewarnai Hari Jadi Garut tahun ini," katanya.

Ia menyebutkan selama ini setiap memperingati HJG dilakukan kunjungan ke Makam Bupati pertama Garut Raden Adipati Aria (RAA) Adiwijaya di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cipeujeuh, Kecamatan Garut Kota.

Tahun ini, lanjut dia, diagendakan akan mengenalkan kepada masyarakat tentang keberadaan makam Bupati Garut ketiga sampai 13, sehingga masyarakat bisa mengetahui dan mengenang jasa-jasanya.

"Ada beberapa makam bupati ada di sini, itu tidak ter-'publish', ada makam Bupati Garut ketiga sampai ketiga belas," katanya.

Ia mengatakan rangkaian kegiatan wisata sejarah lainnya yaitu mengenalkan Titik Nol Garut, kemudian sumur cikal bakal berdirinya Kabupaten Garut, Babancong dan sebagainya.

Kegiatan mempromosikan wisata sejarah itu, kata dia, akan dikemas dengan agenda wisata jalan kaki yang mengelilingi tempat-tempat bersejarah di Kabupaten Garut.

"Kita nanti ada 'event' yang dikerjasamakan dengan komunitas-komunitas ada Walking Garut, wisata jalan kaki mengenalkan peta-peta sejarah atau titik-titik tempat bersejarah di Kabupaten Garut," katanya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.