Antisipasi Risiko Susulan, Pemkab Batang Siapkan Relokasi Warga Pranten

Rabu, 28 Jan 2026, 16:45 WIB

Batang - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, memastikan opsi relokasi 170 keluarga terdampak longsor di Desa Pranten, Kecamatan Bawang sebagai upaya menghindari ancaman bahaya susulan.

Bupati Batang Faiz Kurniawan di Batang, Rabu (28/1), mengatakan bahwa berdasarkan hasil pantauan lokasi terdampak tidak layak lagi dijadikan permukiman.

Ket. Foto: Bupati Batang Faiz Kurniawan (mengacungkan jari) meninjau lokasi longsor di Desa Pranten, Batang, Rabu (28/1). — Sumber: Antara

"Setelah melihat langsung kondisinya, area ini memang tidak layak sebagai hunian. Potensi bahaya longsor sangat besar dan membahayakan keselamatan warga," katanya.

Ia mengatakan pihaknya telah menyiapkan dua skema penanganan yaitu jangka pendek dan jangka panjang.

Untuk penanganan korban terdampak longsor, kata dia, pemerintah daerah fokus memastikan kebutuhan dasar warga di pengungsian agar tetap terjaga sedangkan opsi jangka panjang akan merelokasi sebagai satu-satunya pilihan yang realistis.

"Ya, satu-satunya upaya adalah relokasi. Kalau tetap bertahan di sini maka ancaman longsor akan terus ada setiap musim hujan," katanya.

Menurut dia, saat ini pemerintah daerah tengah mengkaji pemanfaatan lahan bekas Perhutani yang kini dikelola Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) sebagai lokasi hunian baru.

Pemerintah daerah, kata dia, berencana membangun hunian sementara (huntara) sebelum dilanjutkan dengan pembangunan rumah permanen.

"Estimasi awal ada sekitar 20 unit hingga 22 unit rumah yang akan dibangun untuk warga yang paling terdampak dan berisiko tinggi," katanya.

Faiz Kurniawan mengatakan sebenarnya pemerintah sudah memetakan kerawanan longsor namun harus benar-benar dijadikan acuan dalam pemberian izin hunian.

“Kita sudah punya peta potensi longsor dan penataan ruang berbasis mitigasi bencana. Tata ruang seharusnya tidak memberi ruang bagi permukiman di kawasan rawan bencana," katanya.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

Berita Terbaru

PU Siapkan Mobil Tangki dan Hidran untuk Pemenuhan Air Bersih bagi Warga Terdampak Kekeringan di Jateng

Inovasi AQUATERRA Berbasis IoT Dirintis Mahasiswa Unej untuk Integrasikan Budi Daya Ikan dan Pertanian di Kepulauan Seribu

Gempa 4,6 Magnitudo Guncang Ruteng, Manggarai

Tak Perlu Dirikan Anak Perusahaan? Menko Yusril Buka Opsi Baru untuk Pemilik Merek Asing

Dewan Nasional KEK Targetkan Peningkatan Devisa Pariwisata Indonesia pada 2029

Aktivitas Perdagangan Pasar Tradisional di Sikka Berangsur Pulih Pascagempa Flores

Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Gubernur BI

Pelajar Terdampak Karhutla Mulai Kenakan Masker

Program Perintis Berdaya Connect Jadi Strategi Cak Imin Genjot UMKM & Ekraf Naik Kelas

Karhutla Makin Meluas, Kasus ISPA di Kalsel Terus Mengalami Lonjakan

Puluhan Bangunan Liar Dibongkar! Pemkab Bekasi Tertibkan Bantaran Saluran Balong Tua

Newcastle United Bikin Gebrakan! Nico Gonzalez Resmi Diboyong dari Manchester City

Bukan Sekadar Liburan! Wisatawan Padati Kawasan Badui Demi Berburu Durian

Makassar Masuk 10 Hub Digital Indonesia, Peluang Baru Terbuka

Nelayan Sikka Kembali Melaut Setelah Gempa Flores

Bank Mandiri Pastikan Rekening Botok Kembali Aktif

Ormas Jangan Cuma Eksis! Wali Kota Minta Hadirkan Solusi Nyata bagi Masyarakat

Warga Bakal Makin Mudah Dapat Informasi! Ini Gebrakan Pemkab Deli Serdang

Banjir Bandang di Perbatasan Nepal-Tibet Tewaskan Sedikitnya 160 Orang, Ratusan Masih Hilang

Kapolda Kalsel Ungkap Strategi Baru Lawan Karhutla, Kolam Bioflok Jadi Kunci

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.