Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia Dinilai Perlu Kawasan Industri Khusus Perfilman

📅 Selasa, 27 Jan 2026, 20:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Indonesia Dinilai Perlu Kawasan Industri Khusus Perfilman Doc: Antara
Ket. Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga saat memimpin RDP Panitia Kerja Kreativitas dan Distribusi Film Nasional Komisi VII DPR bersama Eselon 1 Kemenekraf yang diikuti secara daring, Selasa (27/1).

Jakarta - Wakil Ketua Komisi VII DPR Lamhot Sinaga mengatakan Indonesia perlu memiliki kawasan industri perfilman untuk mendukung sektor film yang memiliki sisi ekonomi yang cukup menjanjikan.

“Kita kan nggak punya kawasan industri film. Ya, katakanlah seperti mirip-mirip Hollywood misalnya gitu, ada sebuah kawasan, disitu misalnya ada Istana, misalnya ada gerbong kereta. Jadi ketika orang bikin film, nggak perlu kemana-mana, cukup di kawasan film itu aja,” kata Lamhot saat memimpin RDP Panitia Kerja Kreativitas dan Distribusi Film Nasional Komisi VII DPR bersama Eselon 1 Kemenekraf yang diikuti secara daring, Selasa (27/1).

Lamhot mengatakan pengadaan kawasan industri perfilman ini perlu dipikirkan pemerintah agar produksi film Indonesia semakin beragam dan tidak kesulitan mencari tempat untuk syuting. Kawasan industri ini nantinya bisa dikelola swasta atau pemerintah daerah untuk disewakan.

Selama ini, film Indonesia yang tayang meskipun lokasi syuting berada di daerah Indonesia namun masih belum mendapatkan apresiasi dan tidak menonjolkan sisi daerahnya.

Selain itu, segmentasi pasar film Indonesia juga masih berubah-ubah tergantung genre filmnya sehingga belum ada ciri khas yang spesifik yang mencerminkan film Indonesia seperti halnya Hollywood atau Bollywood.

Lamhot mengatakan sektor perfilman Indonesia juga harus sehat untuk menghidupi kreator atau sineas yang membutuhkan hak ekonominya dari sektor ini.

“Oleh karena itu hanya dengan berkompetisi sehatlah ekosistem perfilman kita ini bisa tumbuh dan berkembang, dan pada akhirnya itu bisa menjadi instrumen ekonomi baru seperti yang disampaikan oleh Ekraf Mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya.

Sementara itu, Lamhot juga menyoroti sisi edukatif film Indonesia yang masih sangat rendah namun tetap diminati. Ia mendorong film-film Indonesia lebih mengedepankan kepentingan bangsa dan negara melalui kreativitas konten dan juga kualitas film.

Sehingga masyarakat yang menonton film tidak hanya dihibur oleh kontennya namun juga ada pesan sosial yang edukatif seperti tema kebangsaan, kisah heroik atau budaya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.