BMKG: Gempa Magnitudo 5,7 di Pacitan Terasa hingga ke Bali
Selasa, 27 Jan 2026, 11:24 WIBDENPASAR â Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan gempa bumi dengan magnitudo 5,7 di Pacitan, Jawa Timur, terasa hingga ke beberapa wilayah di Bali yakni Denpasar, Kuta, dan Karangasem.
"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," kata Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, melalui keterangannya diterima di Denpasar, Bali, Selasa (27/1).
Berdasarkan data BMKG, gempa bumi tektonik itu terasa di Denpasar, Kuta, dan Karangasem, dalam skala intensitas (MMI) II-III, yakni getaran dirasakan nyata dalam rumah dan terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.
Dengan skala intensitas yang sama, kata dia, getaran juga dirasakan di Madiun, Jember, dan Mojokerto.
Sedangkan daerah Pacitan, Karangkates, Tulungagung, lanjutnya, dengan skala intensitas III-IV MMI yaitu dirasakan oleh orang banyak dalam rumah.
Kemudian di daerah Malang, Nganjuk, Ponorogo, dan Blitar, dengan skala intensitas III MMI yakni getaran dirasakan nyata dalam rumah dan terasa getaran seakan-akan ada truk melintas.
Selain itu BMKG juga mendata getaran di Pacitan itu juga dirasakan di Yogyakarta, Bantul, Sleman, Kulon Progo, Purworejo, Semarang, Pasuruan, dan Mataram, dengan skala intensitas II yakni getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Hingga saat ini, lanjut dia, belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.
Sementara itu salah satu warga Denpasar, Agung Ayu merasakan gempa bumi tersebut beberapa detik karena dirinya saat itu sedang berada di lantai empat salah satu gedung rumah sakit. Meski merasakan gempa bumi, namun dirinya tidak menjadi panik.
"Lumayan kaget, benar tidak itu gempa. Ternyata setelah cek BMKG ternyata ada gempa, tapi bukan pusat di Bali," katanya.
Sebelumnya, gempa bumi terjadi pada pukul 09.20 WITA pada Selasa memiliki magnitudo yang diperbarui mencapai 5,7 dari semula 5,5 dan berlokasi di darat 24 kilometer arah Tenggara Pacitan, Jawa Timur, pada kedalaman 122 kilometer.
Episentrum gempa bumi terletak pada koordinat 8,18 derajat Lintang Selatan (LS) dan 111,33 derajat Bujur Timur (BT).
Daryono menambahkan gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam lempeng.
Hasil analisis mekanisme sumber, ucap dia, menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
- BMKG
- Gempa Magnitudo
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Dari Kampus ke Dunia Bisnis, J&T Express Buka Peluang bagi Wirausahawan Muda
-
Selangkah Lagi, Trump Sebut Kesepakatan Damai AS–Iran Tinggal Hitung Hari
-
Krisis Avtur AS: Pengeluaran Maskapai Tembus 78 Persen
-
Diversifikasi Sumber Pembiayaan dan Investasi, Menkeu Purbaya Jajaki Pelaku Pasar Tiongkok
-
Kemnaker Buka Pendaftaran Program Pemagangan Jepang dan Pelatihan Kaigo.
-
Dibintangi Tretan Muslim, Film "Foufo" Padukan Kisah Alien dengan Drama Keluarga Madura
-
Warga Bekasi Diminta Siapkan Penampungan Air bila Sewaktu-waktu Bantuan Air Datang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.