Jalur Pendakian Gunung Rinjani via Senaru Dibuka Lagi Pasca Karhutla

Sabtu, 03 Okt 2026, 10:30 WIB

MATARAM - Pendakian Gunung Rinjani jalur Senaru Kabupaten Lombok Utara kembali dibuka setelah sebelumnya ditutup sementara dampak kebakaran hutan di kawasan tersebut.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Nusa Tenggara Barat (TNGR), Astekita Ardiarsito, di Mataram, Sabtu (3/10), mengatakan setelah melalui proses pemadaman kebakaran hutan serta evaluasi dan assessmen bersama stakeholder, jalur wisata pendakian Senaru Taman Nasional Gunung Rinjani dinyatakan dapat dibuka kembali.

Ket. Foto: Jalur pendakian gunung Rinjani. — Sumber: BPBD NTB via RRI

"Jalur pendakian Senaru dibuka kembali mulai 3 Oktober 2026," katanya.

Ia menjelaskan pembukaan dilakukan setelah dipastikan kondisi api telah padam serta dilakukan pengecekan terhadap sarana dan prasarana pendakian demi keamanan dan keselamatan pengunjung.

"Para wisatawan yang akan melakukan pendakian bisa melakukan registrasi secara online melalui aplikasi eRinjani," ujarnya.

Dengan dibukanya kembali jalur Senaru, lima jalur wisata pendakian TN Gunung Rinjani kembali beroperasi secara normal di antaranya Sembalun, Senaru, Tibanuh, Tetebatu, Aik Berik.

"Saat ini ada lima jalur pendakian yang dibuka," katanya.

Sebelumnya, kebakaran hutan di jalur pendakian Senaru dan Torean mengakibatkan kebakaran permukaan dengan bahan bakar hutan cemara gunung, semak belukar, perdu, rumput, savana pegunungan, dedaunan kering, dan vegetasi bawah lainnya.

"Berdasarkan pemantauan sementara sampai 29 September 2026, luas areal terdampak mencapai 1.098,75 hektare dan tidak terdapat titik api baru/meluas," katanya.

"Angka masih estimasi sementara dan akan diperbarui berdasarkan pemantauan lapangan, dokumentasi drone, dan verifikasi batas areal," ujarnya.

Ia mengatakan pemantauan kondisi kebakaran di kawasan tersebut dilakukan via drone dari jarak 350 meter. Titik api tersisa berupa pohon berdiri yang sudah terbakar sebelumnya, dalam kondisi terisolasi dan tidak merambat.

"Tim tetap siaga antisipasi penyalaan kembali. Pengawasan diperkuat via patroli dan pemeriksaan barang bawaan," katanya.

Kebakaran hutan di Bukit Setampol, Resor Torean, Gunung Rinjani Lombok tersebut terjadi pada Selasa, 22 September 2026.

  • Pendakian Gunung Rinjani

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.