Pasar Pagi Kuala Simpang: Bangkit Pelan di Tengah Sisa Banjir

Minggu, 25 Jan 2026, 22:30 WIB

ACEH TAMIANG – Pagi itu, denyut kehidupan perlahan kembali terasa di Pasar Pagi Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang.

Setelah beberapa waktu sunyi akibat banjir, satu per satu kios mulai terbuka. Bau sayur segar, ikan laut, dan bumbu dapur kembali bercampur dengan suara tawar-menawar yang sempat menghilang.

Ket. Foto: Suasana di Pasar Pagi Kuala Simpang di Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (24/1/2026). — Sumber: ANTARA/Harianto

Para pedagang datang lebih awal, membersihkan lapak yang masih menyisakan jejak air bah. Tidak semua kios langsung penuh, namun kehadiran mereka menjadi tanda bahwa roda ekonomi mulai bergerak lagi.

Di lorong pasar, warga tampak berbelanja kebutuhan pokok—sekadar untuk memasak hari ini dan esok—meski pengeluaran masih dijaga ketat.

Daya beli memang belum sepenuhnya pulih. Banyak pembeli memilih belanja seperlunya, menyesuaikan kondisi keuangan pascabencana.

Namun bagi para pedagang, kembalinya pembeli sudah menjadi harapan besar. Pasar yang kembali hidup memberi keyakinan bahwa perlahan, kehidupan akan kembali normal.

Di Pasar Pagi Kuala Simpang, pemulihan tak selalu ditandai angka dan grafik. Ia hadir lewat kios yang kembali terbuka, senyum sederhana antara pedagang dan pembeli, serta keyakinan bahwa setelah banjir, selalu ada kesempatan untuk bangkit.

Nurlia Tullaila salah seorang warga asal Kampung Sriwijaya, Kuala Simpang, yang ditemui di sela belanja pasar di Aceh Tamiang, Sabtu (24/1), mengaku dirinya rutin berbelanja di Pasar Kuala Simpang untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga setelah kondisi pasar kembali dibuka normal.

"Sekarang senanglah, harga arang-barang sudah normal, kebutuhan pun sudah ada semua. Kalau kemarin-kemarin kan belum ada, apa pun belum ada cuma sayuran saja sama ikan, itu mahal-mahal. Tapi alhamdulillah lah sekarang sudah normal," kata Nurlia.

Ia mengatakan harga kebutuhan pokok kini relatif stabil dibandingkan awal pascabanjir, ketika pasar belum sepenuhnya beroperasi dan pedagang berjualan di pinggir jalan dengan harga cenderung lebih mahal.

Menurut Nurlia, komoditas seperti cabai rawit dan sayuran sempat mengalami lonjakan harga, namun kini berangsur turun, dengan cabai rawit yang sebelumnya mencapai Rp20.000 kini turun menjadi sekitar Rp12.000 seperempat kilogram.

Turunnya harga kebutuhan pokok tersebut disambut baik warga, karena kondisi ekonomi pascabanjir masih membutuhkan banyak biaya untuk membersihkan rumah dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Ia juga mengungkapkan bantuan sembako dari pemerintah, berupa beras, gula, minyak goreng, dan kebutuhan lainnya, sangat membantu sehingga warga sementara hanya membeli lauk-pauk dan sayuran di pasar.

Nurlia berharap kondisi pasar terus stabil dan pasokan barang lancar, agar harga tetap terjangkau serta aktivitas ekonomi masyarakat Aceh Tamiang dapat kembali pulih sepenuhnya pascabencana.

Ia juga berharap ke depan bencana banjir serupa tidak kembali terjadi, mengingat dampak besar yang dirasakan, mulai dari kerusakan rumah hingga kesulitan memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Wais Alkarni pedagang sembako di pasar itu mengaku mulai membuka kios dan berjualan sejak banjir surut, setelah sebagian besar barang dagangan berhasil diselamatkan ke lantai dua kiosnya.

"Kita mulai jualan dari surut banjir, pertengahan Desember (2025) itu udah jualan karena menghabiskan barang, barang-barang yang kena banjir pun habis (terjual) karena tidak ada barang," kata Wais.

Sejumlah barang seperti gula, minyak goreng, telur, dan kacang-kacangan sempat rusak terendam banjir, namun tetap terjual karena pasokan dari Medan terhenti dan masyarakat membutuhkan barang kebutuhan mendesak.

Harga kebutuhan pokok sempat melonjak tajam tiga hari setelah banjir surut akibat kelangkaan barang, sebelum perlahan kembali normal, meski beberapa komoditas seperti minyak goreng masih relatif tinggi.

Menurut Wais, harga telur yang sempat mencapai Rp75 ribu per rak, kini turun ke kisaran Rp50–52 ribu rak, sementara beras justru menurun karena banyaknya bantuan sembako diterima warga.

Menurutnya meski pasar mulai ramai, daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih karena stok bantuan masih tersedia di rumah warga serta akses jalan dari perkampungan menuju kota masih terbatas.

Wais berharap perbaikan infrastruktur jalan segera dipercepat agar distribusi barang lancar, harga stabil, dan aktivitas ekonomi Pasar Aceh Tamiang kembali normal sepenuhnya dalam waktu dekat.

Hendi Hidayat pedagang sayuran mengaku mulai membuka kiosnya sejak surutnya air di dua minggu setelah bencana banjir melanda wilayah itu.

Hendi menjajakan dagangannya mulai cabai cabai merah keriting seharga Rp24 ribu per kilogram, bawang putih Rp38 ribu per kilogram dan berbagai jenis komoditas pangan lainnya.

Selain itu, sejumlah pedagang lainnya juga telah membuka tokonya seperti tokoh pakaian. Lalu kawasan pertokoan yang berada depan pasar itu juga membuka tokonya seperti alat-alat kelistrikan termasuk barang pecah bela

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

BNPB Evakuasi Lansia Korban Gempa Pulau Palue ke RSUD Maumere, Begini Kondisinya

Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor? Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Senin

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.