Wali Kota Bandung Tegaskan Pentingnya Ruang Digital Aman dan Produktif bagi Remaja
Minggu, 21 Des 2025, 15:20 WIBBANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan meyakini platform digital di Indonesia memberi manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Platform digital diharapkan mampu mencerdaskan, meningkatkan kualitas, serta mendorong produktivitas warga negara.
Kendati demikian, perlu adanya literasi dari generasi muda terkait platform digital. Hal tersebut disampaikan Farhan pada kegiatan #SalingJagaTunasBangsa yang digelar di Hotel Mercure, Jumat (19/12) lalu.
âKami berupaya untuk memastikan bahwa platform digital yang ada di Indonesia benar-benar membawa manfaat. Pertama membuat warga lebih cerdas, kedua lebih berkualitas, dan ketiga lebih produktif,â ujar Wali Kota Farhan.
Kegiatan #SalingJagaTunasBangsa bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya remaja dan keluarga, dalam mengawal ruang digital agar lebih aman, konstruktif, dan berdampak positif.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkodigi), BPSDM, serta TikTok Indonesia, dengan melibatkan komunitas baik skala nasional maupun lokal.
Wali Kota Farhan mengatakan, kemajuan teknologi digital harus diiringi dengan perlindungan terhadap kelompok rentan, terutama anak-anak.
âDalam konteks #SalingJagaTunasBangsa, kita harus benar-benar mengedepankan perlindungan anak. Karena kemajuan teknologi sering kali dua langkah lebih cepat dibanding regulasi,â ungkap Wali Kota Farhan.
Terkait perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), Wali Kota Farhan menilai AI tidak sekadar hiburan semata.
âAI yang hebat itu bukan hanya yang bisa membuat foto kita jadi lebih geulis. Itu menghibur. Tapi AI yang paling hebat adalah yang bisa membaca perilaku, karena datanya sangat besar,â kata dia.
Menurut Wali Kota Farhan, literasi digital menjadi kunci agar masyarakat mampu memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari inovasi.
âInovasi itu bukan selalu menciptakan hal baru, tapi juga memberi nilai tambah pada sesuatu yang sudah ada,â ujar dia.
Sebagai bentuk komitmen, Pemerintah Kota Bandung menghadirkan inovasi Senandung Perdana, sebuah program yang melibatkan keluarga dan masyarakat dalam pencegahan serta mitigasi risiko kekerasan terhadap anak dan perempuan.
âAnak dan perempuan adalah kelompok rentan, bersama penyandang disabilitas dan lansia. Bahkan ada yang memiliki kerentanan ganda, seperti anak disabilitas atau perempuan lansia disabilitas,â tutur Wali Kota Farhan.
Sementara itu, Head of Public Policy and Government Relations TikTok Indonesia, Hilmi Adriantio, mengatakan TikTok hadir sebagai ruang kreativitas dan hiburan dengan misi memberikan inspirasi serta kebahagiaan bagi penggunanya.
âDi Indonesia, TikTok telah digunakan oleh lebih dari 160 juta pengguna setiap bulan. Mereka datang untuk berekspresi, belajar hal baru, mengembangkan bisnis, hingga menemukan hobi yang memperkaya keseharian,â kata Hilmi.
Dengan pertumbuhan komunitas yang semakin besar, TikTok menempatkan keselamatan remaja sebagai prioritas utama.
âKeamanan pengguna remaja adalah fokus utama kami. Remaja adalah titik awal tumbuhnya para kreator, sehingga kami merasa ini adalah tanggung jawab besar kami,â ujar dia.
Hilmi menjelaskan, TikTok terus meningkatkan fitur keamanan serta melakukan edukasi literasi digital bagi remaja, orang tua, dan pemangku kepentingan.
âKami mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Bandung dan Kemenkomdigi dalam kegiatan Saling Jaga Tunas Bangsa untuk menciptakan ekosistem digital yang aman dan positif bagi generasi emas Indonesia,â kata dia.
Untuk melindungi remaja, TikTok menyediakan berbagai fitur keamanan seperti Panduan Komunitas, Family Pairing yang memungkinkan orang tua menautkan akun dengan akun anak, serta kebijakan batas usia yang ketat.
Selain itu, TikTok bekerja sama dengan Sejiwa Foundation dan Yayasan Keluarga Kita melalui berbagai kegiatan edukasi offline dan online.
âPada 2024 kami melibatkan lebih dari 600 orang tua, remaja, dan guru. Di tahun 2025 meningkat menjadi lebih dari 1.000 peserta. Bahkan lebih dari 6.000 orang tua di enam wilayah Indonesia ikut serta dalam rangkaian edukasi,â ungkap Hilmi.
Ia menegaskan, temuan dari berbagai kegiatan tersebut menunjukkan bahwa remaja masih sangat membutuhkan arahan dan dukungan orang tua dalam kehidupan digital mereka.
âPeran keluarga sangat penting. Karena itu kami bersinergi dengan Pemerintah Kota Bandung dan Kemenkomdigi untuk mendukung sosialisasi PP Tunas dan menciptakan ruang digital yang lebih aman bagi remaja,â pungkas dia. ils/I-1
- Pemkot Bandung
- TikTok
- Ruang Digital
- Wali Kota Bandung Muhammad Farhan
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
PT PLN (Persero) Dukung Kegiatan Kejuaran Dunia Taekwondo di Uzbekistan 2026
-
Luis Enrique Tabuh Genderang Perang: Akui Bayern Konsisten, Tapi Tegaskan Skuad PSG Tak Terkalahkan
-
Wali Kota: Grand Design Kependudukan Jadi Panduan Bandung Menuju 2045
-
Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur
-
Sultan Instruksikan Penutupan Daycare Ilegal demi Perlindungan Anak di DIY
-
Kota Bandung dan Kotawaringin Timur Jalin Kerja Sama untuk Tingkatkan PAD dan Digitalisasi Layanan
-
Harga Emas Per Gram di Pegadaian pada Awal Mei: UBS Rp2.811.000, Galeri24 Rp2.786.000, dan Antam Rp2.880.000
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.