Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dedi Mulyadi Mengusulkan Penataan Kawasan Karangligar Menjadi Danau Penampung untuk Mengatasi Banjir Tahunan.

📅 Sabtu, 24 Jan 2026, 22:00 WIB | Oleh:
Dedi Mulyadi Mengusulkan Penataan Kawasan Karangligar Menjadi Danau Penampung untuk Mengatasi Banjir Tahunan. Doc: Antara Foto
Ket. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menawarkan solusi permanen untuk mengatasi banjir abadi di Desa Karangligar, Kabupaten Karawang, dengan merelokasi warga, dan mengubah kawasan tersebut menjadi danau penampung air.

Langkah ini diambil mengingat posisi geografis Karangligar yang berada di area cekungan, sehingga upaya teknis apa pun dinilainya tidak akan membuahkan hasil selama pemukiman tetap berada di titik terendah tersebut.

"Saya sampaikan kalau yang di cekungan Karangligar itu sampai kapan pun gak akan pernah selesai (banjir) karena itu cekungan, maka tawaran yang terbaik adalah relokasi," ujar Dedi yang akrab disapa KDM itu di Bandung, Jumat.

Dengan menjadikan area pemukiman lama sebagai danau buatan, kapasitas parkir air di Karawang diharapkan Dedi meningkat secara signifikan, sekaligus mengurangi beban aliran sungai di sekitar sana yang selama ini dikelola oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

Sebagai model relokasi masa depan, Dedi mengusulkan konsep rumah panggung ekstrem. Ia merujuk pada proyek percontohan 10 unit rumah yang sebelumnya ia bangun dengan ketinggian lantai 2,5 meter dari permukaan tanah, namun dalam banjir Karawang kali ini juga tak lepas dari rendaman air.

Sebaiknya Anda baca juga:

Khusus, untuk Karangligar, Dedi mengusulkan standar ketinggian yang lebih radikal guna memastikan hunian tetap kering meski banjir besar melanda kawasan sekitarnya.

"Lantai atasnya kan tidak terendam, artinya konsep itu bisa dikembangkan. Nah dari contoh 10 itu ternyata kalau sekarang masih ada terendam di bagian bawahnya, ke depan, lantai bawahnya, tiangnya jangan lagi 2,5 meter, (tapi) 4 meter," ucap Dedi.

Akan tetapi, Dedi mengungkapkan pihaknya saat ini mengalami kendala besar dalam relokasi yang ternyata bukan pada ketersediaan lahan atau anggaran, melainkan pada inkonsistensi sikap masyarakat terdampak.

Ia menyebut ada pola psikologis di mana keinginan warga untuk pindah sangat tinggi saat bencana terjadi, namun surut seketika saat air mengering.

"Ini kan problem. Jadi saya dengan bupati sudah sepakat, pak bupati juga menyampaikan ke saya, gak ada jalan lain pak harus relokasi," katanya.

Ia menduga keengganan warga untuk berpindah secara permanen dipicu oleh kondisi fisik bangunan rumah mereka yang saat ini sudah tergolong bagus dan permanen, sehingga berat untuk ditinggalkan.

Tapi, Dedi memastikan bahwa koordinasi dengan pemerintah daerah setempat dan instansi terkait terus diperkuat agar penanganan banjir di Karawang tidak lagi bersifat darurat tahunan, melainkan penyelesaian tuntas secara struktural.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menyebutkan banjir akibat meluapnya dua sungai besar yakni Citarum dan Cibeet, telah merendam ribuan rumah di 26 desa.

"Banjir di Karawang sudah berlangsung sejak beberapa hari dan kini daerah yang terdampak semakin meluas, karena meluapnya air Sungai Citarum dan Cibeet, serta sungai lainnya," kata Wakil Bupati (Wabup) Karawang Maslani di Karawang, Senin (19/1).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

24 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.