Banjir Serang Meluas, Banyak Desa Terisolasi karena Jalan Terputus
Sabtu, 24 Jan 2026, 21:27 WIBSERANG â Banjir di Serang, Banten, terus meluas hingga banyak desa terisolasi karena jalan putus. Banjir akibat luapan Sungai Cibereum memutus akses jalan utama sepanjang satu kilometer di Kampung Nusa, Desa Parakan, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Banten, sehingga menyebabkan puluhan kepala keluarga di wilayah tersebut terisolasi.
Nuriyadi Hakiki, salah seorang warga Kampung Nusa di Serang, Sabtu, mengatakan banjir dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter tersebut telah terjadi sejak Rabu (21/1).
"Ini banjir yang ketiga kalinya dan yang paling parah. Di RT 01 ada 70 Kepala Keluarga (KK). Tidak semua rumah terendam, namun dampaknya akses kami tertutup semua, warga tidak bisa ke mana-mana," ujar Nuriyadi.
Menurut dia, seluruh akses keluar masuk kampung, khususnya jalur utama Majasari-Nusa, lumpuh total. Padahal, jalur tersebut merupakan akses vital yang digunakan warga untuk berangkat dan pulang bekerja.
Ia menjelaskan, meskipun saat ini debit air yang sempat masuk ke rumah-rumah warga sudah mulai surut, akses jalan diperkirakan masih belum bisa dilalui kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, hingga tiga hari ke depan.
"Arah ke sini tertutup, arah ke sana tertutup. Walaupun air surut, mungkin butuh tiga hari lagi akses jalan baru bisa lewat," katanya.
Untuk mobilitas darurat, warga saat ini mengandalkan bantuan satu unit perahu karet dari petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Polsek setempat. Namun, Nuriyadi menilai jumlah tersebut belum memadai mengingat banyaknya warga yang membutuhkan akses penyeberangan.
"Syukurlah ada bantuan perahu, cuma satu perahu itu tidak cukup buat warga karena ini akses utama," tambahnya.
Terkait bantuan logistik, warga mengaku sejauh ini baru menerima bantuan dari Kepala Desa Parakan yang ditujukan bagi warga terdampak. Warga berharap adanya perhatian lebih lanjut dari pemerintah daerah mengingat aktivitas ekonomi mereka terganggu akibat terputusnya akses jalan.
Banjir Tol
Sebelumnya, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Tangerang, Polda Banten menyebut genangan air yang melanda di ruas Tol Tangerang-Merak tepatnya di KM 38 Balaraja Barat, Sabtu sempat mengganggu arus lalu lintas kendaraan menuju Jakarta.
Kasat Lantas Polresta Tangerang AKP Zaeni Aji Bakhtiar di Tangerang, membenarkan terkait adanya genangan air di ruas tol tersebut.
Namun, katanya, berdasarkan pemantauan di lapangan saat ini situasi genangan tersebut sudah berangsur surut, sehingga arus lalu lintas sudah kembali normal.
"Tepatnya di KM 38 arah Jakarta sebelumnya sempat terganggu akibat genangan air," jelasnya.
Ia bilang, kondisi genangan air yang melanda jalur Tol Tangerang-Merak sebelumnya terdapat dua jalur yang terdampak dengan ketinggian sekitar 30 centimeter.
Kendati demikian, arus kendaraan dari arah Merak menuju Jakarta mengalami pelambatan dan sedikit tersendat.
"Situasi terkini kendaraan yang ke arah Jakarta sudah normal," katanya.
Ia menambahkan, sebagai mengantisipasi dampak penguraian kendaraan akibat genangan air di tol tersebut, maka pihaknya menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas.
Dimana, petugas kepolisian telah disiagakan di beberapa titik pertemuan antara lain Pintu Tol Balaraja Timur dan Barat serta di lokasi perbaikan jalan alteri tepatnya di KM 22 dan KM 30 Jalan Raya Serang.
- Banjir Bandang
- Banjir Serang
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Dapur Umum untuk Warga Terdampak Banjir Bandang di Situbondo
-
Bantai Rival Papan Atas 5-0, Leipzig Kirim Pesan Teror ke Puncak Klasemen Bundesliga
-
Banjir Bandang Kembali Landa Desa Jamali, Cianjur, 15 Rumah Rusak Berat dan 15 Rumah Lain Rusak Sedang
-
Rupiah Hari Ini Tersungkur! Ancaman Blokade AS ke Teluk Oman Picu Kepanikan Pasar
-
Pembersihan material pascabanjir bandang di Demak
-
Tiket Masuk Kawasan Wisata Cibodas Gratis
-
Kali Cijayanti Meluap, Ratusan Rumah Warga Babakanmadang Bogor Terendam Banjir
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.