Pariwisata Nasional Melesat, Daya Tarik Indonesia Makin Kinclong di Mata Wisman
Jumat, 23 Jan 2026, 13:55 WIBJAKARTA â Penguatan daya tarik pariwisata nasional menjadi kunci strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan devisa negara, dan memperkuat citra Indonesia di kancah global.
Dengan mengembangkan destinasi yang unik, aman, dan ramah pengunjung, serta memadukannya dengan inovasi digital, event tematik, dan pengalaman budaya yang otentik, pariwisata tidak hanya menjadi sumber pendapatan, tetapi juga sarana pemberdayaan masyarakat lokal dan pelestarian budaya.
Secara analitis, investasi pada promosi, infrastruktur, dan kualitas layanan wisata mampu memperluas basis wisatawan, meningkatkan lama tinggal dan pengeluaran per kunjungan, serta menciptakan efek multiplikasi positif bagi sektor ekonomi lain, sehingga daya saing pariwisata nasional meningkat secara berkelanjutan.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyatakan daya tarik pariwisata nasional terus menguat di mata wisatawan mancanegara (wisman) dan hal itu ditandai dengan pertumbuhan sektor pariwisata yang tumbuh positif.
âCapaian ini menunjukkan bahwa strategi pemasaran dan promosi yang kami jalankan berjalan efektif dan tepat sasaran," kata Widiyanti dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (23/1).
Dalam Rapat Kerja Bersama Komisi VII DPR di Jakarta, Rabu (21/1), Widiyanti menyampaikan bahwa peningkatan kunjungan wisatawan juga menjadi pengungkit utama capaian devisa nasional.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada periode Januari hingga November 2025, total kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 13,98 juta kunjungan. Pada periode yang sama tahun 2024 tercatat 12,66 juta kunjungan.
Sekitar 72 persen dari total kunjungan tersebut berasal dari negara-negara pasar utama yang menjadi fokus promosi Kementerian Pariwisata. Malaysia menjadi kontributor terbesar dengan porsi sekitar 17 persen dari total kunjungan wisatawan mancanegara.
Menteri Pariwisata Widiyanti juga memproyeksikan setelah tabulasi final BPS pada Februari 2026, jumlah kunjungan wisman sepanjang 2025 diperkirakan mencapai 15,3 juta kunjungan, melampaui target Rencana Kerja Pemerintah (RKP) yang ditetapkan sebesar 15 juta kunjungan.
âSelama tiga triwulan pertama 2025, devisa pariwisata Indonesia tercatat mencapai 13,82 miliar dolar Amerika Serikat,â katanya.
Pencapaian itu juga berpotensi memperkuat posisi neraca sektor pariwisata secara berkelanjutan.
Dari sisi pergerakan wisatawan nusantara, sepanjang Januari hingga November 2025, jumlah perjalanan wisatawan nusantara telah mencapai 1,09 miliar perjalanan. Angka ini melampaui target 1,08 miliar perjalanan dan menjadi pencapaian tertinggi sepanjang sejarah pencatatan.
âHal ini menunjukkan bahwa pariwisata domestik memiliki resiliensi yang sangat kuat dan menjadi penopang utama sektor pariwisata nasional,â ujarnya.
Hal lain yang disampaikan yakni pada aspek ketenagakerjaan di sepanjang 2025 sektor pariwisata sudah menyerap sebanyak 25,91 juta tenaga kerja. Sejalan dengan misi kementerian yang ingin memperkuat sumber daya manusia sebagai fondasi utama pembangunan pariwisata.
âKami meyakini bahwa sumber daya manusia adalah pusat dari pembangunan pariwisata. Karena itu, kami tidak hanya mendorong peningkatan kuantitas tenaga kerja, tetapi juga kualitas melalui berbagai program pelatihan, sertifikasi, dan peningkatan kompetensi,â kata Widiyanti.
Sepanjang 2025, pariwisata Indonesia juga meraih sejumlah penghargaan nasional dan internasional. Salah satunya, Bali terpilih sebagai destinasi terbaik dunia versi TripAdvisor.
Kementerian Pariwisata berkomitmen melanjutkan dan memperkuat program-program unggulan pada 2026 seperti peningkatan keselamatan berwisata, pengembangan desa wisata, pariwisata berkualitas, penguatan program Event by Indonesia, serta implementasi Tourism 5.0 yang pada tahun ini difokuskan pada digitalisasi perizinan event.
Upaya lain yang dilakukan yakni menjalankan pelatihan dan sertifikasi berbasis kompetensi dengan target fasilitasi pelatihan dan sertifikasi bagi 1.900 orang. Selain itu, pelatihan sumber daya pariwisata pariwisata pada aspek soft skills, managerial skills, dan pariwisata berkelanjutan ditargetkan menjangkau 2.090 orang di 38 provinsi.
Pendidikan vokasi melalui enam Politeknik Pariwisata juga ditargetkan menghasilkan 2.950 lulusan.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Finnet Dukung Sistem Pembayaran QRIS Hingga Mancanegara
-
Madiun Gercep Bangun SPPG untuk Gugah Ekonomi dan Gizi Warga
-
Kerja Bakti Massal DKI, Gubernur Pramono: Tak Mau Masuk Gorong-gorong yang Bekerja Pikiran dan Otaknya
-
Hiu Tutul Terdampar di Pantai Jember
-
Sikapi Efisiensi Anggaran, Pemprov Kaltim Perkuat Fiskal dan Swasembada Pangan
-
Pemkab Natuna Pasarkan Kerajinan Tikar dan Anyaman Rotan ke Wisman
-
Bali United Kantongi Lisensi Tampil di Liga Asia dan Liga 1
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.