Jejak Tangan Gua Sulawesi Diduga Seni Tertua Dunia, Usianya 67 Ribu Tahun

Jumat, 23 Jan 2026, 01:00 WIB

NEW YORK - Jejak tangan di dinding gua di daerah Indonesia yang sebagian besar belum dijelajahi mungkin merupakan seni cadas tertua yang dipelajari hingga saat ini, yang berasal dari setidaknya 67.800 tahun yang lalu.

Jejak berwarna cokelat muda yang dianalisis oleh para peneliti Indonesia dan Australia di Pulau Sulawesi dibuat dengan meniupkan pigmen ke atas tangan yang diletakkan di dinding gua, sehingga meninggalkan garis luar. Beberapa ujung jari juga diubah bentuknya agar terlihat lebih runcing.

Ket. Foto: Foto yang dirilis oleh Maxime Aubert dari Universitas Griffith Rabu (21/1), menunjukkan lukisan gua prasejarah di Sulawesi. — Sumber: AFP/Maxime Aubert / Universitas Griffith

Bentuk seni prasejarah ini menunjukkan bahwa pulau di Indonesia tersebut merupakan rumah bagi budaya seni yang berkembang pesat. Untuk mengetahui usia lukisan-lukisan tersebut, para peneliti menentukan usia lapisan mineral yang terbentuk di atas karya seni tersebut.

Setelah melihat studi baru tersebut, ahli paleoantropologi independen Genevieve von Petzinger mengatakan bahwa ia "mengeluarkan sedikit jeritan kegembiraan".

"Ini sesuai dengan semua yang selama ini saya pikirkan," kata dia.

Indonesia dikenal sebagai tempat ditemukannya beberapa lukisan gua tertua di dunia, dan para ilmuwan telah menganalisis banyak contoh seni kuno di seluruh dunia - termasuk tanda-tanda sederhana pada tulang dan batu yang berasal dari ratusan ribu tahun yang lalu. Tanda-tanda silang pada sepotong batu di Afrika Selatan telah diperkirakan berusia sekitar 73.000 tahun.

“Seni baru dari Sulawesi Tenggara ini adalah yang tertua yang ditemukan di dinding gua. Stensil tersebut juga mewakili tradisi seni cadas yang lebih kompleks yang mungkin merupakan praktik budaya bersama,” kata penulis studi Maxime Aubert dari Universitas Griffith, yang menerbitkan studi tersebut pada Rabu (21/1) di jurnal Nature.

Tradisi Artistik

Para ilmuwan sangat ingin memahami kapan manusia purba belajar membuat seni, beralih dari titik dan garis ke representasi diri mereka dan dunia di sekitar mereka yang lebih bermakna. Gambar-gambar gua ini membantu memperkuat garis waktu untuk awal mula kreativitas manusia.

Belum jelas tangan siapa yang membuat jejak tersebut. Jejak itu bisa jadi berasal dari kelompok manusia purba bernama Denisovan yang tinggal di daerah tersebut dan mungkin pernah berinteraksi dengan nenek moyang kita, Homo sapiens, sebelum akhirnya punah. Atau mungkin milik manusia modern yang menjelajah dari Afrika, yang mungkin telah mengembara melalui Timur Tengah dan Australia sekitar waktu itu. Detail halus pada seni gua, termasuk ujung jari yang sengaja dimodifikasi, menunjukkan bahwa itu adalah tangan manusia.

Gambar-gambar lain yang ditemukan di area yang sama di pulau itu, termasuk sosok manusia, burung, dan hewan mirip kuda, ternyata dibuat jauh lebih baru, beberapa di antaranya sekitar 4.000 tahun yang lalu.

  • Situs Prasejarah

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Andes Tanjung, Berbagai Sumber, Eko S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.