Dukung Serapan Panen Raya 2026, Bulog Siapkan Kapasitas Gudang 2,1 Juta Ton
Jumat, 23 Jan 2026, 18:57 WIBJAKARTA- Perum Bulog memastikan kesiapannya menghadapi musim panen raya tahun ini. Seiring meningkatnya target penyerapan beras tahun 2026, lembaga tersebut menyiapkan kapasitas ruang gudang sekitar 2,1 juta ton untuk mendukung penyerapan beras selama panen raya tahun ini.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan ruang gudang kosong Bulog saat ini sekitar 900 ribu ton, ditambah gudang cadangan yang telah disiapkan dengan kapasitas sekitar 1,2 juta ton.
âKalau dihitung dengan kapasitas gudang yang kosong 900 ribu ton, ditambah dengan 1,2 juta ton, jadi sudah mencapai 2,1 juta ton. Jadi kapasitas ini sudah aman sebetulnya,â kata Rizal dalam konferensi pers usai acara "Forwabul Fun Sport and Networking Session" di Jakarta, Jumat.
Ia menjelaskan Bulog saat ini mengelola 1.586 gudang milik sendiri dan masih memiliki lebih dari 100 gudang sewa yang tersebar di berbagai wilayah.
Meski demikian, Bulog tetap memerintahkan jajaran pimpinan wilayah dan cabang untuk mencari tambahan kapasitas gudang guna mengantisipasi arus masuk beras pada 2026.
âRuang simpan ini akan digunakan untuk menampung penyerapan beras hingga target 4 juta ton pada 2026, sementara stok beras yang tersimpan di gudang saat ini masih sekitar 3,2 juta ton,â ujar dia.
Karena itu, Rizal menyebut Bulog mendorong pencarian tambahan kapasitas gudang sekitar 2 juta ton, terutama untuk mengantisipasi kebutuhan penyimpanan pada semester II 2026 saat puncak penyerapan berlangsung.
Distribusi Minyakita
Selain kesiapan gudang, Bulog juga menyampaikan perkembangan penugasan distribusi Minyakita melalui skema kewajiban pasar dalam negeri (domestic market obligation/DMO).
Ia mengatakan porsi DMO yang ditetapkan pemerintah sebesar 35 persen dari total alokasi, dengan Bulog dipercaya mengelola 70 persen dari porsi tersebut sesuai arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
âMinyak goreng memang kita diberikan DMO dari pemerintah sebesar 35 persen dari total alokasi. Untuk pembagiannya, sesuai arahan Pak Menteri Pertanian, Bulog dipercayakan mengelola 70 persen dari porsi tersebut,â ungkap Rizal.
Direktur Pemasaran Perum Bulog Febby Novita mengatakan dari alokasi DMO tersebut, Bulog hingga saat ini baru memperoleh alokasi sekitar 36 ribu ton, sementara estimasi total DMO berkisar 60 ribu ton per bulan atau sekitar 700 ribu ton per tahun.
âBulog sendiri sampai hari ini baru mendapatkan alokasi 36 ribu ton, sementara estimasi total DMO sekitar 60 ribu ton per bulan atau kurang lebih 700 ribu ton per tahun,â ujar Febby.
Ia menambahkan distribusi Minyakita dilakukan langsung ke pengecer sesuai ketentuan Kementerian Perdagangan, sehingga Bulog tidak lagi menyalurkan ke distributor tingkat dua (D2).
Dalam skema tersebut, Bulog membeli Minyakita dari produsen seharga Rp13.500 per liter dan menjual ke pengecer Rp14.500 per liter untuk menutup biaya distribusi dan logistik, dengan harga konsumen akhir mengacu pada harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter.
Febby menegaskan pengawasan distribusi dilakukan bersama Satgas Pangan agar harga penjualan ke konsumen tidak melampaui HET.
âKami juga selalu mengingatkan pengecer agar menjual sesuai HET, yaitu Rp15.700 per liter,â tuturnya.
- Bulog
- Panen Raya
- MinyaKita
- Serapan Hasil Panen
- Gudang Bulog
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Stok Cadangan Beras Bulog Capai 4,4 Juta Ton
-
Siapkan Talenta AI dan Komputasi Kuantum, ITE Singapura Gandeng BDx Data Centers
-
Bulog Tanjungpinang Gelontorkan 1 Ton Beras SPHP dan 1.800 Liter MinyaKita di Pasar Murah
-
Belanja Bijak, Jangan Panik! Bulog Jamin Minyakita Stabil, Nggak Langka
-
Bazar 100.000 Paket Sembako Gratis di Halaman Monas Laris Manis. Warga Sangat Antusias
-
Banyak Kecelakaan di Laut, Hati-hati Gelombang Tinggi 2,5 Meter di Nias
-
Dorong Swasembada Pangan Berkelanjutan, Bulog Gandeng Perguruan Tinggi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.