Update Pencarian Korban Pesawat ATR, Tim SAR Temukan Barang-barang Milik Korban
Selasa, 20 Jan 2026, 11:08 WIBMAROS - Tim Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) kecelakaan pesawat ATR 42-500 rute YogyakartaâMakassar di wilayah Kabupaten MarosâPangkep, Sulawesi Selatan menemukan sejumlah barang milik korban pesawat jatuh tersebut.
'Hingga hari ketiga operasi, tim SAR gabungan berhasil menemukan sejumlah barang milik korban serta bagian dari pesawat di area pencarian di Gunung Bulusaraung," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Muhammad Arif Anwar di Makassar, Selasa (20/1).
Dia mengatakan, temuan tersebut diperoleh dari hasil penyisiran intensif tim darat di jalur ekstrem antara puncak dan Pos 9 jalur pendakian.
Tim SAR gabungan menemukan berbagai barang yang diduga milik korban, mulai dari dokumen pribadi, dompet, buku catatan, hingga barang elektronik seperti smart watch (jam tangan pintar).
Selain itu, juga menemukan beberapa bagian dari pesawat seperti pelampung dan fire signal, di sekitar bagian kepala pesawat.
Arif menjelaskan, seluruh barang dan bagian pesawat yang ditemukan telah diamankan, didata, dan ditandai titik koordinatnya sesuai prosedur. Temuan tersebut menjadi petunjuk penting untuk mempersempit area pencarian serta menentukan langkah lanjutan dalam proses evakuasi.
âMedan di lokasi kejadian sangat curam dan berisiko tinggi. Proses pencarian dilakukan dengan teknik khusus, termasuk rapping dan pembukaan jalur, sehingga membutuhkan waktu, ketelitian, dan koordinasi yang kuat antarunsur,â imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI, Mohammad Syafii menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh tim SAR gabungan yang terus bekerja di tengah keterbatasan dan kondisi alam yang ekstrem.
Penemuan barang-barang milik korban dan bagian dari pesawat menunjukkan bahwa tim SAR gabungan sudah berada sangat dekat dengan titik-titik krusial.
"Ini merupakan hasil dari kerja keras, disiplin, dan kolaborasi seluruh unsur di lapangan,â kata Mohammad Syafii.
Dia menyebutkan, kondisi cuaca dan alam masih menjadi tantangan utama dalam operasi SAR. Kabut tebal, medan terjal, serta perubahan cuaca yang cepat kerap menghambat pergerakan, baik dari udara maupun darat.
Meski menghadapi tantangan besar, tim SAR gabungan tetap bekerja secara maksimal dengan mengedepankan keselamatan personel. Operasi ini akan terus dilanjutkan secara profesional dan terukur hingga seluruh proses pencarian dan evakuasi dapat diselesaikan.
- Pesawat ATR Jatuh
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Rakor pelaksanaan MBG wilayah Jateng DIY
-
Menanti Data Penting Ekonomi, 30 September 2025
-
Pameran Lowongan Kerja di Bandung
-
Penuh Duka dan Penghormatan, KKP Lepas Tiga Korban ATR 42-500 ke Peristirahatan Terakhir
-
Basarnas Prioritaskan Suplai Vital Korban Al Khoziny yang Masih Terjebak Reruntuhan
-
Presiden Prabowo Beri Arahan Menko PM Audit Bangunan Pesantren, Anggota Dewan Dukung Penuh
-
Rizky Ridho Masuk Global Player Wakili Indonesia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.