Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Prabowo Bertemu PM Inggris Keir Starmer: Nelayan dan Pendidikan Jadi Fokus Kesepakatan RI-Inggris

📅 Selasa, 20 Jan 2026, 21:05 WIB | Oleh:
Prabowo Bertemu PM Inggris Keir Starmer: Nelayan dan Pendidikan Jadi Fokus Kesepakatan RI-Inggris Doc: ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi
Ket. Presiden Prabowo Subianto (kanan) dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer (dua kanan) menyaksikan aksi kucing "Larry the Cat" di depan pintu Kantor PM Inggris, 10 Downing Street, London, Inggris, Selasa (20/1).

JAKARTA - Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer di Kantor PM Inggris, London, Selasa, menandai penguatan kerja sama Indonesia-Inggris di sektor laut dan pendidikan.

Di ruangan tempat pertemuan berlangsung, yang berada di lantai 2 Kantor PM Inggris, 10 Downing Street, London, Presiden Prabowo menyambut baik kerja sama tersebut, mengingat dua bidang yang menjadi fokus tersebut merupakan sektor-sektor yang strategis bagi dua negara.

Kerja sama bidang maritim yang akan disepakati itu, di antaranya mencakup penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) kerja sama pembuatan kapal tangkap ikan untuk para nelayan di tanah air.

Sementara itu, terkait kerja sama bidang pendidikan, Pemerintah Indonesia akan menandatangani kerja sama dengan Russel Group, yaitu kelompok 24 universitas papan atas di Inggris.

Kemudian, PM Starmer, dalam pertemuannya dengan Presiden Prabowo, mengungkapkan rasa bahagianya atas hubungan erat dan kerja sama yang telah terbangun antara Indonesia dan Inggris.

Di Kantor PM Inggris, beberapa menteri dari Kabinet Merah Putih turut mendampingi Presiden Prabowo, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Investasi dan Hilirisasi/CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Dalam kesempatan terpisah, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, yang juga Juru Bicara Presiden RI, saat bertemu sejumlah wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Senin (19/1) menjelaskan MoU pembuatan kapal tangkap ikan itu bertujuan untuk membantu para nelayan, menggerakkan perekonomian lokal, dan melindungi potensi kekayaan ikan sehingga dapat dinikmati oleh bangsa Indonesia.

Pasalnya, 2/3 wilayah Indonesia merupakan laut sehingga kebutuhan kapal tangkap ikan setidaknya mencapai puluhan ribu unit.

"Kita membuka kerja sama dengan siapa pun baik dari dalam negeri maupun luar negeri untuk memperbanyak kita memiliki kapal-kapal tangkap ikan," kata Pras menjawab pertanyaan wartawan.

Sementara itu, untuk kerja sama bidang pendidikan dengan Russel Group, Wakil Menteri (Wamen) Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie menjelaskan Presiden Prabowo hanya ingin bermitra dengan kampus-kampus papan atas di Inggris.

"Kebetulan saya juga secara langsung mempersiapkan dengan Russel Group University. Russel Group University ini adalah kelompok 24 universitas yang paling papan atas di UK. Jadi, Bapak Presiden hanya ingin mendiskusikan yang papan atas. Jadi, tidak membawa universitas sembarangan dari luar, jadi hanya yang paling, paling top sekali di luar untuk bisa ke Indonesia," ujar Wamen Stella menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Kamis (15/1).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Daerah
Bantul Raih TPAKD Award 202...
Megapolitan
Jakarta Kota Sinema Makin K...
Megapolitan
Usaha Pembangunan Jaya Jika...
Megapolitan
Dinkes: Ratusan Warga "Serp...
Nasional
Kemenbud Targetkan 7.000 Ca...
Megapolitan
DPRD dan Pemkot Bogor Berha...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.