- Home
-
- Megapolitan
-
- Jakarta Kebanjiran karena ...
Jakarta Kebanjiran karena Gubernur Salah Prediksi
Selasa, 20 Jan 2026, 05:12 WIBJAKARTA â Jakarta sudah melakukan modifikasi cuaca, tapi mengapa tetap banjir? Gubernur Jakarta Pramono Anung Wibowo mengakui salah prediksi. Menurutnya, pada hari Sabtu (17/1) prakiraan curah hujan di Jakarta tidak terlalu tinggi, sehingga tidak dilakukan modifikasi cuaca pada hari tersebut. âNamun, ternyata curah hujan pada hari itu lebih tinggi dari prakiraan,â tandasnya.
âKenapa Sabtu dan Minggu itu tidak kita lakukan? Karena memang perkiraan kita itu curah hujannya tidak seperti itu. Begitu curah hujannya ternyata tinggi sekali dan kemudian kalau hari Minggunya juga terjadi curah hujan seperti itu, saya yakin pasti bertahan lama banjirnya di Jakarta,â kata Pramono saat dijumpai di kawasan Jakarta Pusat, Senin.
Pramono mengatakan, curah hujan yang terjadi pada Sabtu (17/1) mencapai 260 mm hingga 280 mm. Oleh karena itu, Pramono pun meminta agar OMC dilakukan pada hari Minggu (18/1). Bahkan dia meminta agar dilakukan tiga kali penerbangan pada hari itu.
âKemarin hari Minggu sampai tiga kali penerbangan (sorti). Kebetulan saya perintahkan secara langsung, karena Jakarta sudah pekat sekali ketika sore dari jam tiga, jam dua itu kan sudah pekat sekali,â jelas Pramono.
Apabila tak dilakukan OMC pada Minggu (18/1), dia mengkhawatirkan akan lebih banyak wilayah Jakarta yang tergenang banjir. Namun, OMC yang dilakukan pada Minggu (18/1) justru meringankan wilayah di Jakarta yang terdampak banjir. âSyukurlah semua sudah tidak ada yang terdampak lagi. Ada 33 RW,â ujar Pramono.
Sebelumnya, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta Isnawa Adji menjelaskan hari ketiga pelaksanaan OMCÂ pada Sabtu (17/1), durasi hujan yang berlangsung cukup lama sehingga menyebabkan genangan di beberapa titik tidak dapat sepenuhnya dihindari.
Untuk itu BPBD Provinsi DKI Jakarta bersama BMKG dan TNI AU akan terus melakukan evaluasi dan koordinasi harian selama pelaksanaan OMC untuk menentukan lokasi dan waktu penyemaian awan yang paling efektif sesuai dinamika atmosfer terkini.
Diketahui, pada Minggu (18/1)Â OMC dilaksanakan melalui tiga sorti penerbangan pesawat CASA A-2105 yang berpangkalan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara BPBD Provinsi DKI Jakarta, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), TNI Angkatan Udara (TNI AU), serta PT Rekayasa Atmosphere Indonesia.
Sorti ke-1 difokuskan pada wilayah Perairan Selat Sunda dan Ujung Kulon dengan tujuan utama meluruhkan awan hujan yang bergerak menuju daratan Jakarta dan sekitarnya, sehingga presipitasi dapat terkonsentrasi di wilayah perairan.
Pada sorti ini digunakan bahan semai Natrium Klorida (NaCl) sebanyak 800 kilogram, dengan ketinggian terbang 11.000 kaki dan awan target jenis Cumulus. Hasil pengamatan menunjukkan awan memiliki base sekitar 3.000 kaki dan top hingga 15.000 kaki, dengan arah angin di ketinggian 11.000 kaki berasal dari barat.
Sorti ke-2 dilaksanakan di wilayah daratan Kabupaten Serang dan Kabupaten Tangerang untuk mengurangi intensitas hujan dari awan yang bergerak menuju wilayah prioritas Jakarta dan sekitarnya.
Sebanyak 800 kilogram bahan semai Kalsium Oksida (CaO) digunakan pada ketinggian sekitar 6.000 kaki, dengan awan target Cumulus Humilis yang memiliki base 6.000 kaki dan top 7.000 kaki. Arah dan kecepatan angin pada berbagai lapisan terpantau bergerak ke arah barat.
Pada sorti ke-3, penyemaian difokuskan pada wilayah udara (overhead) Kabupaten Tangerang dengan tujuan memecah awan potensial pembentuk hujan.Penyemaian dilakukan pada ketinggian 5.000â6.000 kaki menggunakan 800 kilogram CaO, dengan awan target Cumulus HumilisâMediocris yang memiliki base 1.500â4.000 kaki dan top sekitar 6.000 kaki. Saat penyemaian berlangsung, arah angin terpantau berasal dari barat laut.Adapun OMC telah dilakukan mulai 15 Januari lalu dan rencananya akan terus dilakukan hingga 20 Januari mendatang. Jangan salah prediksi lagi.
Embung Dibangun di Pesanggrahan
Selain itu, guna mengatasi banjir yang sering melanda kawasan Pesanggrahan, maka akan dibangun embung di kawasan ini. Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Selatan (SDA Jaksel) membangun embung di kawasan Rengas, Pesanggrahan sebagai bagian dari program prioritas pengendalian banjir Jakarta Selatan.
"Dalam waktu dekat dibangun embung di Rengas, Pesanggrahan. Lahannya milik pemerintah kota dan direncanakan untuk dijadikan embung," kata Kepala Sudin SDA Jakarta Selatan, Santo, Senin. Santo menjelaskan, pembangunan embung dilakukan dengan memanfaatkan lahan kosong milik Pemerintah Kota Jakarta Selatan yang dinilai strategis untuk menahan limpasan air.
Menurutnya, embung tersebut diharapkan mampu menahan aliran air dari wilayah perbatasan, termasuk Tangerang Selatan, sebelum masuk ke kawasan permukiman Jakarta Selatan terutama di Swadarma Raya dan Petukangan. "Jadi, ketika curah hujan dari Depok yang tadinya langsung meluncur ke Jakarta Selatan, kita tampung dulu. Kita rem dulu di embung-embung yang dibuat," ucapnya.
Program pembangunan waduk dan embung sejalan dengan kebijakan Dinas Sumber Daya Air Jakarta dalam memperbanyak tampungan air di wilayah rawan banjir. Pemerintah Kota Jakarta Selatan membangun embung lahan seluas 2,9 hektare di Jalan Rengas, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan.
Ini dioptimalkan untuk fasilitas layanan masyarakat dan pengendalian banjir. Bukti kepemilikan tanah melalui pembebasan lahan sudah dilakukan sejak tahun 2006, namun belum dimanfaatkan dengan baik hingga sekarang. Embung dengan kedalaman lima meter ini nantinya akan dilengkapi fasilitas kesehatan. Selain itu, jalur joging (jogging track) dan fasilitas pendukung lainnya. Pembangunan embung ditargetkan selesai pada akhir Januari 2026.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Kali Cijayanti Meluap, Ratusan Rumah Warga Babakanmadang Bogor Terendam Banjir
-
Banjir Bandang Kembali Landa Desa Jamali, Cianjur, 15 Rumah Rusak Berat dan 15 Rumah Lain Rusak Sedang
-
Bantai Rival Papan Atas 5-0, Leipzig Kirim Pesan Teror ke Puncak Klasemen Bundesliga
-
Pembersihan material pascabanjir bandang di Demak
-
Tiket Masuk Kawasan Wisata Cibodas Gratis
-
Hari Ini Hujan Lebat dan Petir Bakal Melanda Sebagian Besar Kota
-
Destinasi Wisata Anyer-Cinangka Panen Pengunjung, Puluhan Ribu Warga Tumpah-ruah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.