Tol Jogja–Solo Nyaris Tuntas, Konektivitas Baru Segera Terwujud

Kamis, 06 Agu 2026, 22:30 WIB

YOGYAKARTA – Pembangunan jalan tol Jogja–Solo menjadi proyek strategis yang diharapkan meningkatkan konektivitas, menekan biaya logistik, dan mempercepat mobilitas orang maupun barang di kawasan selatan Pulau Jawa.

Kehadiran infrastruktur ini berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan investasi, pengembangan kawasan industri, serta sektor pariwisata di Yogyakarta dan sekitarnya.

Ket. Foto: Pengendara melintas di jalan tol Klaten-Prambanan di Gerbang Tol Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, Senin (24/3/2025). — Sumber: ANTARA/ Aloysius Jarot Nugroho.

Namun, manfaat ekonomi jangka panjang akan sangat bergantung pada penyelesaian proyek tepat waktu, integrasi dengan jaringan transportasi lain, serta pengembangan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di sepanjang koridor tol agar dampaknya tidak hanya mempercepat perjalanan, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi daerah yang dilalui.

PT Jasa Marga (Persero) menyatakan perkembangan proyek strategis nasional (PSN) pembangunan jalan tol Jogja-Solo ruas Prambanan-Purwomartani sudah mencapai 98 persen.

"Kami melaporkan dari Tol Jogja-Solo termasuk dengan penambahan dari Purwomartani yang sekarang. Sudah siap 98 persen dari Prambanan sampai Purwomartani," kata Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan Achmad Purwantono usai bertemu Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, di Yogyakarta, Kamis (6/8).

Menurut dia, bahkan di wilayah Purwomartani yang masuk wilayah Kabupaten Sleman, DIY telah ditambahkan lagi dengan adanya elevated atau dengan jembatan menuju ke Bokoharjo.

"Tentu ini adalah satu upaya untuk memastikan bahwa pengaturan atas lalu lintas tidak langsung memadati Adisutjipto dan sekaligus untuk mendukung seluruh wilayah, baik ke Bantul, Gunungkidul, maupun juga bisa menggunakan Jalan Raya Wonosari," katanya.

Selain itu, Jasa Marga juga melaporkan progres pembangunan yang dari ruas Jombor sampai Trihargo hingga Sleman Junction, yang nantinya juga akan terhubung dengan ruas tol Jogja-Bawen yang sampai wilayah Banyurejo.

Dia juga mengatakan, sesuai dengan arahan Gubernur DIY, bahwa pembangunan ruas jalan pada koridor Maguwoharjo sampai Jombor akan dilakukan percepatan, termasuk progres pembangunan jalan di sekitar ring road, agar segera bisa dilintasi.

"Ini akan ada perubahan juga yang tadinya dari Wates ke YIA (Yogyakarta International Airport) akan diubah percepatan sesuai dengan saran Ngarso Dalem terhadap percepatan khususnya dari Maguwoharjo menuju ke Jombor," katanya.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan, progres pembangunan jalan tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen seperti yang dilaporkan Jasa Marga tidak ada kendala, bahkan menunjukkan kemajuan yang signifikan.

"Ya diharapkan nanti bisa dipercepat pembangunan jalan tol, kalau pembebasan dan sebagainya tadi laporannya tidak ada masalah, lancar, sehingga bisa diselesaikan sesuai dengan waktu yang ada," katanya.

Sri Sultan juga berharap jika ada persoalan teknis dalam proyek pembangunan jalan tol tersebut bisa segera diselesaikan, agar pekerjaannya bisa berjalan dengan baik.

"Kalau masalah-masalah teknis saya kurang ngerti, problemnya apa gitu, kalau saya menerima yang penting pekerjaannya baik, itulah yang saya inginkan," katanya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.