Imbas Diare Massal di SMK Negeri 3 Boyolangu, Dapur Program MBG Tulungagung Disetop

Selasa, 20 Jan 2026, 17:20 WIB

TULUNGAGUNG - Satgas Makan Bergizi Gratis Tulungagung menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Mutiara Rawa Selatan di Desa Moyoketen, Kabupaten Tulungagung setelah ratusan pelajar SMK Negeri 3 Boyolangu mengeluhkan diare.

Sekretaris Satgas MBG Tulungagung, Jawa Timur Sony Welly Ahmadi mengatakan penghentian sementara dilakukan sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan MBG yang diduga menjadi penyebab gangguan kesehatan tersebut.

Ket. Foto: Petugas memeriksa sampel bahan baku makanan dan higienitas dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Moyoketen, Tulungagung, Jawa Timur, Selasa (20/1). — Sumber: ANTARA/Destyan Sujarwoko

"Kami menerima laporan ada 123 pelajar mengalami diare diduga setelah mengonsumsi menu MBG pada Senin (19/1). Hari ini kami melakukan peninjauan langsung ke sekolah dan SPPG," kata Sony di Tulungagung, Selasa.

Peninjauan lapangan tersebut melibatkan Dinas Kesehatan Tulungagung, Badan Gizi Nasional (BGN), serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) setempat untuk mengevaluasi penerapan standar operasional prosedur (SOP) dan higienitas dapur SPPG, sekaligus pengambilan sampel makanan.

Sony menjelaskan menu MBG yang dikonsumsi pelajar pada Senin (19/1) terdiri atas nasi putih, ayam bakar, tahu kuning, sambal kecap, selada, dan buah semangka.

Sementara menu MBG untuk Selasa belum sempat dibagikan karena langsung ditarik setelah muncul keluhan diare.

"Dugaannya berasal dari menu yang dikonsumsi kemarin, karena makanan untuk hari ini belum dibagikan," ujarnya.

Selain 123 pelajar yang melaporkan diare, pihaknya juga menerima informasi sekitar 70 pelajar tidak masuk sekolah dengan alasan sakit.

Namun, Satgas MBG masih mendalami apakah ketidakhadiran tersebut berkaitan dengan konsumsi MBG atau disebabkan faktor lain.

Sebagai langkah antisipasi, Satgas MBG telah meminta Dinas Kesehatan Tulungagung menyiagakan 32 puskesmas di wilayah setempat untuk menangani kemungkinan adanya pelajar yang membutuhkan perawatan lanjutan.

"Hasil uji laboratorium akan menjadi dasar penentuan langkah selanjutnya. Untuk sementara, operasional SPPG kami hentikan hingga hasil pemeriksaan keluar," kata Sony.

  • tulungagung
  • keracunan mbg
  • diare massal
  • smkn 3 boyolangu

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.