- Home
-
- Luar Negeri
-
- Duka Nasional di Spanyol, ...
Duka Nasional di Spanyol, Bendera Setengah Tiang Dikibarkan Pasca Insiden Kereta
Selasa, 20 Jan 2026, 16:12 WIBADAMUZ - Perdana Menteri (PM) Spanyol Pedro Sanchez pada Senin (19/1) mengumumkan masa berkabung resmi selama tiga hari menyusul insiden kecelakaan kereta di Spanyol selatan yang menewaskan sedikitnya 40 orang.
Insiden kecelakaan itu terjadi pada Minggu (18/1) sekitar pukul 19.45 waktu setempat atau Senin pukul 01.45 WIB, ketika sebuah kereta yang mengangkut 317 penumpang di rute Malaga-Madrid tergelincir akibat penyebab yang masih belum diketahui di dekat Adamuz, sekitar 20 kilometer sebelah utara Kota Kordoba.
Hingga Senin, otoritas setempat telah mengonfirmasi 40 korban tewas, sementara 48 orang masih dirawat di rumah sakit, dengan banyak di antaranya menjalani perawatan intensif.
Sanchez membatalkan agenda yang telah dijadwalkan dan bertolak ke lokasi kecelakaan. Dalam kesempatan itu dia menyampaikan pernyataan kepada media dan mengumumkan masa berkabung nasional akan dimulai pada Senin tengah malam.
Dia berjanji akan melakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengetahui penyebab kecelakaan itu, menyebutnya sebagai "hari yang penuh kepedihan" bagi negara tersebut.
"Kami akan mengungkap kebenaran, kami akan menemukan jawabannya," kata Sanchez, seraya menambahkan bahwa pemerintah akan terus memberikan informasi kepada publik secara lengkap dengan transparansi penuh.
Dia memperingatkan kemungkinan ditemukannya lebih banyak korban begitu alat berat tiba untuk membersihkan puing-puing kecelakaan tersebut.
Menteri Transportasi Spanyol Oscar Puente sebelumnya mengatakan kecelakaan semacam itu terasa aneh karena terjadi di bagian jalur rel lurus yang baru dipasang pada Mei 2025.
Dia menambahkan bahwa layanan kereta Malaga-Madrid, yang dioperasikan oleh perusahaan swasta Iryo, menggunakan rangkaian kereta yang relatif baru dan dibuat pada 2022.
Alvaro Fernandez Heredia, presiden operator perkeretaapian milik pemerintah Spanyol Renfe, mengatakan kepada jaringan radio pemerintah Spanyol, RNE, bahwa kesalahan manusia (human error) "hampir dapat dikesampingkan.
Hal itu menurut dia Penyebabnya kemungkinan besar terkait dengan rangkaian kereta Iryo atau kegagalan infrastruktur, katanya lebih lanjut.
Presiden pemerintah regional Andalusia, Juanma Moreno mengatakan dampak tergelincirnya kereta tersebut sangat dahsyat.
"Beberapa jenazah ditemukan hingga ratusan meter dari lokasi kecelakaan, yang mengindikasikan para penumpang terlempar dari kereta," ujarnya.
Media Spanyol juga melaporkan bahwa pada Agustus 2025, serikat pekerja masinis kereta nasional telah menyampaikan kekhawatiran kepada operator infrastruktur ADIF terkait kerusakan di bagian jalur rel yang sama, termasuk kerusakan permukaan, ketidakrataan, dan masalah pada jalur listrik aliran atas. Ant/Xinhua
- whoosh
- kereta cepat
- spanyol
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Deri Henriawan
Berita Terkait:
-
Harga Tiket Masuk Kebun Raya Cibodas Tetap Sama, Rinciannya Rp15.500 Hari Biasa dan Rp25.500 Akhir Pekan
-
Kepulauan Seribu Mampu Olah Sampah Organik jadi Kompos Dalam 10 Jam
-
Purbaya Yakin Rupiah Tak Lama di Level Rp17.700 per Dolar AS, Ini Alasannya
-
Melihat Tradisi Nyadran Kramat di Temanggung
-
TelkomMetra Resmi Lepas Saham AdMedika ke Fullerton Health
-
Pelaku IKM Pandai Besi Keluhkan Lonjakan Harga Bahan Baku
-
Wakil Uskup OCI Kunjungi Kapolda Maluku
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.