BPS: Harga Cabai Rawit Alami Penurunan pada Januari 2026

Selasa, 20 Jan 2026, 16:05 WIB

JAKARTA - Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Puji Ismartini, memaparkan perkembangan harga cabai rawit nasional. Hingga pekan ketiga Januari 2026, harga cabai rawit tercatat menurun.

"Untuk cabai rawit, jumlah kabupaten kota yang mengalami penurunan harga cabai rawit ini sudah meningkat dibandingkan minggu sebelumnya. Sehingga kabupaten kota yang mengalami kenaikan harga cabai rawit ini sudah berkurang dibandingkan dengan minggu sebelumnya," ucap dia dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 di Jakarta, Senin (19/1).

Ket. Foto: — Sumber: Freepik

Secara nasional, harga cabai rawit hingga M3 Januari 2026 turun 10,91 persen. Penurunan dibandingkan posisi harga pada Desember 2025.

Meski turun, rata-rata harga cabai rawit masih berada di atas harga acuan penjualan (HAP). Kondisi ini terlihat dari pemantauan harga pangan nasional.

BPS mencatat, penurunan Indeks Harga Perdagangan cabai rawit terjadi di 52,50 persen wilayah. Penurunan tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Indonesia.

Jumlah daerah yang mengalami kenaikan harga cabai rawit terus menurun. Tercatat 105 kabupaten dan kota masih mengalami kenaikan pada pekan ketiga Januari 2026.

Rata-rata harga cabai rawit nasional berada di kisaran Rp59.507 per kilogram. Harga tertinggi tercatat mencapai Rp200 ribu per kilogram.

Sementara itu, harga terendah cabai rawit tercatat sekitar Rp20.256 per kilogram. Perbedaan harga antarwilayah masih cukup lebar.

BPS menilai perkembangan ini menjadi bagian pemantauan inflasi pangan. Pergerakan harga cabai rawit terus dicermati menjelang Ramadhan.

Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Sekjen Kemendagri), Tomsi Tohir, mengingatkan inflasi selalu naik menjelang Lebaran. Namun, kenaikan berlebihan dinilai tidak wajar dan harus dicegah.

"Kita sudah mengalami tahun ke tahun setiap mau lebaran naik, kalau naik aja gak apa-apa, ini naik tinggi," kata dia.

Ia menjelaskan, inflasi bulanan normal berada di kisaran 0,3 persen. Saat Lebaran 2025, inflasi melonjak hingga 1,6 persen. Kenaikan tersebut mencapai lebih dari lima kali lipat. Lonjakan terjadi hampir pada seluruh komoditas.

Tomsi menyoroti kenaikan harga yang dinilai keterlaluan. Beberapa harga melonjak hingga tiga sampai empat kali lipat. Ia memberi contoh harga Rp30 ribu naik menjadi Rp120 ribu. Lonjakan tersebut mendekati empat kali lipat.

Menurut dia, kenaikan harga masih wajar jika persentasenya terkendali. Namun, lonjakan berlipat ganda dinilai merugikan masyarakat.

Tomsi menegaskan, pemerintah berupaya mencegah kenaikan tak wajar. Pengendalian dilakukan menjelang dan selama periode Lebaran. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

Berita Terbaru

IQAir: Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Pagi Ini, Kelima Terburuk di Dunia

Kebakaran Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah, Rumah Suku Sasak Hangus Terbakar

Tim Bola Voli Putri Indonesia Bungkam Kazakstan, Revans Terbayar

Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia

Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU

Karhutla di Jambi Terus Meningkat, Perusahaan Migas Petrochina Jabung Bantu Padamkan

Liga Inggris: Manchester United Tersungkur di Kandang Hull, Tottenham Dipermalukan Brentford

Serie A Italia: Inter dan Napoli Awali Musim 2026-27 dengan Kemenangan, De Bruyne Jadi Pembeda

Bayern Taklukkan Dortmund 2-1 dan Rebut Piala Super Jerman

La Liga Spanyol: Carlos Espi Jadi Penentu, Real Madrid Menang Dramatis di Markas Espanyol

Pemerintah Kota Jambi Dorong Tirta Mayang Tingkatkan Kualitas Air

Tarif Retribusi Turun! Pedagang Pasar Ajibarang Gelar Tasyakuran

Koperasi Harus Bangkit! Fokus Kembangkan Bisnis Jadi Kunci Kemajuan

Jember Pecahkan Rekor MURI Lagi! 867 Ancak dan Gunungan Suwar-Suwir Jadi Sorotan

Film "Oki & Nirmala", bawa Kembali Kenangan Pembaca Majalah Bobo ke Negeri Dongeng

Kerugian Besar Bangsa, Rumah Adat Sade Terbakar

Malang Resmi Jadi Kota Kreatif! Menteri Ekraf Beri Syarat Penting: Wajib Buka Lapangan Kerja

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

Tradisi Pasar Jajan, Kearifan Lokal Pekalongan Cermin Semangat Gotong Royong

Rantai Makanan Rusak, Harimau Terancam Masuk Permukiman dan Kehilangan Mangsa

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.