La Liga Spanyol: Carlos Espi Jadi Penentu, Real Madrid Menang Dramatis di Markas Espanyol

Minggu, 23 Agu 2026, 07:19 WIB

BARCELONA — Real Madrid nyaris mengawali era baru Jose Mourinho dengan hasil mengecewakan. Namun, gol Carlo Espi pada menit ke-90 menyelamatkan Los Blancos dari hasil imbang dan memastikan kemenangan dramatis 2-1 atas Espanyol dalam laga pembuka LaLiga di RCDE Stadium, Minggu (23/8) dini hari WIB.

Espi, penyerang yang baru didatangkan dari Levante pada bursa transfer musim panas, tampil sebagai pemain pengganti dan menjadi penentu kemenangan Madrid. Pemain berusia 21 tahun itu masuk 10 menit sebelum pertandingan berakhir dan langsung memberikan dampak luar biasa.

Ket. Foto: Pemain Real Madrid dan Espanyol berebut bola dalam laga La Liga, Minggu (23/8) dini hari WIB. — Sumber: Real madrid

Kemenangan tersebut membuat Madrid pulang dengan tiga poin, meski penampilan mereka belum sepenuhnya meyakinkan.

Madrid mengawali pertandingan dengan meyakinkan. Baru sembilan menit laga berjalan, Jude Bellingham membawa tim tamu unggul.

Berawal dari umpan silang Arda Guler yang menggoda dari sisi lapangan, Bellingham melompat paling tinggi dan mengarahkan sundulan ke tiang dekat yang tidak mampu dijangkau kiper Espanyol, Marko Dmitrovic.

Guler dan Bellingham menjadi dua pemain paling menonjol Madrid pada babak pertama. Keduanya aktif bertukar posisi, melakukan kombinasi umpan, dan berusaha memberikan ritme permainan kepada tim asuhan Mourinho.

Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Espanyol bangkit dan berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-30. Javi Hernandez menerobos ke dalam kotak penalti sebelum mengirim umpan mendatar kepada Alex Calatrava yang berdiri tanpa kawalan.

Calatrava dengan tenang menaklukkan Thibaut Courtois untuk membuat skor menjadi 1-1.

Gol tersebut membuat Madrid kembali dihantui persoalan yang mereka alami dalam dua musim terakhir: dominan dalam penguasaan permainan, tetapi kesulitan mengendalikan pertandingan hingga akhir.

Mourinho mencoba mengubah jalannya pertandingan setelah jeda. Beberapa pergantian dilakukan untuk meningkatkan daya gedor Madrid.

Marc Cucurella dan Yan Diomande masuk pada babak kedua, sementara Madrid terus meningkatkan tekanan.

Federico Valverde hampir membawa Los Blancos kembali unggul pada menit ke-78. Gelandang Uruguay itu melepaskan tembakan dari dalam kotak penalti, tetapi bola hanya membentur tiang.

Sebelumnya, Dmitrovic juga melakukan penyelamatan gemilang dengan satu tangan untuk menggagalkan peluang Bellingham.

Ketika pertandingan tampak akan berakhir imbang, Mourinho justru mendapatkan jawaban dari pemain yang baru masuk.

Pada menit ke-90, Espi memanfaatkan bola liar setelah Kylian Mbappe kehilangan penguasaan bola. Penyerang muda tersebut bergerak cepat, menyambar bola dan melepaskan tembakan keras yang bersarang di gawang Espanyol. 2-1 untuk Madrid.

Gol tersebut sekaligus mengubah malam yang berpotensi mengecewakan menjadi kemenangan penting bagi Mourinho.

"Saya rasa kekalahan ini pasti sulit diterima Espanyol. Mereka berjuang, bermain bagus dan mampu bertahan hingga sangat larut, tetapi saya pikir kami memang pantas menang," kata Mourinho.

Pelatih asal Portugal itu juga memuji mental para pemain pengganti. "Ini kemenangan dengan jiwa, dengan daya juang, dengan kekuatan yang kami miliki dari bangku cadangan. Saya senang dengan rasa lapar yang ditunjukkan para pemain yang masuk. Itulah yang kami butuhkan," ujarnya.

Kemenangan memang menjadi modal positif, tetapi Madrid masih memiliki pekerjaan besar.

Kylian Mbappe dan Vinicius Junior belum menunjukkan kombinasi terbaik. Keduanya baru kembali setelah mendapatkan waktu istirahat pasca-Piala Dunia dan terlihat belum berada dalam kondisi permainan terbaik.

Keduanya sempat menunjukkan beberapa momen berbahaya, tetapi ketajaman dan koordinasi di lini depan belum maksimal.

Situasi itu dimanfaatkan Espanyol untuk menekan Madrid dan menyamakan kedudukan.

Mourinho pun harus melakukan sejumlah perubahan untuk mencari formula terbaik setelah Madrid melakukan investasi besar pada musim panas.

Los Blancos datang ke musim baru dengan ambisi merebut kembali gelar LaLiga yang dalam dua musim terakhir menjadi milik Barcelona. Madrid bahkan gagal mengangkat trofi pada musim lalu, sehingga tekanan terhadap Mourinho sejak pertandingan pertama sudah terasa.

Espi menjadi salah satu simbol dari strategi baru Madrid. Kepergian Gonzalo Garcia ke Fulham membuat Madrid membutuhkan profil berbeda di lini depan. Espi, yang memiliki postur tinggi dan kekuatan fisik, diproyeksikan memberikan variasi permainan bagi Mourinho.

Keputusan sang pelatih memasukkan Espi terbukti tepat. Gol pada menit ke-90 bukan hanya memberikan tiga poin, tetapi juga menjadi awal yang sempurna bagi penyerang muda tersebut bersama klub barunya.

Bagi Madrid, kemenangan ini memang bukan pembuka musim yang benar-benar mulus seperti yang diharapkan. Namun, tiga poin, kemenangan dramatis, serta striker baru yang langsung mencetak gol menjadi modal berharga bagi Mourinho untuk membangun tim bertabur bintang menjadi mesin yang lebih solid.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.