Tarif Retribusi Turun! Pedagang Pasar Ajibarang Gelar Tasyakuran
Minggu, 23 Agu 2026, 07:08 WIBBANYUMAS - Pedagang Pasar Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menggelar tasyakuran atas penurunan tarif retribusi pasar yang dinilai menjadi bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap keberlangsungan usaha pedagang.
Tasyakuran digelar bersamaan dengan Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Pasar Ajibarang, Sabtu, dan dihadiri Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono serta Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (DPKUKM) Kabupaten Banyumas Gatot Eko Purwadi.
Berdasarkan data, besaran penurunan tarif retribusi tersebut bervariasi, misalnya tarif retribusi pasar tipe A yang sebelumnya mencapai Rp50 ribu per meter persegi per bulan kini turun menjadi sekitar Rp23.300 per meter persegi per bulan atau turun sekitar 53 persen dibanding tarif sebelumnya.
Dalam kesempatan itu, Kepala DPKUKM Kabupaten Banyumas Gatot Eko Purwadi mengatakan penurunan tarif retribusi tersebut merupakan hasil kajian setelah Bupati Banyumas memberikan arahan agar tarif retribusi pasar dikaji dengan mempertimbangkan kondisi pedagang.
âKita laksanakan kajian itu bekerja sama dengan perguruan tinggi dan alhamdulillah hasil kajian itu bisa diterima dan disepakati oleh seluruh pedagang yang ada di Kabupaten Banyumas,â katanya.
Ia mengatakan jumlah pedagang di seluruh pasar Kabupaten Banyumas mencapai 9.423 orang yang tersebar di 28 pasar.
Ia mengharapkan kebijakan penurunan tarif retribusi dapat memberikan manfaat bagi para pedagang.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Bupati Banyumas yang dinilai memberikan perhatian terhadap kondisi pedagang sehingga kebijakan penurunan tarif retribusi dapat direalisasikan.
Menurut dia, kekompakan pedagang menjadi modal penting dalam membangun komunikasi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk meningkatkan pelayanan pasar.
âPasar tidak bisa berjalan sendiri. Pasar membutuhkan mitra, teman, dan komunitas. Sehingga kita membangun komunitas yang luar biasa,â katanya.
Selain penurunan tarif retribusi, DPKUKM Banyumas menjalankan sejumlah program untuk memperkuat peran pasar, salah satunya pengembangan etalase pertanian.
Gatot mengatakan terdapat 10 pasar yang disiapkan sebagai etalase pertanian agar hasil pertanian lokal dapat masuk dan dipasarkan di pasar-pasar Banyumas. Pasar Ajibarang menjadi salah satu pasar yang telah memelopori program tersebut.
âKeinginan Pak Bupati, hasil pertanian itu bisa masuk di pasar-pasar kita,â katanya.
Ia juga mengatakan program Universal Coverage Jaminan Sosial Ketenagakerjaan terus didorong bagi pedagang.
âDari target 4.000 pedagang, realisasinya masih perlu ditingkatkan,â kata Gatot.
Sementara itu, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengajak pedagang Pasar Ajibarang menjaga kekompakan dan bersama-sama mengembangkan aktivitas perdagangan untuk meningkatkan kesejahteraan.
âYang penting kita semua kompak, ramai bareng, cari duit bareng, cari duit yang halal,â katanya
Ia juga meminta pedagang dan masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan pasar, terutama dalam menangani sampah yang dihasilkan dari aktivitas perdagangan.
Ia mendorong keterlibatan kelompok swadaya masyarakat (KSM) dalam mengelola sampah Pasar Ajibarang agar tidak menumpuk dan mengganggu kenyamanan lingkungan.
âUntuk penanganan sampah di Pasar Ajibarang, saya beri dorongan agar teman-teman mengelola sampah yang ada di pasar. Jangan sampai menumpuk,â katanya.
Ia mengharapkan kolaborasi pemerintah, pedagang, komunitas, dan masyarakat semakin kuat sehingga Pasar Ajibarang menjadi pusat perdagangan yang nyaman dan mampu mendukung peningkatan kesejahteraan pedagang.
Bupati juga mengapresiasi semangat pedagang dalam memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus menggelar tasyakuran atas penurunan tarif retribusi pasar.
- retribusi pasar
- biaya retribusi
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.