Kerugian Besar Bangsa, Rumah Adat Sade Terbakar

Minggu, 23 Agu 2026, 06:55 WIB

MATARAM – Perlu dilakukan pengawasan agar peninggalan-peninggalan penting seperti rumah adat tidak terkena bencana kebakaran. Kali ini terjadi kerugiaan bagi bangsa saat rumah kampung adat wisata Sade Desa Rambitan Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) dikabarkan mengalami kebakaran, Sabtu (22/8) malam.

"Petugas sudah melakukan pemadaman," kata Kepala Desa Rambitan Lalu Winakse di Lombok Tengah, Sabtu. Lalu Winakse bersama-sama warga langsung melakukan penanganan setelah mendapatkan informasi terjadinya kebakaran. Ia juga langsung berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan pemadaman dan mengevakuasi warga yang tinggal di rumah Sade tersebut.

Ket. Foto: Cegah kebakaran — Sumber: ist

"Kejadian kebakaran sekitar pukul 22.00 Wita. Saya sedang di TKP," kata Lalu Winakse yang sejauh ini belum mengetahui penyebab kebakaran.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lombok Tengah Supardan mengatakan pihaknya telah menurunkan petugas dan mobil pemadam untuk memadamkan api di rumah adat Sade tersebut. "Petugas sudah menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan pemadaman," katanya.

Informasi yang dihimpun wartawan menyebutkan bahwa akses arus lalulintas kendaraan di jalan raya Sengkol-Mandalika sempat terganggu di tengah upaya petugas melakukan pemadaman.

"Semua rumah adat itu kebakaran semua. Saya belum bisa lewat, karena petugas masih melakukan pemadaman," kata warganet Alpokat yang melakukan siaran langsung di media sosialnya.

"Informasi dari warga, penyebab kebakaran karena konsleting kabel listrik. Semuanya hangus tidak ada yang tersisa, namun tidak ada korban jiwa," katanya.

Rumah adat Sade dibangun berdasarkan nilai estetika dan kearifan lokal. Orang sasak mengenal beberapa jenis bangunan adat yang menjadi tempat tinggal dan juga tempat ritual adat dan ritual keagamaan.

Rumah adat suku Sasak terbuat dari jerami dan berdinding anyaman bambu (bedek). Lantai dari tanah liat yang dicampur kotoran kerbau dan abu jerami.

Campuran tanah liat dan kotoran kerbau membuat lantai tanah mengeras, sekeras semen. Cara membuat lantai seperti itu sudah diwarisi sejak nenek moyang mereka.

Bahan bangunan seperti kayu dan bambu didapatkan dari lingkungan sekitar. Untuk menyambung bagian-bagian kayu, mereka menggunakan paku dari bambu.

Rumah suku Sasak hanya memiliki satu pintu berukuran sempit dan rendah, tidak memiliki jendela. Hingga berita ini ditulis, petugas sedang melakukan penanganan kebakaran.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.