Usai Bermain dalam Rangka 100 Tahun Gajayana, Legenda Arema Meninggal Dunia
Minggu, 18 Jan 2026, 20:51 WIBMALANG â Nasib tragis dialami salah satu legenda Arema FC, Kuncuro. Dia adalah Asisten Pelatih Arema FC. Kuncoro meninggal dunia setelah bermain dalam laga amal 100 Tahun Stadion Gajayana di Kota Malang, Jawa Timur, Minggu sore. General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi  mengatakan kepergian Kuncoro membuat duka mendalam insan dunia sepakbola nasional.
"Kami semua sangat syok dan terpukul. Cak Kun (sapaan Kuncoro) memulai karier profesionalnya di Stadion Gajayana. Hari ini Allah memanggilnya pulang di stadion yang sama, tepat di momen 100 tahun stadion ini," kata Yusrinal di Malang pada Minggu. Menurut manajemen Arema FC, Kuncoro diduga terkena serangan jantung.
Kejadian bermula ketika Kuncoro menyelesaikan pertandingan babak pertama bersama rekan-rekan sesama legenda Arema, seperti Siswantoro, Hermawan, dan Doni Suherman. Saat itu dia berjalan ke luar lapangan untuk beristirahat di bangku cadangan pemain di Stadion Gajayana.
Tak berselang lama, Kuncoro ambruk dan kemudian pingsan di bangku pemain cadangan. Sontak perangkat pertandingan dan tim medis bergegas memberikan pertolongan pertama kepada Kuncoro, tapi kondisi sang legenda  tak menunjukkan tanda-tanda membaik.
Kuncoro pun dibawa ke RSUD Saiful Anwar di  Malang untuk mendapatkan perawat medis intensif. Takdir berkata lain, asisten pelatih Arema FC ini dinyatakan meninggal dunia. Yusrinal mengenang Kuncoro sebagai sosok yang berdedikasi tinggi kepada Arema, selain berpribadi hangat, humoris, tegas, dan setia kawan.
Manajemen Arema FC mengajak seluruh pihak mendoakan almarhum. "Selamat jalan legenda, loyalitasmu abadi. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," kata manajemen klub ini.
Cedera Pemain
Sebelumnya,  Pemain bertahan Arema FC Luiz Gustavo diperkirakan tak bisa memperkuat tim hingga akhir musim Super League 2025/2026, karena harus menjalani operasi setelah mengalami cedera anterior cruciate ligament atau ACL.
Dokter Tim Arema FC Nanang Tri Wahyudi di Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu, menyebut, ligamen bagian lutut kiri Luiz Gustavo mengalami robekan dan secepatnya perlu ditangani.
"Ligamen ACL lutu kiri Luiz Gustavo robek, cedera ini akibat akibat insiden di lapangan di mana ia terjatuh dan tertimpa oleh pemain lain. Keputusan medis untuk menempuh jalan operasi," kata Nanang. Dia menyatakan pelaksanaan operasi ini tidak diambil sendiri oleh tim dokter melainkan berdasarkan hasil koordinasi dan persetujuan sang pemain.
Operasi dinilai opsi terbaik dalam menangani cedera ACL dan demi kebaikan jangka panjang karier Luiz Gustavo. "Tujuannya jelas, agar struktur lututnya bisa pulih sempurna dan dia dapat bermain lebih optimal," ucap dia.
Pesepakbola yang berposisi sebagai bek tengah ini merupakan pilihan utama pelatih Marcos Santos sepanjang Super League musim ini. Bersama Arema FC, Mantan pemain Iutano dan Vasco Da Gama ini telah mencatatkan 17 pertandingan dengan total 1.530 menit bermain.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Persija vs Arema FC: Ambisi Mauricio Souza Kejar Puncak Klasemen
-
Arema FC kalahkan Persija Jakarta
-
Persiapan Ramadan 2026, Pemprov DKI Jaga Stabilitas Harga Jakarta
-
Polda Metro Jaya Ungkap Peran Bahar bin Smith dalam Kasus Penganiayaan Anggota Banser di Kota Tangerang
-
Umuh Muchtar: Persib Tak Boleh Terpeleset di Momen Krusial, Fokus Jelang Lawan Arema
-
Stok Beras 3,3 Juta Ton, Bulog Klaim Siap Amankan Pangan Selama Ramadhan hingga Idul Fitri
-
Rekayasa Contraflow untuk Mengatasi Kepadatan Tol Jakarta-Cikampek
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.