Arbeloa Tuding Protes Fans Bernabéu Datang dari Pihak yang Tak Suka Real Madrid

Minggu, 18 Jan 2026, 02:10 WIB

JAKARTA - Pelatih Real Madrid, Álvaro Arbeloa, menilai gelombang protes suporter di Santiago Bernabéu bukan berasal dari pendukung sejati klub. Pernyataan itu ia sampaikan usai Los Blancos menaklukkan Levante 2-0 dan menjaga jarak satu poin dari puncak klasemen La Liga yang masih dikuasai Barcelona.

Sebelum laga dimulai, sebagian suporter Real Madrid mengibarkan sapu tangan putih sebagai bentuk kekecewaan. Sepanjang pertandingan, siulan dan cemoohan terdengar, dengan Jude Bellingham, Vinícius Jr, dan Federico Valverde menjadi sasaran utama. Presiden klub Florentino Pérez juga tak luput dari sorotan negatif.

Ket. Foto: — Sumber: Detik

“Saya tahu dari mana asal nyanyian dan kampanye ini. Itu datang dari orang-orang yang tidak menyukai Real Madrid,” ujar Arbeloa.
Ia juga memberikan pembelaan terbuka kepada Pérez. Menurut Arbeloa, presiden Real Madrid tersebut merupakan sosok paling berpengaruh dalam sejarah klub, sejajar dengan Santiago Bernabéu.

Arbeloa, yang baru ditunjuk menggantikan Xabi Alonso pada awal pekan, turut merasakan tekanan langsung dari tribun. Meski begitu, ia mengaku memahami reaksi publik Bernabéu setelah Real Madrid menjalani pekan yang sulit.

“Saya selalu menghormati Bernabéu. Saya juga sering dicemooh di sini. Minggu ini bukan minggu yang baik, dan fans punya hak untuk meluapkan kekecewaan,” katanya.
Ia menambahkan bahwa kritik dari tribun justru bisa menjadi pemicu bagi pemain untuk tampil lebih maksimal.

Kemenangan atas Levante ditentukan oleh dua gol di babak kedua. Kylian Mbappé membuka keunggulan pada menit ke-58 melalui titik penalti setelah dilanggar Adrián de la Fuente. Tujuh menit berselang, Raúl Asencio menggandakan keunggulan lewat sundulan memanfaatkan sepak pojok Arda Güler.

Laga ini menjadi pertandingan La Liga pertama Arbeloa sebagai pelatih kepala. Ia mengembalikan Mbappé dan Bellingham ke starting XI setelah keduanya absen dalam kekalahan memalukan dari Albacete di ajang Copa del Rey. Namun, tekanan suporter sudah terasa sejak awal pertandingan, terutama saat Bellingham mendapat siulan meski tampil agresif di 10 menit pembuka.

Real Madrid tampil kurang tajam di babak pertama dengan hanya satu tembakan tepat sasaran. Arbeloa kemudian melakukan perubahan dengan memasukkan Arda Güler dan Franco Mastantuono selepas jeda, yang terbukti meningkatkan intensitas serangan tuan rumah.

Mbappé, yang kini memimpin daftar top skor La Liga dengan 19 gol, menjadi salah satu dari sedikit pemain yang tidak mendapat cemoohan dari tribun. Penyerang muda Gonzalo García juga mendapat sambutan positif dari suporter.

Usai kemenangan ini, Real Madrid akan kembali fokus ke kompetisi Eropa. Los Blancos dijadwalkan menjamu Monaco pada Selasa mendatang dalam lanjutan Liga Champions, dengan Arbeloa berharap atmosfer Bernabéu kembali bersatu mendukung tim.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Muhammad Daniel Ramadhan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.