Babel Serius Urus Cabai, Program Gencar Makin Meriah
Sabtu, 17 Jan 2026, 10:55 WIBPANGKALPINANG â Gerakan Tanam Cabai Rakyat hadir sebagai ajakan sederhana tapi penuh makna: ayo tanam cabai sendiri.
Di tengah harga cabai yang sering naik turun tak menentu, gerakan ini mendorong masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumah, pot, atau lahan kosong agar bisa ditanami cabai.
Tak perlu lahan luas atau teknik rumit. Cukup dengan polybag, tanah, dan sedikit perawatan, cabai sudah bisa tumbuh dan dipanen sendiri.
Selain membantu memenuhi kebutuhan dapur, menanam cabai juga jadi cara seru untuk mengurangi ketergantungan pada pasar.
Gerakan ini bukan hanya soal tanaman, tapi juga soal kebersamaan. Warga diajak terlibat, saling berbagi bibit, pengalaman, hingga hasil panen. Dari kegiatan sederhana ini, tumbuh kesadaran bahwa ketahanan pangan bisa dimulai dari rumah.
Lewat Gerakan Tanam Cabai Rakyat, cabai tak lagi sekadar bumbu dapur, tapi simbol kemandirian. Sedikit demi sedikit, dari halaman rumah, masyarakat diajak ikut menjaga stabilitas pangan dengan cara yang santai namun berdampak nyata.
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani membagikan bantuan ratusan ribu bibit tanaman cabai kepada masyarakat, guna menyukseskan Gerakan Tanam Cabai Rakyat "Gencar" di daerah itu.
"Gerakan ini tidak hanya berorientasi pengendalian inflasi tetapi juga memperkuat peran masyarakat secara kolektif," kata Hidayat Arsani di Pangkalpinang, Sabtu (17/1).
Ia mengatakan Program Gencar 2026 ini sebuah gerakan ketahanan pangan berbasis rumah tangga yang dikelola secara terintegrasi bersama kelompok tani, dasawisma, dan ibu-ibu PKK di Kepulauan Babel, guna meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
"Pada tahap awal ini, kita menyalurkan 150.000 tanaman cabai dan diproyeksikan panen sekitar satu bulan ke depan atau bertepatan bulan puasa dan Hari Raya Idul Fitri nanti," katanya.
Menurut dia melalui penyediaan tanaman cabai kepada masyarakat, pemerintah mendorong terwujudnya kemandirian pangan keluarga, memperkuat budaya gotong royong dan kebersamaan, serta meningkatkan daya saing ekonomi rumah tangga.
"Dengan memanfaatkan potensi lokal dan peran aktif masyarakat, Program Gencar ini diharapkan mampu menciptakan kesejahteraan yang berkelanjutan," katanya.
Ia menyatakan keunggulan utama Program Gencar ini terletak pada konsep pemberdayaan masyarakat, mulai dari proses pemeliharaan, perawatan, hingga pemanfaatan hasil panen.
âProgram ini tidak hanya membagikan tanaman cabai dengan konsep satu rumah menerima 10 batang, tetapi juga melibatkan kelompok tani sebagai pendamping teknis, serta dasa wisma dan Ibu-ibu TP PKK kelurahan sebagai pengelola di tingkat rumah tangga. Dengan pola ini, program diharapkan berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi nyata,â ujarnya.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.