Pekan yang Buruk Bagi Fans Real Madrid: Kalah El Clasico, Ditinggal Pelatih, hingga Dipecundangi Klub Papan Bawah Kasta 2

Kamis, 15 Jan 2026, 14:53 WIB

JAKARTA - Real Madrid menutup pekan dengan hasil yang sulit diterima para pendukungnya. Los Blancos resmi tersingkir dari Copa del Rey usai kalah dramatis dari Albacete, klub penghuni papan bawah Segunda Division, dalam laga yang sekaligus menjadi debut Alvaro Arbeloa sebagai pelatih kepala.

Kekalahan ini datang di tengah situasi internal yang belum stabil. Arbeloa baru saja ditunjuk menggantikan Xabi Alonso yang berpisah dengan klub lewat kesepakatan bersama. Penunjukan cepat tersebut sempat memicu tanda tanya, terlebih setelah Madrid sebelumnya juga tumbang dari Barcelona di ajang Piala Super Spanyol.

Ket. Foto: — Sumber: Managing World

Pada laga melawan Albacete, Arbeloa memilih melakukan rotasi besar. Nama-nama utama seperti Kylian Mbappe, Jude Bellingham, Rodrygo, dan Thibaut Courtois diistirahatkan jelang pertandingan La Liga. Keputusan itu membuat sejumlah pemain akademi, termasuk Jorge Cestero dan David Jimenez, mendapat kesempatan tampil sejak awal.

Meski begitu, Arbeloa menegaskan bahwa pilihan tersebut bukan alasan kekalahan. Ia mengambil tanggung jawab penuh atas hasil buruk yang diterima timnya. Menurutnya, skuad yang diturunkan tetap memiliki kualitas untuk meraih kemenangan.

Albacete unggul lebih dulu pada menit ke-42 lewat sundulan bek Javi Villar yang memaksimalkan sepak pojok Jose Lazo. Madrid sempat merespons cepat menjelang turun minum melalui gol Franco Mastantuono, pemain 18 tahun yang memanfaatkan kesalahan kiper Raul Lizoain.

Pertandingan berjalan relatif seimbang di babak kedua. Arbeloa mencoba mengubah keadaan dengan memasukkan pemain-pemain berpengalaman seperti David Alaba, Eduardo Camavinga, dan Dani Carvajal. Namun, justru pergantian pemain dari kubu Albacete yang menjadi pembeda.

Jefte Betancor, yang masuk sebagai pemain pengganti, tampil sebagai pahlawan tuan rumah. Ia mencetak dua gol di menit-menit akhir, mengapit gol penyama kedudukan Gonzalo Garcia, untuk memastikan kemenangan bersejarah Albacete atas klub pemilik 15 gelar Liga Champions tersebut. Hasil ini membawa Albacete melaju ke perempat final Copa del Rey untuk pertama kalinya dengan menyingkirkan raksasa Spanyol.

Kekalahan dari tim yang berada di posisi ke-17 kasta kedua Spanyol jelas menjadi pukulan telak bagi Real Madrid. Di mata banyak pengamat dan suporter, hasil ini semakin memperbesar sorotan terhadap keputusan manajemen menunjuk Arbeloa, yang minim pengalaman melatih di level senior.

Bagi Madrid, pekan ini terasa lengkap sebagai mimpi buruk. Kekalahan di El Clasico, kepergian pelatih, dan tersingkirnya mereka dari Copa del Rey oleh klub papan bawah menjadi rangkaian hasil yang membuat pertanyaan besar kembali mengemuka: ke mana arah Real Madrid musim ini.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Muhammad Daniel Ramadhan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.