Bagini Kata Pengamat agar Ekonomi RI Tidak Jatuh Seperti Iran?
Kamis, 15 Jan 2026, 22:25 WIBJAKARTA-Tekanan ekonomi membuat nilai mata uang Iran, Rial semakin jatuh, bahkan terendah dalam sejarah.Â
 Per Kamis (15/1), kurs rial mencapai sekitar 1.065.000 per dollar AS di pasar terbuka, melemah 2.437 persen dibanding posisi awal 2025 yang masih sekitar 42.000 rial per dollar AS.
Tak hanya terhadap dolar, Kurs rial terhadap rupiah juga melemah signifikan. Saat ini, 1 rupiah setara dengan 63,06 rial Iran, sehingga 20.000 rupiah setara dengan lebih dari 1,26 juta rial di Iran.
Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti, mengatakan merosotnya nilai mata uang Iran tidak terlepas dari tekanan ekonomi yang berkepanjangan terhadap negara tersebut. Sanksi ekonomi Amerika Serikat (AS) membuat ekonomi Iran terus terpuruk yang membuat terrjadinya gejolak sosial di dalam negeri.
Makanya menurut Esther, kita perlu belajar dari Iran agar ekonomi RI tidak terpuruk. Indonesia harus berhati-hati. Seperti yang terjadi sekarang, dimana ada fenomena IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) menguat karena investor asing borong saham blue chip tetapi di sisi lain nilai tukar terhadap dolar AS mengalami depresiasi.
"Maka yang harus dilakukan oleh policy makers harus tetap mendorong investasi riil bukan hanya investasi dengan beli saham hal ini rentan capital outflow jika terjadi sesuatu misalnya digoyang isu instabilitas politik,"ulas Esther pada Koran Jakarta, Kamis (15/1).
Strateginya jelas Esther dengan mendorong investor asing agar mau investasi riil seperti bangun pabrik, turut serta dalam proyek pembangunan infrastruktur pemerintah dan lain sebagainya. Strategi kedua dengan mendorong peningkatan devisa negara melalui peningkatan ekspor barang maupun jasa.
Pengembangan sektor pariwisata sehingga turis asing banyak masuk dan seterusnya. "Dengan demikian stabilitas nilai tukar terjaga karena supply mata uang asing banyak di Indonesia. Utang luar negeri dan impor ditekan,"tandas dia
Sebagai gambaran penurunan nilai rial berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari warga Iran. Fenomena ini membuat harga barang impor, makanan, dan kebutuhan pokok semakin mahal.
Inflasi pangan melonjak hingga 70 persen secara tahunan menurut perkiraan Gavekal Research. Gejolak ekonomi ini membuat Iran diguncang demonstrasi besar besaran sejak 28 Desember 2025 dan menewaskan lebih dari 2.400 orang.
- sanksi AS
- demo di iran
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Tak Hanya di RI! Pertamina Drilling Ekspansi ke Malaysia & Timor Leste, Bidik Pasar Global
-
Sambut HUT ke-81 RI, BW Express Hotel Jakarta Gelar Promo Staycation Mulai Rp519 Ribu
-
Saat Sudan Dilanda Kekerasan Sipil yang Kian Tak Terkendali
-
Agresif Tekan Angka Kriminalitas, AS Batalkan 175.000 Visa Sejak 2025
-
Puluhan Tim dari Berbagai Provinsi Ikuti Lomba Dayung Perahu Naga di Tangerang
-
Akses Air Jadi Prioritas, PU Maksimalkan 10 Ribu Sumur Bor untuk Wilayah Kering
-
Jaga Konektivitas, PU Kebut Rekonstruksi Permanen 47 Jembatan di Sumatra
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.