Prabowo: MBG Sasar 82 Juta Orang di Akhir 2026

Selasa, 13 Jan 2026, 03:03 WIB

JAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan bahwa jumlah penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ditargetkan mencapai 82 juta orang hingga akhir 2026.

Kepala Negara, dalam agenda peresmian operasional 166 Sekolah Rakyat, di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, menyebut capaian MBG per hari ini, Senin (12/1), telah menjangkau 58 juta penerima manfaat.

Ket. Foto: Presiden RI Prabowo Subianto didampingi Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar (kiri), Menteri Sosial Saifullah Yusuf (kedua kanan) dan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo (kanan) meresmikan operasional 166 Sekolah Rakyat, bertempat di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026). — Sumber: Antara

“MBG hari ini, kalau tidak salah, sudah mencapai 58 juta penerima manfaat, anak-anak, ibu hamil dan lansia menerima makan setiap hari, tiap hari di sekolah,” katanya, diikuti dalam jaringan (daring) Sekretariat Presiden di Jakarta.

Presiden mengatakan, para penerima manfaat mendapatkan asupan makanan bergizi secara rutin, dengan skema harian bagi anak sekolah serta tujuh hari dalam sepekan bagi ibu hamil. “Ini dicapai dalam satu tahun, negara mana yang bisa berbuat seperti ini?” ujar Presiden.

Menurut Presiden, total porsi makanan bergizi yang telah disalurkan melalui program MBG telah mencapai sekitar 3 miliar porsi, menjadikannya salah satu program intervensi pangan dan gizi terbesar yang pernah dijalankan Indonesia.

Presiden Prabowo optimistis target pemerintah untuk menjangkau lebih dari 82 juta penerima manfaat akan tercapai paling lambat pada akhir tahun ini.

Ia menyatakan keyakinannya bahwa dengan capaian 58 juta penerima manfaat sejak awal tahun, program tersebut akan terus meluas secara bertahap hingga Desember.

Lebih lanjut, Presiden menekankan bahwa keberhasilan MBG tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi nasional. Hal ini ditopang oleh penguatan koperasi sebagai tulang punggung distribusi dan produksi pangan.

Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur pemerintah dan pihak terkait yang telah bekerja keras menyukseskan Program MBG serta mendukung program Sekolah Rakyat sebagai bagian dari agenda besar pembangunan manusia Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo juga meninjau pelaksanaan program MBG di Sekolah Rakyat Terpadu 9 Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial, Banjarbaru.

Berdasarkan pantauan melalui siaran langsung kanal YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo memasuki sebuah aula besar, yang di dalamnya terdapat para siswa yang telah duduk rapi saling berhadapan di sejumlah meja.

Di hadapan para siswa itu tersaji menu MBG lengkap dengan susu kemasan dan air mineral. Presiden tampak berkeliling aula untuk melihat secara langsung para siswa yang mulai menyantap makanan tersebut.

Dalam peninjauan itu, Kepala Negara juga terlihat berinteraksi dengan para siswa dengan suasana yang hangat. Presiden turut menyempatkan diri menandatangani buku dan berfoto bersama para siswa dan orang tua.

Lakukan Pembinaan

Sementara itu, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji terus melakukan pembinaan kepada kader-kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) agar kasus pemberian MBG dalam kantong plastik kepada sasaran ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) tidak terulang kembali.

“Kita sudah kasih pembinaan ke kader-kader karena kita yang salah, maka kita yang minta maaf, jangan sampai terulang lagi, jadi jangan sampai dijadikan satu itu seperti yang viral, enggak ya, pokoknya jangan sampai gara-gara hujan, ingin cepat segera selesai,” katanya dalam temu kader TPK pendistribusian MBG di Sukabumi, Jawa Barat, Senin.

Wihaji menegaskan, apabila MBG memang terlambat diberikan, lebih baik kader mengkomunikasikannya kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertanggung jawab.

“Apapun alasannya, mau hujan deras, kalau itu sore baru sampai (MBG), maka dikomunikasikan bareng, ini basi atau atau enggak, jangan sampai karena ini sensitif untuk ibu hamil. Kalau memang potensi basi itu lebih dikomunikasikan atau dikembalikan saja,” paparnya.

Kader-kader TPK atau penyuluh Kemendukbangga/BKKBN memberikan MBG kepada sasaran 3B dalam waktu yang bervariasi, tetapi, rata-rata menyesuaikan jadwal di posyandu yang diberikan sedikitnya dua kali dalam seminggu.

Para kader yang mendistribusikan MBG ke rumah-rumah juga diberikan insentif Rp500-Rp1.000 per omprengnya. Di Kecamatan Kabandungan, lokasi yang dikunjungi Wihaji, total sasaran 3B yang diberikan MBG sebanyak 3.226 orang.

“Insentif rata-rata diberikan berapa kali, ibu-ibu?” tanya Wihaji kepada para kader. “Dua kali, Pak, kadang tiga kali seminggu,” jawab para kader serempak.

Sebelumnya, diketahui salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karyasari, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, Banten, memberikan MBG berkantong plastik kepada penerima manfaat ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

SPPG kemudian klarifikasi video distribusi MBG dengan kemasan kantong plastik yang tidak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) Badan Gizi Nasional (BGN) yakni menggunakan ompreng.

Kejadian tersebut berlangsung pada Kamis (8/1). Kepala SPPG Karyasari Dimas Dhika Alpiyan menjelaskan pada hari tersebut SPPG menyiapkan menu untuk kelompok penerima manfaat ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B).

Makanan kemudian didistribusikan menggunakan ompreng sesuai prosedur. Namun setibanya di lokasi penerima, salah seorang kader posyandu memindahkan makanan dari ompreng ke dalam kantong plastik. Tindakan tersebut dilakukan tanpa koordinasi dan tidak sesuai dengan SOP penyajian MBG. Ant/S-2

  • Program MBG

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.