Pejabat Russia Sebut Greenland Bisa Memilih Gabung ke Moskow Jika Trump Tak Segera Bertindak

Selasa, 13 Jan 2026, 09:30 WIB

Pejabat Senior Russia mengatakan Greenland bisa memilih untuk bergabung dengan Russia jika Trump tidak segera bertindak.

Wakil Ketua Dewan Keamanan Russia Dmitry Medvedev mengatakan penduduk Greenland bisa memilih untuk bergabung dengan Russia jika Presiden AS Donald Trump tidak segera mengambil tindakan untuk mengamankan pulau Arktik tersebut, demikian dilaporkan Interfax, Senin (12/1).

Ket. Foto: Wakil Ketua Dewan Keamanan Russia Dmitry Medvedev menghadiri pertemuan Dewan Sains dan Pendidikan di Institut Gabungan untuk Penelitian Nuklir di kota Dubna, wilayah Moskow, Russia, 13 Juni 2024. — Sumber: Sputnik via Reuters

“Trump perlu segera bertindak. Menurut informasi yang belum diverifikasi, dalam beberapa hari ke depan mungkin akan ada referendum mendadak, di mana seluruh penduduk Greenland yang berjumlah 55.000 jiwa dapat memilih untuk bergabung dengan Russia,” lapor Interfax, mengutip Medvedev, mantan presiden Russia.

“Dan kemudian selesai. Tidak ada bintang kecil baru di bendera (AS).”

Trump menginginkan agar Amerika Serikat mengambil alih kendali Greenland, wilayah Denmark yang berpemerintahan sendiri, dengan alasan Washington perlu memilikinya untuk mencegah Russia. Presiden AS mengatakan lokasi dan sumber dayanya menjadikan Greenland vital bagi keamanan nasional, yang memicu keberatan keras dari Denmark dan Greenland.

Meskipun Russia tidak mengklaim Greenland, mereka telah lama memantau peran strategis pulau itu dalam keamanan Arktik, mengingat posisinya di jalur Atlantik Utara dan keberadaan fasilitas militer dan pengawasan ruang angkasa utama AS di sana.

Kremlin belum mengomentari dorongan baru Trump, tetapi menyebut Arktik sebagai zona kepentingan nasional dan strategis Russia, dan tahun lalu mengatakan mereka mengamati dengan saksama perdebatan "yang cukup dramatis" seputar Greenland.

Invasi Russia ke Ukraina pada tahun 2022 telah merusak banyak kerja sama di Arktik. Seiring perubahan iklim membuka jalur dan prospek sumber daya baru, wilayah tersebut menjadi semakin diperebutkan.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: CNA

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.