Hi-Me! Cermin Cerdas Inovasi Kesehatan Karya Mahasiswa ITS, Bagaimana Cara Kerjanya?
Selasa, 13 Jan 2026, 19:36 WIBSURABAYA - Inovasi cermin cerdas Hi-Me! berbasis multisensor dan deep learning untuk skrining kesehatan cepat berhasil dirancang oleh Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, yang mampu mendeteksi delapan parameter tanda vital tubuh sekaligus mendukung efisiensi pelayanan kesehatan.
Tim mahasiswa Departemen Teknik Biomedik ITS angkatan 2022 bernama Masuk Surga itu terdiri atas Nehemy Davis Suryanto, Andi Lisnaini Ramadhani, dan Wean Harmiwan Bontong, dengan dosen pembimbing Nada Fitrieyatul Hikmah ST MT.
âAlat ini merupakan hasil brainstorming tim kami dengan dosen pembimbing,â ujar salah satu anggota Andi Lisnaini Ramadhani di Surabaya, Selasa (13/1).
Gagasan pengembangan alat berawal dari dorongan dosen pembimbing agar penelitian tugas akhir dapat dikembangkan menjadi inovasi yang menjawab persoalan efisiensi layanan kesehatan.
âHi-Me! dirancang untuk membantu mengurangi waktu antrean pasien yang kerap melebihi batas 60 menit sesuai ketentuan Kementerian Kesehatan,â kata Andi.
Hi-Me! memanfaatkan lima sensor utama untuk mengukur tinggi badan, berat badan, suhu tubuh, laju pernapasan, dan denyut nadi.
Selain itu, tiga model deep learning digunakan untuk mengestimasi tekanan darah sistolik, tekanan darah diastolik, serta kadar gula darah secara non-invasif.
âAlat ini mampu melakukan pengukuran pada delapan parameter tanda vital tubuh hanya dalam kurun waktu tiga menit,â tambah Andi.
Perangkat tersebut juga dilengkapi sistem rekam medis elektronik atau electronic medical record (EMR) berbasis web sehingga pengguna dapat menyimpan dan mengakses riwayat pemeriksaan secara daring.
âWalau belum terintegrasi dengan sistem rumah sakit, kami meluncurkan EMR berbasis web agar data hasil pemeriksaan dapat disimpan dan diakses dengan mudah,â kata Andi.

Inovasi Hi Me! dari tim mahasiswa Departemen Teknik Biomedik ITS, cermin cerdas multisensor untuk skrining kesehatan terhadap delapan tanda vital tubuh. (Antara/HO-Humas ITS)
Dari sisi efisiensi, integrasi delapan parameter dalam satu perangkat dinilai membantu tenaga medis memperoleh data awal kondisi pasien secara lebih praktis.
âDengan satu alat, delapan parameter tubuh dapat terdeteksi secara otomatis, sehingga lebih praktis dan akurat karena telah diuji kalibrasinya,â ujar Andi.
Meski demikian, tim pengembang menyebut Hi-Me! masih memerlukan tahapan lanjutan sebelum diterapkan di fasilitas kesehatan.
âHi-Me! sudah sekitar 50 persen siap, namun perlu peningkatan akurasi model deep learning, kalibrasi sensor, serta penelitian lanjutan sebelum digunakan secara komersial,â kata anggota lainnya, Wean Harmiwan Bontong.
Ke depan, tim berencana mengembangkan Hi-Me! agar lebih fleksibel dan dapat digunakan oleh seluruh kelompok usia.
Dengan slogan Your Health, Reflected in Seconds, inovasi ini diharapkan menjadi solusi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus mendorong transformasi digital sektor kesehatan.
Inovasi tersebut juga menjadi implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya poin ke-3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta poin ke-9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, sebagai kontribusi mahasiswa ITS terhadap pembangunan kesehatan berbasis teknologi. Ant
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Peresmian Body & Paint Training Center Pertama di Asia Tenggara
-
MK Putuskan Komposisi Anggota dan Pimpinan Kelengkapan Dewan di DPR RI Harus Akomodasi Keterwakilan Perempuan
-
Tiga Pesawat Militer AS Dipindahkan dari Jerman ke Timur Tengah
-
Taman Siswa Dipertimbangkan Jadi Lokasi Sekolah Rakyat, Mensos: Warisan Ki Hajar Cocok untuk Misi Sosial
-
IHSG Meroket! Pasar Sontak Girang Sambut Sinyal Pemangkasan Bunga The Fed, Investor Berburu Saham
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.