Rupiah Masih Tertekan, 12 Januari 2026
Senin, 12 Jan 2026, 08:10 WIBJAKARTA â Rupiah masih berada dalam tekanan karena faktor fundamental yang membebaninya belum menunÂjukkan perbaikan signifikan dan cenderung bersifat strukÂtural, sehingga pelemahan tidak mudah berbalik dalam waktu singkat. Sentimen eksternal dan domestik dinilai masih rapuh.Â
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong melihat ketidakpastian arah kebijakan moneter global, khususnya menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) serta inÂdikator permintaan domestik melalui data penjualan ritel Indonesia membuat pergerakan rupiah tetap rentan terhaÂdap volatilitas dalam jangka pendek.
Karenanya, Lukman memproyeksikan kurs rupiah terÂhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarÂbank, Senin (12/1), bergerak fluktuatif di kisaran 16.750 â 16.850 rupiah per dollar AS dengan kecenderungan meÂlemah.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhada dollar AS pada penutupan perdagangan di Jakarta, Jumat (9/1), bergerak melemah 21 poin atau 0,13 persen dari sehari sebelumnya menjadi 16.819 rupiah per dollar AS. âRupiah masih meÂlemah terhadap dollar AS yang kembali menguat setelah data-data pekerjaan yang lebih baik dari perkiraan,â ujar Presiden Direktur PT Doo Financial Futures Ariston TjenÂdra di Jakarta.
Challenger, Gray & Christmas melaporkan pemutusan hubungan kerja menurun sebesar 8,3 persen year on year (yoy) pada Desember 2025 menjadi 35.553, level terendah sejak Juli 2024. Sementara itu, US Initial Jobless Claims unÂtuk pekan yang berakhir 3 Januari 2025 naik menjadi 208 ribu dari 200 ribu pada pekan sebelumnya, tetapi tetap di bawah ekspektasi pasar sebesar 212 ribu.
Selain itu, Departemen Tenaga Kerja AS merilis laporan Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) bulan November 2025 yang menunjukkan lowongan pekerjaan menurun menjadi 7,14 juta, turun dari 7,44 juta dibandingÂkan Oktober.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara, Muchamad Ismail
Berita Terkait:
-
TVRI Pastikan Kesiapan Siara Piala Dunia 2026 Hampir 100 Persen
-
KPK Panggil 13 Saksi di Jakarta dan Bali pada Kasus Imigrasi Silmy
-
Kolombia vs Kongo DR: Los Cafeteros Bidik Tiket 32 Besar, Leopards Incar Sejarah Baru
-
Gempa M 6,7 Guncang Sulawesi Tengah, Wagub Pastikan Penanganan Warga Terdampak Berjalan
-
KKN di Pakal Surabaya, Universitas Wijaya Kusuma Optimalkan Potensi Lokal Berbasis Pertanian, Peternakan, dan UMKM
-
Pullman Jakarta Central Park Sabet Penghargaan Best Convention Hotel Asia Pasifik 2025–2026
-
Presiden Prabowo Dijadwalkan Hadir pada Puncak PENAS KTNA XVII di Gorontalo
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.