• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Google Maps Makin Pintar, ...

Google Maps Makin Pintar, Kini Bisa Diajak Ngobrol dan Paham Landmark di Jalan

Minggu, 11 Jan 2026, 18:45 WIB

JAKARTA - Google kembali mendorong evolusi Google Maps dengan menghadirkan pengalaman navigasi yang terasa lebih manusiawi dan kontekstual. Aplikasi peta digital ini kini memungkinkan pengguna berbicara dengan gaya percakapan alami tanpa harus menggunakan perintah kaku.

Pengguna tak lagi perlu menyebut instruksi singkat seperti "cari SPBU", karena Google Maps kini memahami permintaan kompleks. Contohnya, pengguna bisa menanyakan restoran ramah anggaran dengan menu vegan di sepanjang rute sekaligus kondisi parkirnya.

Ket. Foto: Google Maps kini memungkinkan pengguna berbicara dengan gaya percakapan alami tanpa harus menggunakan perintah kaku. — Sumber: Phone Arena

Setelah hasil pencarian muncul, pengguna cukup mengatakan "oke, kita ke sana" dan Google Maps langsung mengaktifkan navigasi. Alur ini membuat pengalaman berkendara terasa lebih seamless tanpa harus bolak-balik mengetuk layar.

Pembaruan ini didukung integrasi Gemini, kecerdasan buatan Google yang kini tertanam langsung di Google Maps. Tanpa keluar dari layar navigasi, pengguna dapat meminta acara ditambahkan ke Google Kalender atau menanyakan kabar berita terbaru.

Integrasi ini menegaskan arah Google yang ingin menjadikan Maps sebagai asisten perjalanan lengkap, bukan sekadar penunjuk arah. Semua dilakukan tanpa memutus fokus pengguna dari perjalanan.

Selain fitur percakapan, Google Maps juga memperbaiki cara aplikasi memberi instruksi belokan. Petunjuk jarak abstrak seperti "belok kiri dalam tiga perempat mil" mulai ditinggalkan.

Kini Google Maps meniru pendekatan yang lebih kontekstual dengan menyebutkan penanda lokasi nyata. Pengguna akan mendapat arahan seperti "belok kanan setelah restoran Thai Siam" yang lebih mudah dikenali di jalan.

Landmark yang disebutkan juga akan disorot langsung di peta saat kendaraan mendekat. Pendekatan ini membuat navigasi terasa lebih intuitif, terutama di kawasan perkotaan yang padat.

Google menjelaskan bahwa Gemini memilih landmark dengan menganalisis ratusan juta lokasi di Google Maps. Data tersebut kemudian dibandingkan dengan citra Street View untuk memastikan landmark benar-benar terlihat dari jalan.

Tujuannya agar panduan arah lebih akurat dan relevan dengan kondisi nyata di lapangan. Namun dalam praktik awal, beberapa landmark yang disebut masih terasa kurang menonjol secara visual.

Pembaruan lain yang tak kalah penting adalah desain ulang menu Pengaturan Google Maps. Menu lama yang panjang dan membingungkan kini digantikan struktur yang jauh lebih ringkas.

Pengaturan kini dikelompokkan ke dalam tujuh kategori utama, mulai dari Aplikasi & Tampilan hingga Tentang & Ketentuan. Kategori ini mencakup navigasi, jenis kendaraan, lokasi dan privasi, peta offline, serta notifikasi.

Desain baru ini membuat pengguna lebih cepat menemukan opsi yang dibutuhkan. Akses ke menu dilakukan dengan mengetuk foto profil di samping kolom pencarian, lalu memilih Pengaturan.

Menu Pengaturan versi baru sudah tersedia di Google Maps Android dan iOS versi beta. Fitur ini terpantau aktif di perangkat Pixel 6 Pro dengan Android 16 QPR3 Beta serta iPhone 15 Pro Max dengan iOS 26.3 Beta.

Dengan rangkaian pembaruan ini, Google Maps semakin menegaskan posisinya sebagai aplikasi navigasi berbasis AI. Pendekatan percakapan, navigasi kontekstual, dan antarmuka rapi menjadi senjata utama Google menghadapi persaingan peta digital global.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.