Dinkes: Pemkab Tangerang dan Pemkot Tangsel Waspadai Virus Super Flu

Minggu, 11 Jan 2026, 18:45 WIB

TANGERANG - Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mewaspadai, potensi meningkatnya kasus super flu selama musim pancaroba. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi mengimbau, masyarakat menjaga penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

"Kami sudah mengimbau kepada masyarakat melalui camat-camat dan Puskesmas. Kita mengingatkan agar tidak usah panik tentang super flu ini karena itu hanya flu biasa," kata Hendra dalam keterangan persnya, Sabtu (10/1).

Ket. Foto: — Sumber: RRI/Saadatuddaraen

Hendra menjelaskan, super flu bukanlah virus baru, melainkan jenis influenza yang telah ada sejak lama. Namun, super flu ini diingatkannya tetap harus diwaspadai.

"Super flu itu sebenarnya hanya sesama flu biasa, keadaannya saat ini lebih banyak jumlahnya. Kemudian juga lebih lama sembuhnya," ucap Hendra.

Hingga saat ini, ia mengaku, kasus super flu belum ditemukan didaerahnya tersebut. Tetapi, pihaknya meminta masyarakat untuk bisa meningkatkan daya tahan tubuh yang baik agar terhindar dari berbagai penyakit.

"Selama kondisi tubuh sehat, super flu seharusnya dianggap tidak akan menimbulkan masalah serius pada tubuh. Meski begitu, pencegahan harus tetap diterapkan melalui pola hidup sehat," ujar Hendra.

Sementara, Kepala Dinkes Kota Tangsel, Allin Hendalin Mahdaniar, mengatakan pihaknya mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan potensi super flu. Meski, hingga kini belum ditemukan kasus super flu diwilayahnya.

"Dinkes Tangsel masih terus memantau dan mengawasi secara berkala. Sampai saat ini kami belum menerima laporan adanya kasus super flu di Kota Tangerang Selatan," kata Allin.

Allin menjelaskan, upaya skrining terhadap penyakit mirip influenza sudah dilakukan sejak awal 2025. Salah satunya, melalui Puskesmas Serpong 1 yang telah ditetapkan oleh Kemenkes sebagai fasilitas pelayanan Influenza Like Illness (ILI).

“Setiap kasus yang dicurigai dilakukan pemeriksaan dan sampelnya dikirim ke laboratorium Kementerian Kesehatan. Hasilnya kami terima langsung dari Kemenkes,” ujar dia.

Meski belum ditemukan kasus, Pemkot Tansel tetap melakukan langkah antisipasi untuk mencegah potensi lonjakan kasus. Upaya tersebut meliputi kesiapan sarana dan prasarana layanan kesehatan, serta peningkatan edukasi kepada masyarakat. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.