Produksi Meroket, Banyuasin Rebut Tahta Penghasil Beras Nasional

Jumat, 09 Jan 2026, 23:25 WIB

PALEMBANG – Keberhasilan Pemerintah Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, mewujudkan target sebagai daerah penghasil beras nomor satu nasional pada awal 2026 mencerminkan capaian kebijakan pangan yang bersifat struktural, bukan sekadar lonjakan produksi jangka pendek.

Capaian ini merupakan hasil dari konsistensi strategi peningkatan produktivitas pertanian yang mengintegrasikan perluasan dan optimalisasi lahan, penguatan infrastruktur irigasi, serta pemanfaatan teknologi budidaya yang lebih efisien.

Ket. Foto: Lahan sawah di wilayah Kabupaten Banyuasin, Sumsel. — Sumber: ANTARA/Yudi Abdullah

Banyuasin mampu mengelola potensi lahan rawa dan pasang surut secara berkelanjutan, sehingga menjadikan wilayah ini sebagai salah satu penopang utama produksi padi nasional.

Dari sisi kelembagaan, keberhasilan tersebut juga ditopang oleh sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan petani.

Program pendampingan intensif, kemudahan akses sarana produksi, serta kepastian penyerapan hasil panen menciptakan insentif yang mendorong petani meningkatkan luas tanam dan intensitas produksi.

Di saat banyak daerah menghadapi tantangan alih fungsi lahan dan penurunan minat generasi muda terhadap sektor pertanian, Banyuasin justru mampu menjaga keberlanjutan sektor pangan sebagai tulang punggung ekonomi lokal.

Secara makro, posisi Banyuasin sebagai produsen beras terbesar nasional memiliki implikasi strategis bagi ketahanan pangan Indonesia.

Ketergantungan terhadap impor beras dapat ditekan, sementara stabilitas pasokan domestik lebih terjaga di tengah ketidakpastian iklim dan gangguan rantai pasok global.

Namun, capaian ini juga menghadirkan tantangan lanjutan, terutama dalam menjaga kualitas produksi, efisiensi distribusi, serta kesejahteraan petani agar keberhasilan kuantitatif tersebut berbanding lurus dengan peningkatan nilai tambah dan keberlanjutan ekonomi daerah.

"Pencapaian target tersebut dibuktikan dengan penghargaan Presiden Prabowo Subianto kepada Bupati Askolani atas keberhasilan meningkatkan produksi beras mengungguli Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat," kata Wakil Bupati Banyuasin Netta Indian, di Pangkalan Balai, Jumat (9/1).

Dia menjelaskan, Kabupaten Banyuasin menduduki posisi pertama sebagai daerah dengan produksi beras tertinggi sepanjang tahun 2025, mengungguli Sukabumi, Jabar di posisi kedua, dan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumsel di posisi ketiga.

Kabupaten Banyuasin merupakan penghasil gabah terbesar di Indonesia dengan capaian di atas satu juta ton beras.

Untuk memantapkan posisi sebagai daerah penghasil beras terbesar nasional, program optimalisasi lahan dan cetak sawah baru akan terus dijalankan, katanya.

Menurut dia, kegiatan optimalisasi lahan sawah seperti dengan mendorong petani melakukan penanaman padi dua hingga tiga kali setahun.

Kemudian menambah luas lahan yang ada sekarang ini sekitar 230 ribu hektare dengan mencetak ribuan hektare sawah baru di sejumlah desa hingga akhir 2026 ini.

"Melalui upaya tersebut diharapkan Kabupaten Bsnyuasin dapat memperkuat ketahanan pangan nasional dan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP)," harap Wabup Netta Indian.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.