PM Inggris Bertekad Selesaikan Masa Jabatannya

Senin, 05 Jan 2026, 02:40 WIB

LONDON - Keir Starmer dalam sebuah sesi wawancara pada Minggu (4/1) bersikeras bahwa ia akan menyelesaikan masa jabatan lima tahunnya sebagai perdana menteri Inggris di tengah spekulasi bahwa Partai Buruh yang berhaluan kiri-tengah dapat menggulingkannya setelah pemilihan lokal mendatang.

Starmer, yang memenangkan kekuasaan pada Juli 2024, juga berpendapat bahwa Inggris harus mengupayakan penyelarasan lebih lanjut dengan pasar tunggal UE, dengan mengatakan bahwa kepentingan nasional negara tersebut adalah untuk mendekati blok tersebut.

Ket. Foto: Keir Starmer — Sumber: AFP/BBC/JEFF OVERS

Dalam sesi wawancara dengan BBC, Starmer memperingatkan Inggris akan terpecah belah dengan cara yang beracun jika reformasi memenangkan kekuasaan.

"Saya terpilih pada tahun 2024 dengan mandat lima tahun untuk mengubah negara, dan itulah yang ingin saya lakukan," kata dia.

Starmer yang menurut jajak pendapat popularitasnya merosot ke rekor terendah selama 18 bulan masa jabatannya, berpendapat beberapa perubahan kepemimpinan di bawah kubu Konservatif bisa menyebabkan kekacauan total.

Sepanjang tahun 2025 PM Starmer memang mengalami masa sulitdengan perubahan kebijakan, pengunduran diri para menteri, dan krisis lain yang disebabkan oleh diri mereka sendiri. Jajak pendapat menunjukkan Partai Buruh akan berkinerja buruk hingga Mei, sehingga memicu spekulasi luas bahwa anggota parlemen dari Partai Buruh akan menentangnya setelah kejadian tersebut dan mengangkat pemimpin baru. SB/AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.