Heboh Dugaan Bullying di SMPN 1 Blora, Sekolah Lakukan Penelusuran

Jumat, 14 Agu 2026, 08:55 WIB

SEMARANG - SMP Negeri 1 Blora Jawa Tengah bersama dinas pendidikan kabupaten setempat menelusuri dugaan perundungan terhadap seorang siswa kelas IX di sekolah tersebut.

Kepala SMP Negeri 1 Blora Ainur Rofiqndi Blora, Kamis, mengatakan sekolah telah menangani sejak sehari setelah kejadian dengan terlebih dahulu memrioritaskan kondisi korban.

"Karena kejadiannya hari Jumat (7/8), kemudian hari Sabtu (8/8) kami fokus pada anaknya dulu. Anak tersebut diperiksa di DKT dan kemudian diantarkan ke rumah," katanya.

Pada Senin (10/8), kata dia, sekolah mengumpulkan siswa yang terlibat untuk dimintai keterangan.

Guru bimbingan dan konseling (BK), lanjut dia, juga melakukan klarifikasi untuk mengetahui rangkaian kejadian secara lebih utuh.

Ia menjelaskan pihak sekolah sempat merencanakan pertemuan antara pihak-pihak yang terlibat untuk mediasi, namun gagal setelah korban memilih melaporkan kasus itu ke Polres Blora.

Ainur mengaku sudah mendatangi rumah korban untuk mendapatkan keterangan dari pihak keluarga.

"Kami ingin mendapatkan informasi secara utuh dari kedua belah pihak," katanya.

Ia menyebut sekitar empat siswa dilaporkan sebagai terduga pelaku dalam rangkaian kejadian tersebut.

Ia menegaskan informasi mengenai dugaan korban sebelumnya melakukan tindakan jahil kepada teman-temannya tetap harus diklarifikasi dan tidak dapat dijadikan pembenaran atas dugaan kekerasan.

"Kami harus melihat persoalan ini secara berimbang, ada sebab dan akibat, ada aksi dan reaksi," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora Sunaryo mengatakan telah mendatangi SMPN 1 Blora dan meminta sekolah melakukan pendekatan kepada kedua belah pihak.

"Kami minta dilakukan pendekatan kedua belah pihak, baik orang tua korban maupun pelaku, untuk diselesaikan secara kekeluargaan," katanya.

Sunaryo mengatakan telah menerima bukti laporan kasus tersebut ke Polres Blora dan akan terus memantau perkembangan penanganannya.

Sementara Sejumlah siswa yang diduga terlibat juga telah dimintai keterangan.yang beberapa di antaranya mengakui adanya tindakan pemukulan dan penendangan.

Meski demikian, Sunaryo menegaskan penyebab dan kronologi kejadian masih harus ditelusuri secara menyeluruh.

"Penanganan anak juga harus hati-hati, jangan sampai menimbulkan trauma kepada anak sendiri," katanya.

Ia mengharapkan persoalan tersebut dapat diselesaikan secara kekeluargaan dan tidak mengganggu proses belajar mengajar.

Ia mengakui perundungan masih menjadi tantangan di dunia pendidikan, meski sekolah di Kabupaten Blora telah dibekali program budaya sekolah aman dan nyaman.

Sementara Kasat Reskrim Polres Blora AKP Zaenul Arifin saat dikonfirmasi membenarkan telah menerima laporan dugaan perundungan di SMP Negeri 1 Blora.

“Iya, ada laporan kemarin. Ini baru proses penyelidikan,” katanya.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

Berita Terbaru

Ketum PBTI Letjen TNI Richard Tampubolon Hadiri Pelepasan Kontingen Indonesia ke Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Navigasi Udara Lumpuh, Ribuan Penerbangan di Inggris Kacau

Pengajuan Perubahan Data Desil, Anggota Dewan DIY Minta Dinsos Kawal Agar Sesuai Kondisi Ekonomi Riil Masyarakat

Kapok! Nekat Muncak Saat Ditutup, 8 Pendaki Ilegal Semeru Kena Blacklist Nasional Se-Indonesia

Hope: Dua Jam Tahan Napas saat Monster Alien Membantai Desa Terpencil Dekat Zona Demiliterisasi Korea

Pertamina Enduro VR46 Racing Team Yakin Faktor Motor Ducati Muluskan Adaptasi Bulega di MotoGP

Uni Eropa Siapkan Aturan 'Beli Produk Eropa' untuk Batasi Keunggulan Barang Tiongkok

Tolak Pungli dan Gratifikasi, Pemkot Banjarmasin Gelar Lomba Video Berhadiah Belasan Juta

Alphard Tabrak 10 Motor dan 3 Mobil di Menur Pumpungan Surabaya, Lima Orang Luka

Masifkan Gerakan Pangan Murah, Pemkot Surabaya Kolaborasi dengan KKMP dan Kelompok Tani Ringankan Beban Ekonomi Warga

Cegah Peredaran Daging HPR, Pemkot Jaktim Perketat Kuliner Khas di Kramat Jati

Sumur 15 Meter Mengering Total, Polres Ciamis Bangun Pipanisasi 300 Meter Selamatkan Warga!

Belum Punya Tim IT Mumpuni, UMKM Diimbau Tak Asal Kumpul Data Pribadi Konsumen

Kronologi 8 Pendaki Ilegal Kena Blacklist Karena Nekat Mendaki saat Semeru Erupsi dan Karhutla, Sempat Ada yang Tersesat

OJK Sentil Bank Digital: Tanpa Ekosistem, Bisnis Sulit Berkelanjutan

Minyak Dunia Naik, APBN Terancam Tertekan, Ini Langkah Anstisipasi Pemerintah

Airlangga Ungkap Rp11 Triliun Disiapkan untuk Rekening Massal, Apa Dampaknya?

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.