Ratusan Petugas Gabungan Dikerahkan, Karhutla Bromo Dapat Dikendalikan
Jumat, 14 Agu 2026, 08:54 WIBKabupaten Probolinggo â Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Bromo, Jawa Timur, dapat dikendalikan dan padam setelah ratusan petugas gabungan memadamkan sejumlah titik api, baik di Kabupaten Probolinggo maupun Pasuruan, di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
"Alhamdulillah, berdasarkan informasi dari petugas yang berada di lokasi, sudah tidak terlihat titik api. Tapi, petugas akan tetap memantau keesokan harinya," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, saat dikonfirmasi melalui telepon di Probolinggo, Kamis malam.
Menurutnya, petugas terus bersiaga untuk melakukan pendinginan di sejumlah lokasi agar titik api tidak kembali muncul dan memperluas kawasan yang terbakar di Gunung Bromo.
"Mudah-mudahan semuanya sudah padam dan tidak ada lagi titik api baru karena semua petugas gabungan berjibaku tanpa henti memadamkan karhutla. Petugas juga membuat sekat bakar untuk mencegah meluasnya titik api," tuturnya.
Upaya pemadaman, lanjutnya, dilakukan secara terpadu melalui operasi darat dan udara.
Tim gabungan darat disiapkan untuk melakukan pemadaman langsung pada titik api, sedangkan operasi udara dilakukan melalui dukungan helikopter water bombing sebanyak tiga helikopter.
Tiga helikopter tersebut bertugas memadamkan dan melakukan pembasahan di dua lokasi, yakni kawasan P30 Kabupaten Probolinggo dan Pusung, Desa Wonokitri, Kabupaten Pasuruan.
Dalam mendukung operasi di lapangan, unsur gabungan mengerahkan sejumlah sarana dan peralatan, antara lain enam unit mobil pemadam kebakaran, satu unit water drone BNPB, satu unit helikopter water bombing, 70 unit sepeda motor trail, lima unit kendaraan double cabin, serta peralatan pemadaman manual.
"Masyarakat juga diimbau tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kepulan asap di sekitar kawasan hutan," kata Oemar.
Selain pemadaman, patroli darat dan pemantauan udara terus dilakukan untuk mengidentifikasi titik api maupun titik panas.
Pemantauan juga diperkuat dengan pengamatan visual dan penggunaan aplikasi Sistem Monitoring Hutan dan Lahan (SIPONGI) guna mendeteksi titik panas serta mengantisipasi munculnya titik api baru.
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan bahwa luas kawasan TNBTS yang terbakar di empat kabupaten yakni Kabupaten Probolinggo, Malang, Lumajang dan Pasuruan tercatat mencapai 1.120 hektare.
- BPBD Probolinggo
- Karhutla Bromo
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Heboh Bola Luar Angkasa Misterius di Pantai Queensland, Badan Antariksa Australia Ungkap Kemungkinan Asalnya
-
Limbah Kulit Pisang Jadi Es Krim dan Pupuk, Antar Sekolah di Perbatasan Ini Raih Juara Nasional
-
Kostum Karnaval Rotan dan Batik Jadi Media Promosi Budaya dan Pemberdayaan UMKM
-
Dorong Pertanian Modern, Mentan Amran Sebut Drone Bisa Dimanfaatkan Angkut Gabah di Daerah
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 80 Hektare, Drone Turun Tangan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.