- Home
-
- Megapolitan
-
- Menag: ASN Punya Tanggung ...
Menag: ASN Punya Tanggung Jawab Spiritual dan Moral
Senin, 05 Jan 2026, 18:21 WIBJAKARTA â Tanggung jawab social, spiritual, dan moral ASN dipikul 24 jam setiap hari, tanpa mengenal Sabtu dan Minggu. Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan aparatur sipil negara (ASN) tidak hanya menjalankan tugas administratif. Mereka memikul tanggung jawab moral dan spiritual yang melekat selama 24 jam dalam melayani masyarakat.Â
âSaya sering mengatakan, kita di sini bukan hanya pegawai formal. Jam kantor mungkin terbatas, tetapi risiko dan tanggung jawab sebagai pegawai Kementerian Agama berlangsung 24 jam, tidak mengenal hari Sabtu dan Minggu,â ujarnya saat peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kemenag ke-80 di Jakarta, Senin.
Menurut dia, ekspektasi masyarakat terhadap aparatur Kementerian Agama tinggi, bahkan sering dianalogikan seperti âmalaikatâ yang dituntut selalu menjaga sikap, perilaku, dan keteladanan. Oleh karena itu, dia mengingatkan seluruh jajaran Kemenag berhati-hati dalam bertindak dan berbuat. Ia mengutip pandangan ulama besar Buya Hamka yang menyebutkan bahwa latar belakang pegawai Kementerian Agama ibarat kain putih.
âSetetes tinta saja akan sangat terlihat. Konsekuensinya, kita benar-benar dituntut masyarakat untuk tetap putih,â katanya. Dalam kesempatan tersebut, Nasaruddin juga menekankan pentingnya memperkuat sikap kemanusiaan dan keikhlasan dalam beramal. Menurut dia, capaian-capaian Kementerian Agama tidak mungkin diraih tanpa kekuatan ikhlas dalam bekerja.
Ia menjelaskan konsep keikhlasan dalam perspektif agama, yakni perbedaan antara mukhlis dan mukhlas. ASN Kemenag, kata dia, tidak cukup hanya berada pada tingkat mukhlis yang masih menyadari dan mencatat amal kebaikannya, tetapi harus berupaya mencapai tingkat mukhlas yang benar-benar tulus tanpa pamrih.
âJangan hanya menjadi mukhlis. Sedapat mungkin kita menjadi mukhlas, yaitu bekerja tanpa menghitung-hitung kebaikan yang dilakukan,â ujarnya. Ia mengatakan masyarakat, negara, bahkan dunia saat ini membutuhkan kompas spiritual.
Dalam konteks itu, katanya, Kementerian Agama menjadi rujukan utama ketika masyarakat menghadapi persoalan moral dan keagamaan, termasuk di tengah perkembangan pesat kecerdasan buatan. âSebagai pegawai dan pejabat Kementerian Agama, kita tidak bisa menjawab âitu bukan urusan sayaâ. Ekspektasi masyarakat menuntut kita mampu memberikan jawaban atas persoalan moral keagamaan,â kata dia.
Oleh karena itu, ia mengajak seluruh ASN Kementerian Agama untuk terus belajar dan meningkatkan kapasitas diri. âBelajar, belajar, dan terus belajar. Di mana ada kemauan dan niat, insyaallah di situ pasti ada jalan,â kata dia.
- Aparatur Sipil Negara (ASN)
- Tanggung Jawab Moral
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Kemendikdasmen Luruskan Misinformasi Terkait Guru Non-ASN Diberhentikan 2027
-
Waspada Ikan Sapu-Sapu Masuk Makanan, DPRD Minta Pengawasan Diperketat
-
Harga Emas UBS, Antam, dan Galeri24 Selasa Pagi Ini di Pegadaian Turun
-
BI dan Perguruan Tinggi Siapkan SDM
-
Planet Pengembara, Objek Bebas Melayang Tanpa Mengorbit Bintang Induk
-
Menpan RB Sebut Integritas ASN Jadi Kunci Menjaga Kepercayaan Publik
-
Joko Anwar Fobia Lubang di Poster "Ghost in the Cell"
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.