- Home
-
- Luar Negeri
-
- Topan Bavi Hantam Tiongkok
Topan Bavi Hantam Tiongkok
Senin, 13 Jul 2026, 02:53 WIBBEIJING â Topan Bavi pada Minggu (12/7) diturunkan statusnya menjadi badai tropis parah setelah mendarat di Tiongkok timur, di mana pihak berwenang telah mengevakuasi hampir dua juta orang yang berada di jalur topan tersebut.
Hingga berita ini ditulis pada Minggu malam, belum ada laporan mengenai kerusakan atau pun korban jiwa dari bencana alam ini.
Sebelum mencapai Tiongkok, badai tersebut terlebih dahulu menerjang Taiwan utara dan pulau-pulau terpencil di barat daya Jepang, menumbangkan pohon-pohon dan menyebabkan puluhan ribu orang kehilangan aliran listrik.
Sebelum topan menerjang, cuaca ekstrem telah mendatangkan malapetaka di Tiongkok selatan dan tengah dalam sepekan terakhir, dengan badai yang menyebabkan setidaknya 39 orang tewas dan mengakibatkan puluhan sungai meluap serta sebuah waduk jebol.
âTopan Bavi pertama kali menghantam daratan sekitar pukul 23.20 pada tanggal 11 Juli di Provinsi Zhejiang, dengan kecepatan angin 144 km/jam,â lapor kantor berita Xinhua yang mengutip pernyataan dari observatorium meteorologi provinsi.
âZona dampak utama mengalami angin kencang dan hujan lebat, dengan aliran air yang cepat terbentuk di permukaan tanah dan pepohonan di pinggir jalan tumbang,â lapor stasiun televisi nasional CCTV saat Bavi menghantam Kota Yuhuan.
Saat topan itu usai menghantam Kota Yueqing, CCTV melaporkan bahwa petugas pemadam kebakaran, tim SAR, dan pegawai pemerintah kota harus membersihkan lebih dari 1.300 pohon yang tumbang atau tercabut akarnya.
Badan Meteorologi Tiongkok pada Minggu pagi melaporkan pusat badai bergerak mendekati Hangzhou, ibu kota Provinsi Zhejiang, dengan kekuatan embusan angin sekitar 108 km/jam.
âPejabat di Provinsi Zhejiang memperkirakan bakal terjadinya hujan lebat di wilayah pesisir dan kemungkinan banjir bandang yang mengakibatkan gangguan transportasi, luapan sungai, dan terendamnya lahan pertanian,â lapor Xinhua seraya mengumumkan sekitar 1,72 juta orang telah dievakuasi ke tempat aman hingga Sabtu (11/7) lalu.
Sebelum datangnya Topan Bavi, semua kegiatan belajar mengajar, pekerjaan, transportasi, dan aktivitas luar ruangan telah dihentikan dan lebih dari 300 penerbangan dibatalkan di provinsi Zhejiang. Sebanyak 684 penerbangan dan 1.620 layanan kereta api lainnya telah dibatalkan di Shanghai, menurut media The Paper.
Gambar-gambar yang dibagikan secara daring pada tanggal 12 Juli menunjukkan jalan-jalan di Kota Wenzhou, Zhejiang, sebuah kota metropolitan dengan hampir 10 juta penduduk, terendam air banjir. Sementara liputan CCTV menunjukkan warga menggunakan papan untuk memperkuat penutup logam yang melindungi toko-toko dan menempelkan lakban pada jendelanya.
Melemah
Dilaporkan pula bahwa hujan deras di wilayah utara Tiongkok telah menyebabkan evakuasi lebih dari 100.000 orang dari rumah mereka di Beijing. Sedangkan lebih dari 130.000 orang telah mengungsi dari rumah mereka di Fujian dan sekitar 34.000 orang dari daerah pesisir Shanghai dan daerah berisiko tinggi, menurut laporan media pemerintah.
Saat ini Bavi telah diturunkan statusnya menjadi topan tropis saat melintasi Samudra Pasifik setelah sebelumnya menghantam Guam dan Kepulauan Mariana Utara pada 6 Juli lalu sebagai topan super.
Badai tersebut kini diperkirakan akan bergerak ke timur laut dengan kekuatannya melemah secara bertahap, sebelum mencapai Laut Kuning pada 14 Juli dan berubah menjadi siklon ekstratropis, kata badan meteorologi Tiongkok.
Saat menghantam Filipina, sedikitnya 18 orang tewas dalam tanah longsor dan insiden lain yang dipicu oleh hujan lebat akibat Topan Bavi ini. Sedangkan di Taiwan utara, lebih dari 14.000 orang dievakuasi dari rumah mereka dan ratusan penerbangan dibatalkan serta Lebih dari 170.000 rumah tangga di seluruh pulau mengalami pemadaman listrik.
Di Jepang, ribuan rumah tangga dan fasilitas di seluruh Okinawa juga mengalami pemadaman listrik saat Topan Bavi menerjang. AFP/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.