Banjir Kota Serang karena Bantaran Sungai Banyak Berganti Fungsi. Ribuan Jiwa Jadi Korban
Sabtu, 03 Jan 2026, 19:20 WIBSERANG â Lebih dari 1.000 rumah di Serang terendam banjir. Hal ini terjadi karena Pemerintah Kota (Pemkot) Serang, Banten, menyatakan alih fungsi lahan di bantaran sungai, Alih fungsi menjadi penyebab utama banjir yang merendam 1.023 rumah dan melumpuhkan sejumlah fasilitas umum di wilayah tersebut.
Wali Kota Serang, Budi Rustandi, di Serang, Sabtu, mengungkapkan terjadinya penyempitan badan sungai yang sangat drastis akibat pendirian bangunan liar yang melanggar tata ruang.
"Kali yang aslinya lebar 15 meter, lama-lama ujungnya menjadi satu meter. Ini ada oknum warga melakukan pelanggaran tata ruang dengan mengalihkan fungsi sungai," ujar Budi usai meninjau lokasi banjir.
Menurut Budi, kondisi tersebut mengubah fungsi sungai besar menjadi sekadar saluran drainase yang tidak mampu menampung debit air. Hal ini dinilai sebagai pemicu banjir yang dampaknya lebih parah dibandingkan kejadian sebelumnya.
Merespons hal itu, Budi menginstruksikan camat dan jajaran terkait untuk segera mendata bangunan liar tersebut dan menargetkan eksekusi penertiban mulai pekan depan guna mengembalikan fungsi sungai sesuai tata ruang.
"Saya minta minggu depan sudah mulai eksekusi, silahkan didata dan segera disosialisasikan Pak Camat, sesegera mungkin karena ini berdampak kepada masyarakat yang tidak bersalah," tegasnya.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang, banjir tersebut berdampak pada 1.087 Kepala Keluarga (KK) atau 3.033 jiwa. Kecamatan Kasemen menjadi wilayah terdampak terparah dengan ketinggian air sempat mencapai 100 cm di Lingkungan Baru Bugis.
Dampak penyempitan saluran air ini juga dirasakan pada fasilitas kesehatan, gedung sekolah hingga Masjid Agung Banten Lama turut terendam banjir.
BPBD Kota Serang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem, sementara proses pendataan dan evakuasi korban terus dilakukan di lokasi-lokasi yang masih tergenang.
Ribuan Jiwa Jadi Korban
Sementara itu, Â Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang, Banten, melaporkan bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah kota itu telah merendam 1.023 rumah dan berdampak pada 3.033 jiwa hingga Sabtu pagi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kota Serang Diat Hermawan dalam laporannya di Serang, Sabtu, mengatakan banjir tersebut dipicu oleh cuaca ekstrem yang terjadi sejak Jumat (2/1) malam.
"Berdasarkan data sementara hingga pukul 04.25 WIBÂ tercatat 12 kejadian banjir yang tersebar di Kecamatan Kasemen dan Kecamatan Serang. Total warga terdampak mencapai 1.087 Kepala Keluarga (KK)," kata Diat.
BPBD Kota Serang mencatat Kecamatan Kasemen menjadi wilayah yang paling parah terdampak, dengan beberapa titik banjir antara lain di lingkungan Kroya Lama, Perum Puri Keraton, Sukajaya, Komplek Banten, Baru Bugis, Kendal, Ambon, Jabang Bayi, Jenggot, dan Cikedung.
Di lingkungan Kroya Lama, Kelurahan Banten, ketinggian air sempat mencapai 60 centimeter yang memaksa 50 KK untuk mengungsi. Sementara itu di lingkungan Baru Bugis, ketinggian air dilaporkan mencapai 100 centimeter
Banjir juga sempat menggenangi pelataran kawasan wisata religi Masjid Agung Banten dan makam dengan ketinggian air 10-20 centimeter, namun saat ini dilaporkan sudah surut.
Selain permukiman, fasilitas umum berupa gedung sekolah SDN Pamarican 01 dan 02 serta SDN Ambon di Kelurahan Margaluyu juga dilaporkan ikut terendam.
"Untuk kondisi terkini, sebagian besar titik banjir sudah berangsur surut. Namun di lingkungan Kendal dan lingkungan Jenggot, air dilaporkan masih menggenangi wilayah tersebut," ucap Diat.
Terkait pengungsian, data sementara mencatat sebanyak 62 KK mengungsi ke tempat yang lebih aman. BPBD Kota Serang telah menerjunkan personel untuk memantau situasi, mengevakuasi korban, serta melakukan pendataan lanjutan di lokasi terdampak.
Diat mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat kondisi cuaca di Kota Serang yang terpantau masih berawan.
"Masyarakat yang bermukim di daerah rawan bencana dan pengguna jalan diimbau untuk selalu berhati-hati dan memantau informasi cuaca terkini," ucap Diat Hermawan.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Kali Cijayanti Meluap, Ratusan Rumah Warga Babakanmadang Bogor Terendam Banjir
-
Dapur Umum untuk Warga Terdampak Banjir Bandang di Situbondo
-
Pembersihan material pascabanjir bandang di Demak
-
Tiket Masuk Kawasan Wisata Cibodas Gratis
-
Bantai Rival Papan Atas 5-0, Leipzig Kirim Pesan Teror ke Puncak Klasemen Bundesliga
-
Banjir Bandang Kembali Landa Desa Jamali, Cianjur, 15 Rumah Rusak Berat dan 15 Rumah Lain Rusak Sedang
-
Serie A Italia: Misi Hindari Degradasi Warnai Laga Fiorentina kontra Pisa
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.