Pembersihan Sampah Muara Angke Capai 90 Persen, Target Rampung 6 Juni

Jumat, 05 Jun 2026, 19:35 WIB

JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempercepat penanganan tumpukan sampah di kawasan Muara Angke, Jakarta Utara, dengan target penyelesaian pada Sabtu (6/6). Hingga Jumat (5/6), proses pembersihan yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta telah mencapai sekitar 85 hingga 90 persen.

Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Afan Adriansyah Idris, mengatakan kegiatan pembersihan telah berlangsung sejak Rabu (3/6). Sejumlah personel dan peralatan dikerahkan untuk mempercepat pengangkutan sampah yang menumpuk di kawasan pesisir tersebut.

Ket. Foto: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempercepat penanganan tumpukan sampah di kawasan Muara Angke, Jakarta Utara, dengan target penyelesaian pada Sabtu (6/6). Hingga Jumat (5/6), proses pembersihan yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta telah mencapai sekitar 85 hingga 90 persen. — Sumber: ANTARA

"Pembersihan terus dipercepat agar seluruh tumpukan sampah di Muara Angke bisa ditangani pada akhir pekan ini," ujar Afan, Jumat (5/6).

Dalam operasi pembersihan tersebut, Pemprov DKI mengerahkan 100 petugas lapangan yang bekerja secara intensif di lokasi. Selain itu, dua unit ekskavator amfibi dan tiga kapal pengangkut sampah juga digunakan untuk mendukung proses pengangkutan dan penanganan sampah.

Upaya percepatan dilakukan mengingat kawasan Muara Angke merupakan salah satu titik yang kerap menjadi lokasi penumpukan sampah kiriman. Sampah yang terbawa aliran sungai dari wilayah hulu sering kali berakhir di kawasan muara dan pesisir Jakarta Utara.

Menurut Afan, faktor kiriman sampah dari daerah hulu masih menjadi tantangan utama dalam pengelolaan sampah di kawasan pesisir. Karena itu, penanganan tidak hanya dilakukan di lokasi penumpukan, tetapi juga melalui pengendalian sampah dari arah hulu.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengoptimalkan pengoperasian sekat dan saringan sampah pada aliran sungai. Sistem tersebut berfungsi menahan sampah sebelum mencapai kawasan muara sehingga volume sampah yang masuk ke perairan pesisir dapat dikurangi.

Selain fokus pada pembersihan, Pemprov DKI juga memperkuat strategi pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir. Langkah tersebut dilakukan untuk menekan jumlah sampah yang masuk ke badan air dan mencegah terulangnya penumpukan sampah dalam skala besar.

Setelah proses pembersihan rampung, DLH DKI Jakarta akan meningkatkan pengawasan dan inspeksi rutin di kawasan Muara Angke. Langkah itu bertujuan memastikan kondisi lingkungan tetap terjaga serta mencegah munculnya tumpukan sampah baru.

Afan menegaskan keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat. Ia mengingatkan warga agar tidak membuang sampah ke saluran air, sungai, waduk, situ, embung, maupun badan air lainnya.

"Menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah agar lingkungan tetap bersih, sehat, dan terhindar dari berbagai dampak negatif, termasuk banjir," kata Afan.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.