AS: Latihan Militer Tiongkok di Dekat Taiwan Meningkatkan Ketegangan yang Tidak Perlu

Jumat, 02 Jan 2026, 13:55 WIB

WASHINGTON - Latihan perang Tiongkok di sekitar Taiwan "yang tidak perlu" meningkatkan ketegangan di kawasan itu, kata Departemen Luar Negeri AS pada hari Kamis (1/1), menyerukan Beijing untuk "menghentikan tekanan militernya."

"Aktivitas militer dan retorika Tiongkok terhadap Taiwan dan negara-negara lain di kawasan itu meningkatkan ketegangan yang tidak perlu. Kami mendesak Beijing untuk menahan diri, menghentikan tekanan militernya terhadap Taiwan, dan sebaliknya terlibat dalam dialog yang bermakna," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Tommy Pigott dalam sebuah pernyataan.

Ket. Foto: Rekaman video dari Komando Teater Timur Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok yang dirilis pada 30 Desember 2025, menunjukkan peluncur roket menembakkan roket di lokasi yang tidak diungkapkan. — Sumber: AFP/Komando Teater Timur PLA

Beijing meluncurkan rudal dan mengerahkan puluhan jet tempur, kapal angkatan laut, dan kapal penjaga pantai pada hari Senin dan Selasa untuk mengepung Taiwan, mengatakan latihan tersebut mensimulasikan blokade pelabuhan utama pulau itu.

Taipei mengecam latihan tersebut "sangat provokatif."

Tiongkok mengklaim Taiwan yang demokratis adalah bagian dari wilayahnya dan menolak untuk mengesampingkan penggunaan kekuatan militernya.

"Amerika Serikat mendukung perdamaian dan stabilitas di seluruh "Tiongkok membela Selat Taiwan dan menentang perubahan sepihak terhadap status quo, termasuk dengan kekerasan atau paksaan," kata Pigott.

Tiongkok kembali mengatakan latihan tersebut "sah" pada hari Jumat, dan memperingatkan negara-negara lain untuk "berhenti menimbulkan masalah terkait isu Selat Taiwan."

"Kami mendesak negara-negara dan lembaga-lembaga terkait untuk mematuhi prinsip satu-Tiongkok secara ketat," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Tiongkok dalam sebuah pernyataan yang menanggapi seruan untuk menahan diri, termasuk dari Amerika Serikat.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Senin, ia tidak khawatir dengan latihan tembak langsung Tiongkok. Ia tampaknya mengesampingkan kemungkinan Xi Jinping memerintahkan invasi.

"Saya memiliki hubungan yang baik dengan Presiden Xi. Dan dia belum memberi tahu saya apa pun tentang hal itu," kata Trump kepada wartawan ketika ditanya tentang latihan tersebut.

"Saya tidak percaya dia akan melakukannya," kata Trump dalam sebuah pernyataan yang tampaknya merujuk pada invasi.

Unjuk kekuatan Beijing terjadi setelah pemerintahan Trump menyetujui paket persenjataan senilai $11 miliar untuk Taiwan.

Amerika Serikat telah berkomitmen selama beberapa dekade untuk memastikan keamanan Taiwan, sambil tetap bersikap ambigu mengenai apakah militer AS akan campur tangan dalam sebuah invasi.

Latihan militer terbaru Tiongkok merupakan putaran manuver besar keenam sejak tahun 2022 ketika kunjungan Ketua DPR AS saat itu, Nancy Pelosi, ke Taiwan membuat Beijing marah.

  • Latihan Militer Tiongkok

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Sumsel Genjot Breeding Sapi, Dukung Target Swasembada Daging Nasional

Wagub Rano Karno Buka JFCF 2026, Dorong Transformasi dan Inovasi Digital Jakarta

Aturan Baru Ojol Segera Terbit, Pemerintah Fokus Lindungi Pengemudi dan Kurir

Jonatan Christie Masih Selamat dari Adangan Pemain Singapura

Jelang Maulid Nabi, 4 Bahan Pokok Ini Jadi Buruan Warga Mataram di Pasar Murah

Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, BPBD Palu Pasang Ratusan Rambu Evakuasi

Pembangunan Sekolah Rusak di Jakarta Mulai September 2026

Polri Raih Rekor MURI Tanam Bawang Putih Serentak di Lahan Terluas

Kebakaran di Jalan Pisangan Baru Tengah, Matraman, Jakarta Timur Anguskan Tiga Rumah

Pemprov Gorontalo Lakukan Efisiensi Belanja dan Prioritas Program Berdampak Langsung ke Masyarakat untuk Jaga Kemandirian Fiskal

Menkomdigi: 99,9 Persen BTS Terdampak Gempa NTT Sudah Pulih

Pemprov Jambi Bangun Kesadaran Masyarakat untuk Taat Bayar Pajak Kendaraan Lewat Undian Berhadiah

Jelang Maulid Nabi, Pemprov Babel Pastikan Stok Bawang dan Cabai Cukup

BMKG Ingatkan Masyarakat untuk Waspadai Gelombang Tinggi 2,5 Meter di Perairan Kalsel

Trailer Terbaru 'Dune: Part Three' Ungkap Sisi Gelap Paul Atreides, Perang Besar dan Konspirasi Mematikan

Pemprov DKI Jakarta Ungkap Alasan Rekayasa Cuaca Belum Dapat Dilakukan

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 75,7 Ton Pasir Timah ke Malaysia

Bromo Kembali Dibuka Tengah Malam Nanti, Wisatawan Bisa Berkunjung Lagi dengan Aman

80 Perusahaan Bekerja Sama PAL Jaya

Insidious 6 Ubah Aturan Besar, The Further Jadi Teror ke Dunia Nyata

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.