Zelenskyy Ungkap Perang Rusia–Ukraina Tinggal “10 Persen” Menuju Akhir

Kamis, 01 Jan 2026, 17:40 WIB

istanbul - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan negaranya tinggal "10 persen" lagi untuk mencapai kesepakatan mengakhiri perang dengan Rusia, sembari menegaskan bahwa Ukraina tidak akan menerima "kesepakatan lemah" yang bisa memperpanjang konflik.

Dalam pesan video di Telegram pada Rabu (31/12) malam, Zelenskyy mengatakan perjanjian damai tersebut sudah "90 persen siap."

Ket. Foto: Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. — Sumber: Antara

"Sepuluh persen masih tersisa. Dan itu jauh lebih dari sekadar angka. Itulah 10 persen yang akan menentukan nasib perdamaian, nasib Ukraina, dan Eropa," katanya.

Zelenskyy mengatakan Ukraina ingin perang berhenti, tetapi tidak akan menyerah begitu saja pada tuntutan pihak lain.

"Kami ingin perang berakhir, bukan Ukraina yang diakhiri," katanya, menegaskan.

Mengakui besarnya dampak perang yang berlangsung hampir empat tahun, Zelenskyy mengatakan rakyat Ukraina merasa lelah, tetapi tetap teguh.

Ia menekankan dirinya tidak akan menandatangani perjanjian apa pun yang merugikan negaranya atau sekadar menunda pertempuran.

Menurut Zelenskyy, meneken "kesepakatan yang lemah hanya akan menyulut perang."

"Tanda tangan saya akan dibubuhkan pada kesepakatan yang kuat," katanya, seraya menambahkan bahwa seluruh upaya diplomatik saat ini difokuskan untuk mencapai tujuan itu.

Serangan Drone

Sebelumnya, pejabat keamanan nasional Amerika Serikat mengatakan Ukraina tidak menargetkan Presiden Rusia Vladimir Putin atau salah satu kediamannya dalam serangan drone baru-baru ini, lapor The Wall Street Journal pada Rabu.

Mengutip seorang pejabat AS yang mendapat pengarahan intelijen, surat kabar itu mengatakan kesimpulan tersebut didukung oleh penilaian Badan Intelijen Pusat (CIA) yang menyatakan tidak ada upaya serangan terhadap Putin.

Menurut pejabat AS itu, Ukraina berniat menyerang target militer yang sebelumnya pernah diserang Kyiv, yang terletak di wilayah yang sama dengan kediaman Putin, namun lokasinya tidak berdekatan.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha pada Selasa mengatakan Rusia gagal memberikan bukti apa pun yang kredibel untuk mendukung klaimnya mengenai dugaan serangan drone Ukraina terhadap sebuah kediaman presiden yang berada wilayah Novgorod.

Presiden AS Donald Trump pada Rabu tampak menepis klaim Rusia mengenai serangan drone yang digagalkan.

Ia membagikan tautan editorial New York Post dengan judul: “Gertakan ‘serangan’ Putin menunjukkan Rusia adalah pihak yang menghalangi perdamaian.”

Trump dilaporkan menyampaikan kekhawatiran atas insiden tersebut dalam percakapan telepon dengan Putin, meskipun kemudian ia mengatakan ada kemungkinan serangan itu “tidak terjadi.”

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.