Modernisasi Pertanian Dipacu, Swasembada Pangan Tak Lagi Andalkan Cara Lama
Selasa, 20 Okt 2026, 19:00 WIBJAKARTA â Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat swasembada pangan berkelanjutan melalui modernisasi pertanian dengan menyalurkan alat dan mesin pertanian (Alsintan) modern sepanjang 2026 guna meningkatkan produktivitas pertanian nasional.
"Modernisasi pertanian menjadi salah satu langkah strategis Kementerian Pertanian dalam memperkuat produksi pangan nasional selama dua tahun pemerintahan Kabinet Merah Putih," kata Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman terkonfirmasi di Jakarta, Selasa (20/10).
Melalui dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan), Kementan mendorong proses usaha tani yang lebih efisien, produktif, dan adaptif terhadap tantangan pertanian guna mendukung swasembada pangan berkelanjutan.
Pada 2026, dukungan berbagai jenis alsintan mencapai 86.023 unit untuk menunjang kegiatan usaha tani, terutama pada tahap prapanen.
Mekanisasi pertanian diharapkan mampu mempercepat pengolahan lahan dan penanaman, mengoptimalkan penggunaan tenaga kerja, serta menekan biaya produksi sehingga kapasitas produksi pangan dapat terus diperkuat.
Amran menuturkan, upaya itu menjadi penting di tengah tantangan sektor pertanian yang semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim, bencana alam, keterbatasan tenaga kerja, alih fungsi lahan, hingga meningkatnya kebutuhan pangan masyarakat.
"Karena itu, modernisasi pertanian diperlukan untuk meningkatkan efisiensi proses produksi sekaligus menjaga keberlanjutan usaha tani," ucapnya.
Ia menegaskan, transformasi pertanian dari sistem tradisional menuju pertanian modern merupakan salah satu strategi pemerintah untuk mempercepat pencapaian swasembada pangan.
âLangkah kami ada dua untuk mencapai swasembada, yaitu deregulasi dan transformasi pertanian dari tradisional ke modern,â kata Amran.
Transformasi tersebut diwujudkan melalui pemanfaatan teknologi dan mekanisasi yang disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
Penggunaan alsintan tidak hanya ditujukan untuk mempercepat pekerjaan, tetapi juga mendukung ketepatan waktu pengolahan lahan dan penanaman, meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya, serta membantu petani menghadapi berbagai kendala dalam kegiatan budidaya.
Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Andi Nur Alamsyah menjelaskan dukungan alsintan merupakan bagian dari upaya Kementan memperkuat kapasitas produksi pertanian.
Menurut dia, efektivitas mekanisasi sangat ditentukan oleh kesesuaian jenis alat dengan karakteristik lahan, komoditas, dan kebutuhan usaha tani.
Ia menegaskan, modernisasi pertanian harus berangkat dari kebutuhan petani dan kondisi lahan. Alsintan yang tepat dapat mempercepat pekerjaan, meningkatkan efisiensi penggunaan tenaga kerja, serta mendukung produktivitas.
"Karena itu, dukungan peralatan harus diikuti dengan pengelolaan dan pemanfaatan yang baik agar memberikan manfaat berkelanjutan,â kata Andi.
Dari sisi teknis, mekanisasi berpotensi meningkatkan efisiensi waktu kerja hingga 97,4 persen, meningkatkan indeks pertanaman, serta menekan susut hasil menjadi sekitar 3,5â5,5 persen. Besaran manfaat tersebut bergantung pada jenis pekerjaan, peralatan yang digunakan, dan kondisi penerapannya di lapangan.
Berbagai jenis alsintan memiliki fungsi yang saling melengkapi dalam mendukung proses budidaya. Traktor roda empat digunakan untuk pengolahan lahan hamparan, sedangkan traktor roda dua mendukung pengolahan lahan yang lebih sempit dan kondisi tertentu, termasuk lahan terasering.
Traktor crawler dapat digunakan pada lahan berlumpur dalam sesuai spesifikasi alat. Sementara itu, pompa air membantu memenuhi kebutuhan pengairan, terutama saat ketersediaan air terbatas pada musim kemarau.
âDukungan alsintan harus sesuai dengan peruntukannya. Traktor, alat tanam, drone, dan pompa air memiliki fungsi berbeda dalam mendukung kegiatan usaha tani. Dengan pemilihan alat yang tepat, mekanisasi dapat membantu mempercepat pekerjaan dan meningkatkan efisiensi proses budidaya,â ujarnya.
Kementan terus mendorong agar modernisasi pertanian tidak hanya berorientasi pada penyediaan peralatan, tetapi juga memastikan alsintan dimanfaatkan secara optimal sesuai kebutuhan petani.
Pengelolaan yang baik, kesesuaian teknologi, serta pemanfaatan peralatan secara berkelanjutan menjadi bagian penting agar dukungan pemerintah memberikan manfaat nyata bagi kegiatan usaha tani.
Melalui penguatan mekanisasi selama pemerintahan Kabinet Merah Putih, Kementan berupaya mendorong sistem produksi pertanian yang semakin efisien dan produktif.
Langkah itu diharapkan dapat memperkuat kapasitas produksi pangan nasional sekaligus mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Polres Pekalongan Kota Amankan Puluhan Kendaraan yang Terlibat Balap Liar
-
Lolos ke Babak 16 Besar, Fajar/Fikri Tak Ingin Terbebani Status Juara Bertahan di China Open 2026
-
Alcaraz Dominan atas Dimitrov
-
Gojek Terapkan Biaya Batal GoCar Rp3.000, Simak Aturan dan Skema Pengecualiannya
-
Ekosistem Kreator Digital Indonesia Mulai Dibahas
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.