Presiden Prabowo Usul Atap Hunian Dilapisi, Tak Mau Warga Kepanasan

Kamis, 01 Jan 2026, 15:00 WIB

ACEH TAMIANG - Presiden Prabowo Subianto mengusulkan pelapis tambahan pada atap hunian sementara yang dibangun Danantara di Aceh Tamiang agar suhu di dalam ruangan tidak panas dan lebih nyaman bagi warga.

Usulan tersebut disampaikan Prabowo dalam rapat terbatas usai meninjau pembangunan hunian tersebut di Aceh Tamiang, Aceh, Kamis.

Ket. Foto: Tangkapan layar - Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan dalam rapat terbatas bersama 10 menteri serta Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, dan Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi di lokasi pembangunan Rumah Hunian Danantara di Aceh Tamiang, Aceh, Kamis (1/1). — Sumber: ANTARA/HO-Youtube Sekretariat Presiden

"Saya koreksi sedikit, saya tanya bagaimana ini ya kan saya yang panas, coba dipikirkan kalau bisa kita kasih apa solusi, mungkin solusinya tidak usah mahal-mahal, solusinya mungkin dari bahan-bahan lokal. Apa itu anyaman atau apa ya kan, dari ijuk atau dari apa dilapisi di bawahnya seng," kata Presiden.

Prabowo menyampaikan apresiasi atas kemampuan Danantara membangun 600 unit hunian dalam waktu delapan hari dengan kualitas yang dinilai cukup baik.

Namun, Prabowo memberikan masukan terkait kondisi atap hunian yang menggunakan seng dan berpotensi menimbulkan panas.

Menurut Prabowo, pelapis tambahan pada bagian bawah atap seng dapat menjadi solusi sederhana untuk meningkatkan kenyamanan penghuni.

Pelapis tersebut diusulkan menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh dan tidak memerlukan biaya tinggi.

Prabowo menyebutkan bahwa bahan pelapis dapat memanfaatkan material lokal, seperti anyaman, ijuk, atau bahan tekstil sederhana yang dipasang di bawah atap seng.

Usulan tersebut diserahkan pada kreativitas para petugas di lapangan dalam menentukan bentuk dan bahan yang paling sesuai.

"Mungkin cukup dengan dengan bahan, bahan tekstil ditutup di bawahnya seng itu, jadi hal-hal semacam itu, itu nanti kreativitas daripada orang-orang lapangan," kata dia.

Sementara itu, CEO Danantara Rosan Roeslani menjelaskan bahwa sebanyak 600 unit hunian Danantara direncanakan akan diserahterimakan kepada pemerintah daerah pada 8 Januari.

Penyerahan tersebut dilakukan bersama dengan sejumlah fasilitas pendukung, antara lain taman bermain, jaringan WiFi, musala, 14 unit dapur umum, serta 120 unit toilet dan kamar mandi.

Rosan menyampaikan bahwa dalam kurun waktu tiga bulan ke depan, Danantara menargetkan penyelesaian total 15.000 unit hunian yang tersebar di tiga provinsi.

"Aceh kurang lebih 12.000 unit, kemudian ada di Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah itu kurang lebih 2.000 unit, dan Sumatera Barat 500 unit," kata Rosan.

Rosan menuturkan hunian tersebut dibangun di atas lahan PTPN yang telah dilakukan proses land clearing. Setiap unit hunian memiliki ukuran sekitar 4,5 meter kali 4,5 meter atau kurang lebih 22 meter persegi per unit.

"Dan dalam hal ini kita juga akan, sesudah menyerahkan juga untuk hunian tetapnya yang sebetulnya hanya di seberang dari sini Bapak Presiden, seluas 3 hektare. Jadi di hunian yang kami bangun ini luasnya 5,8 hektare yang dapat diperluas sampai mencapai 13 hektare," ujarnya.

Dalam proses pembangunan, Danantara melibatkan sebanyak 1.635 pekerja yang bekerja selama 24 jam, terdiri atas tenaga kerja dari sejumlah BUMN karya, antara lain Hutama Karya, Waskita Karya, Wijaya Karya, PP, Nindya Karya, dan Adhi Karya.

Rosan juga menjelaskan bahwa Danantara telah menganggarkan dana sekitar Rp1 triliun yang bersumber dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) BUMN.

Hingga saat ini, realisasi dana yang telah dikeluarkan untuk pembangunan hunian dan penyediaan bantuan lainnya mencapai sekitar Rp655 miliar.

Pihaknya menargetkan percepatan pembangunan hunian agar dapat memenuhi standar layak huni.

Rosan juga mengatakan Danantara siap untuk berpartisipasi lebih besar dengan menyesuaikan sistem yang berlaku di Aceh, termasuk penerapan prinsip syariah, serta terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Kami di Danantara tentunya siap untuk bisa berpartisipasi secara lebih besar lagi dengan menganut sistem yang berada di Aceh, sistem syariah, sehingga ini juga sesuai dengan arah dan petunjuk dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan juga BNPB," pungkasnya.

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

Berita Terbaru

Karhutla Makin Mengancam, Kemenhub Fasilitasi Pesawat Asing untuk Perkuat Penanganan

Aturan Baru Florida Bikin Geger! Ngebut Ditilang, Berkendara Lambat Juga Kena

Potensi Karhutla pada Musim Kemarau, BMKG Minta Masyarakat DIY Waspada

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

Fitur Canggih Mobil Ternyata Jarang Dipakai, Ada yang Tak Tahu Cara Menggunakannya

Krisis Air Bersih di Natuna! Pemkab Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Kekeringan Meteorologis, BMKG Ingatkan Seluruh Wilayah Jateng untuk Siaga

Curanmor Merajalela! Polda Banten Bongkar Sindikat yang Beraksi di 14 Lokasi

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.