Bantuan Mesin Datang, Sawah Kuningan Makin Produktif

Kamis, 01 Jan 2026, 19:10 WIB

KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, menilai bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari pemerintah pusat punya peran besar dalam mendongkrak produktivitas pertanian di daerah. Kehadiran alsintan dinilai membuat proses olah lahan hingga panen jadi lebih cepat dan efisien.

Dengan dukungan peralatan modern, beban kerja petani bisa ditekan sekaligus menghemat waktu dan biaya produksi. Dampaknya, hasil pertanian lebih optimal dan peluang peningkatan produksi pun makin terbuka, terutama di tengah tantangan cuaca dan keterbatasan tenaga kerja.

Ket. Foto: Petani saat menerima bantuan alsintan di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. — Sumber: ANTARA/ Fathnur Rohman.

Pemkab Kuningan berharap bantuan alsintan ini terus berlanjut dan diiringi dengan pendampingan yang tepat. Dengan begitu, petani tidak hanya menerima alat, tetapi juga mampu memaksimalkan pemanfaatannya untuk memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi pertanian daerah.

“Bantuan alsintan ini mendorong peningkatan indeks pertanaman, efisiensi biaya produksi, serta percepatan kegiatan budidaya di tingkat petani,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan Wahyu Hidayah saat dikonfirmasi di Kuningan, Kamis (1/1).

Sepanjang Januari hingga Desember 2025, kata dia, Kabupaten Kuningan telah menerima 337 unit alsintan dengan nilai mendekati Rp10 miliar yang bersumber dari Kementerian Pertanian (Kementan).

Ia menyampaikan bantuan tersebut menjadi upaya penguatan mekanisasi pertanian, untuk meningkatkan efisiensi usaha tani serta mempercepat proses tanam dan panen.

Menurut dia, seluruh bantuan tersebut didistribusikan secara bertahap dan berbasis kebutuhan wilayah sentra produksi pertanian di Kabupaten Kuningan.

“Pada penyaluran terbaru, bantuan alsintan diberikan kepada 34 kelompok tani yang tersebar di 34 desa pada 22 kecamatan di Kabupaten Kuningan,” katanya.

Ia menyampaikan alsintan yang diterima terdiri atas beberapa jenis, yakni combine harvester, crawler traktor, traktor roda empat, traktor roda dua, rice transplanter, hand sprayer, power thresher, pompa air, serta corn sheller.

Selain penguatan mekanisasi, Pemkab Kuningan juga memfokuskan perhatian pada penguatan infrastruktur irigasi sebagai penopang keberlanjutan produksi pangan.

Pada 2025, kata Wahyu, pemerintah daerah melaksanakan program optimalisasi lahan seluas 2.236 hektare melalui berbagai kegiatan penguatan irigasi pertanian.

Ia menyampaikan legiatan tersebut mencakup rehabilitasi jaringan irigasi tersier, pembangunan irigasi perpompaan, irigasi perpipaan, dam parit, serta pembangunan embung sebagai sumber cadangan air di kawasan pertanian.

“Pembangunan irigasi perpompaan mampu meningkatkan indeks pertanaman dari IP 100 menjadi IP 200 hingga IP 230, sehingga petani dapat menanam dua sampai tiga kali dalam setahun secara lebih terjadwal,” katanya.

Sementara itu, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar mengatakan bantuan alsintan merupakan bagian dari strategi modernisasi pertanian untuk meningkatkan efisiensi dan kesejahteraan petani.

Ia menilai pemanfaatan teknologi pertanian mampu mempercepat tanam dan panen, menekan kehilangan hasil, serta menjaga produktivitas lahan.

Ia menambahkan, produksi beras Kabupaten Kuningan terus meningkat dari 224 ribu ton pada 2023 menjadi 225 ribu ton pada 2024, dan melonjak menjadi lebih dari 254 ribu ton pada 2025.

“Dengan kebutuhan konsumsi sekitar 134 ribu ton, Kabupaten Kuningan kembali mencatat surplus hampir 120 ribu ton beras yang ditopang luas tanam dan panen sekitar 64 ribu hektare serta produktivitas rata-rata lebih dari 61 kuintal per hektare,” ucap dia.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.